Nada (Baju Cokelat) dan Teddy tampak bersemangat mendengarkan pengalaman yang dibagikan relawan Tzu Chi.
Terik matahari siang itu, tak menyurutkan langkah enam calon relawan yang datang ke Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi, Cengkareng. Untuk mengikuti Sosialisasi Relawan Tzu Chi yang digelar relawan Tzu Chi komunitas He Qi Jakarta Barat 1, pada Minggu, 9 Agustus 2026, dimulai dari jam 13.00 – 16.00 WIB.
Kegiatan ini, dihadiri oleh beberapa peserta dari berbagai wilayah, salah satunya peserta yang datang dari Kelurahan Dadap, Tangerang dengan mengendarai sepeda motor, ada pula yang menempuh perjalanan jauh dari Balaraja, Tangerang. Dengan jarak dan cuaca yang panas seolah tak berarti bagi mereka. Ketika hati sudah memiliki satu tujuan yaitu ingin bersumbangsih.
Vivi, merupakan salah satu peserta, ia mengenal Tzu Chi melalui DAAI TV. Dari layar televisinya ia melihat para relawan Tzu Chi membantu sesama. Kekaguman itu kemudian tumbuh menjadi keinginan untuk ikut berbuat nyata. “Sejak lihat tayangan DAAI TV, saya jadi lihat apa yang dilakukan Tzu Chi. Saya sangat senang melihat relawan bantu-bantu orang. Jadi saya tertarik mau jadi relawan agar bisa ikut bantu-bantu sesama juga,” ujarnya.
Suhermin, salah satu relawan Tzu Chi sedang menyampaikan sejarah, visi, dan misi Tzu Chi kepada para peserta.
Vivi (Tengah) dan para peserta sosialisasi tampak antusias mengisi formulir pendaftaran dengan didampingi para relawan.
Hal itu juga dirasakan, Jennifer Sugianto salah satu peserta yang sebenarnya sudah mengenal Tzu Chi sejak lama. Ia pernah satu kali mengikuti kegiatan kemanusiaan di Bandung sebagai sukarelawan. Pengalaman tersebut meninggalkan kesan baik yang tersimpan di hati hingga akhirnya ia kembali melangkah untuk menjadi relawan Tzu Chi. Pada kali ini ia datang mengikuti sosialisasi dengan mengungkapkan rasa kebahagiannya. “Dari kegiatan sosialisasi ini, saya menjadi lebih banyak tahu lagi. Yang paling menarik bagi saya adalah misi pendidikannya,” tutur Jennifer, seorang karyawan perusahaan manufaktur.
Selain itu, peserta yang datang bersama Jennifer, Jesselyn Tiofan juga berharap langkah mereka tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi. “Harapannya setelah ikut kegiatan ini dapat segera menjadi relawan dan turut bersumbangsih bersama Tzu Chi untuk masyarakat, jadi kehadiran saya dapat berdampak,” katanya.
Peserta lainnya juga merasakan hal yang sama yaitu, Nada Yusriyyah, yang berprofesi sebagai seorang guru dari Balaraja. Perjalanannya untuk mengikuti sosialisai relawan ini, harus ditempuh dengan bus dari rumahnya menuju Grogol, kemudian ia melanjutkan perjalanan dengan Transjakarta. Perjalanan panjang itu ia jalani dengan ikhlas karena tekadnya sudah bulat untuk menjadi relawan Tzu Chi.
Enam calon relawan bersama 21 relawan Tzu Chi komunitas He Qi Jakarta Barat 1 dengan penuh kebersamaan membentuk lingkaran dan melakukan isyarat tangan lagu “Satu Keluarga”.
Dari keenam calon relawan Tzu Chi tersebut, mereka mengikuti semua rangkaian pengenalan yang dimulai dari sejarah, visi dan misi Tzu Chi, pengisian formulir relawan, pesan cinta kasih, hingga penutupan melalui Shou Yu (Isyarat Tangan). Dalam kegiatan ini dihadiri sebanyak 21 relawan Tzu Chi yang turut bertugas dan mendampingi kegiatan sosialisai agar dapat berjalan dengan baik.
Dari perjalanan mereka, terlihat bahwa langkah menjadi relawan tidak selalu berawal dari sesuatu yang besar. Terkadang, semuanya dimulai dari hal sederhana, mulai dari sebuah tayangan televisi, pengalaman kecil, atau keinginan untuk menjalani hidup yang lebih berarti dengan memberi manfaat bagi sesama.
Hari itu, mereka datang untuk mengenal Tzu Chi. Namun, lebih dari sekadar mengenal, mereka sedang memulai perjalanan baru, dari menyaksikan kebaikan hingga tergerak untuk menjadi bagian dari kebaikan itu sendiri.
Editor: Nur Al Fajar Rumsari