Tim dokter TIMA sedang melakukan pemeriksaan kepada salah satu warga Desa Gondoriyo.
"Hal yang paling menenteramkan batin manusia di dalam kehidupan adalah ketika ia memiliki kemampuan berapa pun, ia dengan segera bersumbangsih, memberi manfaat bagi orang banyak, dan menciptakan berkah bagi masyarakat"
-Master Cheng Yen-
Kolaborasi lintas komunitas kembali menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Seperti yang dilakukan relawan Tzu Chi Sinarmas komunitas Xie Li Bawen dan Demak dari PT Purinusa Eka Persada menyelenggarakan bakti sosial kesehatan umum di Balai Desa Gondoriyo, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang pada Sabtu (25/7/2026).
Bakti sosial kesehatan ini, menjadi kegiatan perdana bagi relawan Tzu Chi yang berada di Jawa Tengah. Persiapan dan koordinasi dilakukan relawan sejak tiga bulan yang lalu. Salah satu relawan Tzu Chi, Ari Kurniawan, juga menyampaikan rasa harunya saat terselenggaranya baksos ini, “Baksos ini memang perdana kami lakukan, juga cukup menyita perhatian, tenaga, dan waktu. Kami menyadari, relawan kami jumlahnya terbatas karena semua memiliki kesibukan masing-masing. Namun, hal itu dapat diatasi karena kami memiliki satu prinsip yang sama, yaitu ingin melayani masyarakat,” ujar Ari Kurniawan.
Ia juga menyampaikan bahwa baksos ini diselenggarakan dengan persiapan yang matang, agar dapat dilakukan dengan tepat sasaran, “Kami juga banyak mendapatkan dukungan dari tim Tzu Chi Sinar Mas Pusat Jakarta. Puji Tuhan, hari ini seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan baik,” ucap Ari.
Masyarakat tampak antusias mengikuti kegiatan baksos kesehatan umum serta tertib menunggu giliran untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.
Relawan Tzu Chi dengan penuh perhatian mendampingi salah satu peserta yang akan menjalani pemeriksaan kesehatan dalam kegiatan bakti sosial.
Kegiatan bakti sosial kesehatan ini dilaksanakan di desa tersebut karena akses layanan kesehatan yang masih terbatas. Selain itu, jarak tempuh menuju fasilitas kesehatan yang cukup jauh membuat masyarakat kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai. “Kami adakan kegiatan baksos ini dengan tujuan membantu masyarakat Desa Gondoriyo agar mendapatkan layanan kesehatan yang lebih baik melalui Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia,” tambahnya.
Bakti sosial kesehatan itu dimulai dari pagi hari dengan disambut antusiasme masyarakat yang sudah berkumpul rapi di Balai Desa Gondoriyo. Dengan semangat kepedulian relawan, sampai pada siang hari bisa berhasil melayani 405 peserta yang datang dengan bermacam keluhan penyakit. Salah satunya dirasakan Fauziah (59), ia datang dengan keluhan tangan kiri yang sulit digenggam, kram, dan kesemutan pada jari kaki. Selain itu, ia juga memeriksakan bekas luka bakar akibat percikan minyak goreng yang belum hilang. “Terima kasih banyak sudah memberi bantuan kesehatan di Desa kami, semoga para relawan Tzu Chi diberi kesehatan semuanya,” ucap Fauziah dengan penuh syukur.
Tak hanya itu, kebahagiaan mendapat layanan kesehatan gratis juga dirasakan Wiwik Indriyani (35), seorang ibu rumah tangga. Ia datang dengan keluhan pusing, pegal-pegal, serta kekurangan zat besi dan kalsium. Selain itu, ia juga memeriksakan putrinya yang sedang mengalami pilek dan keterlambatan bicara speech delay yang berkaitan dengan gejala autisme. “Mau mengucapkan terima kasih sudah memberi layanan pengobatan gratis ini, semoga ke depannya ada lagi. Nggih alhamdulilah kulo diparingi obat matur nuwun sanget, mugo-mugo diparingi sehat (alhamdulillah saya diberi obat, terima kasih sekali, semoga selalu diberikan kesehatan) ujarnya.
Para relawan menyiapkan obat bagi peserta yang telah menerima resep dari tim dokter.
Salah satu peserta datang menggendong anaknya untuk mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis.
Bagi para relawan, dapat melayani begitu banyak masyarakat merupakan kebahagiaan yang tak ternilai. Seluruh jerih payah dan rasa lelah selama persiapan terasa terbayar saat melihat senyum dan rasa syukur dari masyarakat yang terbantu melalui bakti sosial ini. “Apa yang kami rasakan sungguh tidak dapat digambarkan dengan kata-kata. Kami sangat bersyukur bisa menjadi perpanjangan tangan Tuhan untuk membantu mereka yang sedang sakit dengan memberikan layanan kesehatan yang lebih baik,” ucap Yessy Sekyatansa, salah satu relawan Tzu Chi.
Kelancaran acara bakti sosial ini, tak lepas dari peran relawan Tzu Chi serta TIMA (Tzu Chi International Medical Association) Indonesia juga tenaga medis dari puskesmas setempat. Melalui sinergi yang terjalin dengan baik, bakti sosial ini menjadi wujud nyata bahwa kepedulian akan semakin besar ketika dijalankan bersama. Setiap senyum pasien yang pulang membawa harapan baru menjadi pengingat bahwa pelayanan kesehatan bukan sekadar mengobati, tetapi juga menumbuhkan kasih sayang, mempererat kebersamaan, dan menghadirkan kebahagiaan di tengah masyarakat.
Editor: Nur Al Fajar Rumsari