Masker Cinta Kasih

Jurnalis : Nopianto (Tzu Chi Batam), Fotografer : Nopianto (Tzu Chi Batam)
 
 

foto
Dua orang relawan sedang membagikan masker cinta kasih di simpang jalan pada pagi hari yang berkabut.

Kota Batam tengah diselubungi oleh kabut asap, akibat dari pembakaran yang tidak terkendali dari berlanjutnya budidaya perkebunan. Kabut asap dimulai sekitar pertengahan Juni 2013, ketika para petani sekitar Kota Dumai, Provinsi Riau membakar areal hutan untuk pembukaan lahan. Selain mengganggu aktivitas sehari-hari warga setempat, kabut asap juga membawa dampak negatif dalam hal kesehatan, seperti sesak nafas, batuk dan iritasi mata.

Peduli akan kesehatan warga setempat, relawan Tzu Chi Batam mengadakan kegiatan Pembagian Masker pada tanggal 22 Juni 2013. Sebelum pembagian para relawan terlebih dahulu mengemas masker dengan rapih. Setiap kemasan terdiri dari 5 masker dan 1 kata perenungan Master Cheng Yen.

Keesokan harinya, Masker Cinta Kasih dibagikan di beberapa persimpangan jalan raya dan SPBU Kota Batam. Para relawan yang hadir dibagi menjadi beberapa kelompok, dan setiap kelompok membagikan masker di tempat-tempat yang berbeda. Selain relawan, pembagian masker kali ini juga dihadiri oleh 8 orang TNI AD. Mereka juga ikut serta dalam pembagian masker cinta kasih pada pagi hari itu. Dalam sekejap saja, masker yang disediakan sudah habis dibagikan untuk warga setempat.

foto   foto

Keterangan :

  • Kabut asap sudah terkesan semakin tebal ketika bangunan tinggi seperti Nagoya Mansion sudah diselimuti kabut (kiri).
  • Relawan dan TNI AD sedang membagikan masker pada pengendara motor (kanan).

Warga setempat yang menerima Masker Cinta Kasih, merasa sangat berterima kasih pada Tzu Chi karena telah membagikan masker dan peduli akan warga setempat. Menurut seorang warga yang menerima masker, kabut asap yang tengah menyelimuti Kota Batam sangat mengganggu aktivitasnya sehari-hari dan ia juga merasakan sesak nafas ketika berada di ruangan terbuka dalam waktu yang lama.

Menurut Toni Djono Shixiong, selaku panitia penyelenggara kegiatan kali ini, Tzu Chi Batam akan membagikan 30.000 masker pada warga, dengan harapan warga bisa terbantu oleh masker yang dibagikan. Selain itu, Toni Djono juga ingin meningkatkan kesadaran warga akan kabut asap akan membawa dampak negatif pada kesehatan. Karena ia prihatin ketika masih melihat banyak warga yang tidak memakai masker saat beraktivitas di lapangan terbuka meskipun kabut semakin tebal.

  
 

Artikel Terkait

Menyatukan Langkah Dalam Misi Amal

Menyatukan Langkah Dalam Misi Amal

12 Februari 2014 Selasa, 14 Januari 2014, relawan yang tergabung dalam komunitas He Qi Barat memanfaatkan waktu dengan mengikuti rapat pendalaman Standar Operasional (SOP) Misi Amal Tzu Chi.
Komunikasi Harmonis dalam Keluarga

Komunikasi Harmonis dalam Keluarga

16 Maret 2015 Selain itu, dalam acara ini juga ditampilkan ilustrasi seorang anak yang tega menelantarkan orang tua mereka sendiri yang sudah tidak berdaya dimakan usia dan terjangkit berbagai penyakit. Melalui ilustrasi ini, para orang tua dan anak-anak diajak kembali mengakrabkan diri masing-masing, meluangkan waktu kebersamaan lebih erat lagi satu sama lain dalam suasana  yang lebih kekeluargaan, lebih rukun, lebih harmonis.
Pemberkahan Akhir Tahun Tzu Chi di Jakarta

Pemberkahan Akhir Tahun Tzu Chi di Jakarta

31 Januari 2011
Ada yang berbeda dalam Acara Pemberkahan Akhir Tahun kali ini, dimana juga diadakan pementasan Drama Musikal Isyarat Tangan Sutra Bakti Seorang Anak. Sebanyak kurang lebih 4.000 pengunjung yang terdiri dari relawan, donatur, dan masyarakat umum memadati Jakarta International Event dan Convention Center (JITEC) Mangga Dua Square Lt. 8 Jakarta.
Jangan takut terlambat, yang seharusnya ditakuti adalah hanya diam di tempat.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -