Matras Bagi Warga Sinabung
Jurnalis : Nuraina (Tzu Chi Medan), Fotografer : Lili Hermanto, Amir Tan (Tzu Chi Medan)
|
| |
| Saat melakukan survei, relawan melihat keadaan para pengungsi harus tidur di lantai posko pengungsian hanya berlapiskan tikar. Ini menyebabkan para pengungsi khususnya yang lanjut usia, badannya menjadi sakit. Untuk itulah 40 orang relawan Tzu Chi Medan, membawakan 495 buah matras untuk diberikan ke pengungsi. Ketika perjalanan relawan melalui jalan setapak di bawah kaki Gunung Sinabung, suasana benar-benar menegangkan. Saat itu Gunung Sinabung sedang erupsi besar, sehingga nampak seolah-olah awan panas dari puncaknya berada dekat dengan mobil yang membawa rombongan relawan dan mobil yang membawa matras. Namun niat untuk membantu sesama menguatkan langkah para relawan meneruskan perjalanan mengelilingi Gunung Sinabung menuju ke posko pengungsian.
Keterangan :
Posko yang pertama dikunjungi oleh relawan adalah Posko Tanjung Pulo yang menampung 229 KK warga dari Desa Kota Mbaru. Relawan membagikan matras sesuai jumlah keluarga yang mengungsi di posko ini. Walaupun matahari begitu terik, para relawan dengan sukacita bekerja sama menurunkan matras dan membawanya ke posko kemudian membagikan matras tersebut kepada warga pengungsi. Posko kedua yang dikunjungi adalah Posko Mblang, yang menampung 183 KK dari Desa Temberun. Di posko ini di samping matras, relawan juga memberikan kaos kaki dan topi bayi. Dan posko yang terakhir adalah posko GBKP Tanjung Mblang yang menampung 83 KK dari Desa Suka Meriah.
Keterangan :
Di setiap posko yang didatangi, relawan mengajak warga melantunkan lagu Satu Keluarga. Sewaktu menyanyikan dan memperagakan isyarat tangan lagu ini, banyak warga dan relawan yang merasa terharu. Mereka menangis dan saling berpelukan dengan relawan, bersama-sama merasakan penderitaan dari bencana erupsi Gunung Sinabung. Relawan dan warga pengungsi juga berdoa bersama, berharap semoga bencana ini cepat berlalu dan semua warga bisa segera kembali ke rumah masing-masing."Gan en kepada shigu shibo yang telah bersumbangsih hari ini, dan telah meringankan beban Shigong Shangren dalam menyebarkan welas asih," demikian ungkap Yugo Wu, seorang Tzu Ching yang ikut membagian bantuan. Yugo dapat ikut merasakan betapa sedih nasib para pengungsi dan bagaimana para relawan berusaha menghibur para pengungsi dengan duduk bersama dan mendengar keluh kesah mereka. Sesungguhnya bukan hanya bantuan materi yang diperlukan para warga, tapi perhatian dan cinta kasih bisa membuat mereka lebih kuat menghadapi cobaan ini. Seperti kata Master Cheng Yen, "Bersyukur mendatangkan kehangatan di dalam hati. Kesungguhan hati membangkitkan kekuatan." | ||
Artikel Terkait
Suara Kasih : Menyucikan Hati Manusia
01 Februari 2011 Menyucikan batin manusia adalah harapan dan tujuan saya selama puluhan tahun ini. Jika batin manusia tidak tersucikan, maka dunia tak dapat diselamatkan. Untuk menyelamatkan dunia, kita harus menyucikan batin manusia terlebih dahulu.Rumahnya Direnovasi, Oma Vonny Kini Tak Khawatir Lagi
23 Desember 2020Melalui program Bedah Rumah, Tzu Chi Bandung memberikan bantuan renovasi rumah kepada Vonny (79), warga Kelurahan Kebun Jeruk, Andir, Kota Bandung. Rumah Oma Vonny kini terlihat indah dan sehat. Ia pun tak perlu khawatir ketika hujan tiba, atap yang kokoh berlapis baja ringan siap menangkal air hujan masuk ke dalam rumahnya.
Bersumbangsih Melalui Donor Darah
22 Juni 2023Kegiatan donor darah kembali dilaksanakan oleh relawan Yayasan Buddha Tzu Chi Medan, Hu Ai Petisah di Vihara Pak Ti Hut Co. Sebanyak 70 kantung darah terkumpul melalui kegiatan ini.










Sitemap