Makin Semangat Setelah Dibantu Tzu Chi

Jurnalis : Khusnul Khotimah, Fotografer : Khusnul Khotimah

“Alhamdulillah susu terbantu, biaya transportasi ke rumah sakit terbantu. Yang tadinya saya kalau ada duit saya ke rumah sakit. Kalau tidak ada duit ya saya enggak ke rumah sakit,” kata Hanifah, usai mengambil reimburse atau penggantian uang di Kantor He Qi Pusat, di ITC Mangga Dua.

Semangat Hanifah (37), warga Petamburan, Jakarta Pusat mengantar kedua anaknya berobat ke Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) bertambah sejak mendapat bantuan dari Tzu Chi Indonesia hampir setahun ini. Bantuan itu berupa biaya transportasi berobat serta biaya pengobatan yang tak di-cover layanan BPJS.

Hanifah saat berada di Kantor He Qi Pusat, di ITC Mangga Dua, Minggu 4 September 2022, mengambil jatah bantuan untuk kedua anaknya, Jihan dan Putra.

Mulanya Jihan (3) dahulu, anak ketiganya yang dibantu. Jihan sakit paru-paru, gizi buruk, dan gangguan pendengaran. Paru-paru Jihan kini sudah sembuh setelah menjalani pengobatan dan minum obat setiap hari serta rajin kontrol setiap bulan. Pengobatan Jihan saat ini fokus di gizi buruk.

Sementara itu Putra (14), baru sebulan ini dibantu Tzu Chi, berupa biaya transportasi berobat ke RSCM. Putra sebelumnya sudah bersekolah di SD hingga kelas 4, namun sampai saat itu ia belum bisa baca dan tulis. Dengan kondisinya tersebut, Putra mengalami banyak perundungan atau bullying di sekolah.

Hanifah memiliki tiga anak, anak kedua, Novrida, tumbuh sehat. Tak hanya mendapat reimburse, hari itu Hanifah juga pulang dengan paket sembako Tzu Chi yang membuat ia dan anak-anaknya semringah. 

Saat Hanifah mengantar Jihan ke dokter, ia juga mengajak Putra. Dokter yang menangani Jihan kemudian memeriksa kondisi Putra, dan ternyata Putra mengalami gangguan di syaraf otaknya. Atas saran dokter yang juga baru menanganinya, Putra kini bersekolah di Sekolah Luar Biasa atau SLB.

“Sebelumnya Putra tinggal sama neneknya setahun. Setelah Putra pindah ke sini, sekalian diperiksa di RSCM, satu poli, satu dokter, dua anak di Poli Rehab Medik. Jihan terapi wicara dan terapi okupasi, Putra terapi okupasi atau keseimbangan,” kata Hanifah.

Bersyukur Tahu Tentang Tzu Chi
Merawat dua anak yang memerlukan pengobatan dalam waktu panjang dengan kondisi ekonomi yang pas-pasan tentu sangat tak mudah bagi Hanifah. Suami Hanifah bekerja serabutan sebagai seniman bangunan dengan pendapatan yang tak tentu. Karena itulah Hanifah begitu bersyukur mengetahui adanya Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia lewat salah satu orang tua pasien di RSCM.

Hanifah lalu mengajukan bantuan ke Tzu Chi Center di PIK, Jakarta Utara. Tak lama, tim relawan, di antaranya Denasari pun datang ke rumah kontrakannya di Petamburan untuk survey. Semula Hanifah mengajukan bantuan untuk alat bantu dengar, namun dari beberapa persyaratan, hingga kini belum terpenuhi. Sehingga bantuan yang saat ini diberikan adalah biaya transportasi berobat dan biaya pengobatan yang tak di-cover BPJS.

Meski Putra memiliki IQ yang relatif kurang, ia sudah tahu apa yang ingin ia lakukan. Ia ingin membantu orang tuanya dengan memulung botol minuman daur ulang yang ternyata sangat membantu ekonomi keluarga.

“Ya kami sesuai dengan persetujuan dokter, mana yang lebih dulu dibantu. Yang gizi buruk kami bantu susu. Yang lain-lainnya nanti sambil jalan,” kata Denasari.

Denasari mengakui Hanifah adalah ibu yang sangat tegar. Ia berharap Hanifah selalu diberikan kesehatan yang prima agar terus dapat mendampingi anak-anak istimewanya itu berobat, supaya lebih sehat, juga lebih mandiri.

“Ibunya mesti sehat dan rajin mengantar anaknya yang kecil, Jihan itu untuk kontrol ke rumah sakit. Konsultasi sama dokter, Putra juga begitu. Dia mesti sehat, jasmani, dan rohaninya,” tambah Denasari.

“Semangat saya, saya ingin anak saya sembuh. Kalau Putra ibaratnya sudah didiagnosa disabilitas ya, tapi saya yakin Jihan hanya keterlambatan saja. Walaupun Putra kurang, saya tetap harus bawa dia kontrol buat emosinya, saya harap Putra bisa mandiri. Saya berharap dengan saya berusaha, ada hasil lah di balik usaha saya, mudah-mudahan, dan saya yakin,” pungkas Hanifah.

Editor: Metta Wulandari

Artikel Terkait

Meluangkan Waktu dengan Beramal

Meluangkan Waktu dengan Beramal

13 September 2017
Di tengah kesibukannya, para relawan Tzu Chi Bandung senantiasa meluangkan waktu untuk berbagi kasih dengan sesama. Salah satunya dengan melakukan kunjungan kasih ke Panti Wreda Karitas, Kota Cimahi, 8 September 2017. Di sana mereka melayani dan menghibur kakek dan nenek.
Menyemangati Nurul, Korban Gempa Palu

Menyemangati Nurul, Korban Gempa Palu

25 Februari 2019
Bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah, 28 September 2018 lalu menyisahkan duka bagi Nurul Istikhara. Tak hanya kehilangan ibu dan adik, siswa kelas 1 SMA ini juga harus kehilangan bagian tubuhnya. Relawan terus hadir untuk memberinya kekuatan.
Kunjungan Kasih ke Panti Asuhan di Bulan Ramadan

Kunjungan Kasih ke Panti Asuhan di Bulan Ramadan

12 Juni 2018

Di bulan Ramadan tahun ini,  Xie Li Kalimantan Tengah 1 kembali menebar cinta kasih. Kali ini yang menjalin jodoh baik dengan para relawan adalah Panti Asuhan Annida Qalbu yang berlokasi di Kota Sampit, Kab. Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah yang berjarak kurang lebih 140 KM dari Xie Li Kalimantan Tengah 1.


Jika selalu mempunyai keinginan untuk belajar, maka setiap waktu dan tempat adalah kesempatan untuk mendapatkan pendidikan.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -