Lebih Percaya Diri
Jurnalis : Hadi Pranoto, Fotografer : Hadi Pranoto
|
| |
Dijemput Relawan Sebelumnya, saat screening baksos kesehatan pada 28 Oktober 2009 lalu, relawan Tzu Chi juga menjemput Husnul yang diantar ibu dan neneknya. Selain jarak tempuh yang jauh -hampir 3 jam- ke Jakarta, jalan menuju tempat tinggal keluarga ini juga sulit ditempuh lantaran jalan yang belum beraspal. Tidak ada angkutan umum yang masuk, sehingga harus menggunakan ojek untuk sampai ke jalan raya utama yang membelah wilayah Tangerang dan Bogor. “Dari jam 6 pagi sudah berangkat,” terang Nana. Ia bersyukur karena relawan Tzu Chi begitu peduli pada putrinya. “Dijemput, terus waktu Husnul batuk-batuk dikasih obat biar cepat sembuh dan bisa ikut operasi ini,” ungkapnya haru.
Ket: - Berada di tengah-tengah orang yang mengalami penderitaan yang sama (bahkan lebih parah) membuat Husnul mau sedikit membuka diri. (kiri) Kecemasan Nana memuncak mengingat usia Husnul yang mulai menginjak remaja, “Kasihan kalau gitu (sumbing –red), dia jadi minder kalau main sama teman-temannya.” Belum lagi ejekan dari anak-anak kecil yang memang belum mengerti dengan kondisi Husnul. “Kalau anak-anak kecil suka ngeledekin, ‘sumbing…, sumbing!’, tapi kalau orang dewasa nggak, malah pada sayang sama Eneng (panggilan anak gadis-red),” terang Nana. Saat Operasi Itu pun Tiba
Ket: - Karena sering diejek oleh teman-temannya di sekolah, akhirnya Husnul memilih mundur dan tidak melanjutkan sekolah (SD). (kiri) Setelah menunggu cukup lama, giliran Husnul pun tiba. Wajah gadis yang hanya sempat mengenyam pendidikan di sekolah dasar ini tampak tegang, terlebih ketika tim medis mulai memberinya suntikan di sekitar bibirnya. Dokter dan tim medis pun mulai bekerja, memberikan upaya terbaik yang bisa dilakukan untuk mempercantik gadis ini. Kurang lebih 1 jam berada di ruang operasi, Husnul keluar dengan sebuah kain kasa yang menempel di bibir bagian atasnya. Nana yang sejak tadi menunggu pun larut dalam kebahagiaan ini. Satu jalan telah dilalui untuk memberikan Husnul kesempatan menjalani kehidupan dengan penuh semangat dan keberanian. Entah melanjutkan sekolah ataupun bekerja, setidaknya kini Husnul punya kesempatan untuk memilihnya. “Eneng sih katanya mau kerja aja,” tandas Nana, menirukan keinginan putrinya. | ||
Artikel Terkait
Sinar yang Redup Kembali Terang, Kisah Yopi yang Temukan Kembali Semangat Hidup
21 Agustus 2024Pelestarian Batin untuk Palu Bangkit
15 Oktober 2019Seusai melakakukan verifikasi dan surve warga calon penerima bantuan rumah di Palu dan Sigi, Sulawesi Tengah, relawan juga mensosialisasikan budaya humanis dan gerakan pelestarian lingkungan. Caranya dengan menempelkan Kata Perenungan Master Cheng Yen di sekolah-sekolah di Kota Palu.
Jurnalisme Empati Sebagai Sarana Memberikan Pendidikan
05 Desember 2016Jurnalisme Empati yang merupakan salah satu metode penulisan dengan cara memandang jurnalisme dari sisi narasumber menjadi topik seminar yang membuka Festival Budaya Humanis Tzu Chi, di Tzu Chi Center, Minggu Desember 2016. Materi ini dibawakan oleh wartawan senior Harian Kompas, Maria Hartiningsih.








Sitemap