Kunjungan Anak TK Sekolah Pelangi Kasih ke Depo Tzu Chi PIK: Menanamkan Benih Cinta Lingkungan Sejak Dini

Jurnalis : Lim Susanty (He Qi Jakarta Utara 1), Fotografer : Lim Susanty (He Qi Jakarta Utara 1)

Seorang murid sedang memilih tutup botol plastik yang diberikan oleh relawan untuk dibawa pulang sebagai kenang-kenangan.

Diiringi rintik hujan yang turun sejak pagi hari tidak menyurutkan semangat murid-murid TK dari Sekolah Pelangi Kasih untuk berkunjung ke Depo Pelestarian Lingkungan Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara. Dengan wajah yang ceria dan penuh semangat, mereka mengikuti kegiatan edukasi lingkungan pada Selasa, 3 Maret 2026 bersama para relawan Tzu Chi.

Meski cuaca mendung menyelimuti kawasan PIK, suasana di dalam depo terasa hangat oleh tawa dan rasa ingin tahu dari para murid TK Sekolah Pelangi Kasih. Didampingi oleh para relawan Tzu Chi yang sabar dan penuh kasih, murid-murid diajarkan secara langsung cara mendaur ulang botol plastik dengan memisahkan botol plastik dari label dan tutupnya agar dapat diolah kembali menjadi barang yang lebih berguna.

Selain praktik daur ulang, terdapat pula sesi interaktif di mana relawan Tzu Chi mengajak para murid untuk berdiskusi. Mereka ditanya tentang kegiatan apa saja yang dapat mereka lakukan sehari-hari untuk membuat bumi “senang” atau “sedih”.  Dengan penuh semangat, satu per satu  dari mereka mengangkat tangan dan menjawab, mulai dari membuang sampah pada tempatnya, menanam pohon, hingga tidak memboroskan air dan listrik.

Murid-murid TK Pelangi Kasih bersama guru-guru menyanyikan lagu “Reuse, Reduce, Recycle” dengan penuh semangat.

Kemudian,semua murid diajak bermain sambil belajar melalui kartu-kartu bergambar yang berisi berbagai aktivitas sehari-hari. Pada setiap kartu tertulis kegiatan yang dapat membuat bumi “senang” atau “sedih”. Dengan antusias, mereka diminta meletakkan kartu tersebut ke kategori yang tepat. Kegiatan sederhana ini membantu mereka memahami bahwa membuang sampah sembarangan dapat membuat bumi sedih, sementara membuang sampah pada tempatnya dan mendaur ulang dapat membuat bumi senang.

Relawan juga memperkenalkan pentingnya pola makan vegetarian sebagai salah satu cara sederhana untuk turut menjaga bumi. “Jadi dengan mengonsumsi sayur-sayuran kita juga sudah termasuk aktif menjaga lingkungan,” kata relawan Tzu Chi dengan penuh senyum. Dijelaskan dengan bahasa yang mudah dipahami bahwa mereka dapat mengurangi konsumsi daging dan lebih banyak mengonsumsi sayur serta buah.

Tidak hanya itu, setiap murid juga menerima satu gantungan tas yang dapat mereka bawa pulang sebagai kenang-kenangan yang terbuat dari tutup botol plastik bekas yang telah dihias. Melalui kerajinan ini, murid-murid belajar bahwa barang bekas tidak selalu menjadi sampah, melainkan bisa dikreasikan menjadi benda yang indah dan berguna. Pesan tentang pentingnya memanfaatkan kembali barang bekas pun tersampaikan dengan cara yang menyenangkan.

Momen kebersamaan relawan Tzu hi bersama anak TK Pelangi Kasih, para guru dan juga para relawan di akhir acara kunjungan.

Para guru pun turut mendapatkan satu kipas tangan bertuliskan pesan-pesan sederhana tentang cara melindungi bumi, sebagai pengingat untuk terus menanamkan nilai kepedulian lingkungan dalam kegiatan belajar di sekolah.

Melalui dialog yang hangat dan menyenangkan ini, murid-murid tidak hanya belajar teori, tetapi juga diajak memahami bahwa setiap pilihan dan kebiasaan sehari-hari memiliki pengaruh bagi kelestarian bumi.

Di akhir acara, suasana semakin meriah ketika semua murid bersama guru-guru menyanyikan lagu “Reuse (menggunakan kembali), Reduce (mengurangi), Recycle (Mengolah kembali)” dengan penuh semangat. Lagu tersebut menjadi penutup yang manis, sekaligus penguat pesan bahwa langkah kecil yang dilakukan bersama dapat membawa perubahan besar bagi lingkungan.

Editor: Hadi Pranoto

Artikel Terkait

Garage Sale

Garage Sale

29 November 2023

Selain kegiatan garage sale juga ada sosialisasi pengenalan Tzu Chi dan Tzu Ching. Garage Sale sendiri bertujuan agar masyarakat lebih peduli kepada pelestarian lingkungan.

Membentuk Barisan Peduli Lingkungan

Membentuk Barisan Peduli Lingkungan

23 Februari 2015 Sosialisasi kegiatan Pelestarian Lingkungan ini bertujuan untuk menginformasikan kepada warga bahwa setiap bulan di minggu pertama akan diadakan kegiatan PL di wilayah tersebut.
Membentuk Karakter Generasi Muda Peduli Lingkungan

Membentuk Karakter Generasi Muda Peduli Lingkungan

06 Januari 2025

Depo Pendidikan Pelestarian Lingkungan Tzu Chi Medan Mandala menyambut kunjungan Leo Club Medan Eka Prasetya. Para mahasiswa belajar mempraktikkan pelestarian lingkungan melalui pemilahan sampah daur ulang.

Jika menjalani kehidupan dengan penuh welas asih, maka hasil pelatihan diri akan segera berbuah dengan sendirinya.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -