Pada kegiatan ini terdapat sesi pengenalan pengurus relawan Misi Amal Hu Ai Petisah, serta pemaparan program-program Misi Amal Tzu Chi.
Pertemuan yang diadakan oleh relawan Misi Amal Tzu Chi pada Minggu, 7 Juni 2026, di Kantor Yayasan Buddha Tzu Chi Medan menjadi momen penuh makna bagi para relawan untuk memperkuat tekad dan semangat dalam menjalankan misi kemanusiaan. Kegiatan diawali dengan menonton Ceramah Master Cheng Yen yang bertema “Menciptakan Berkah dan Membawa Manfaat bagi Semua Makhluk di Pulau Bodhisatwa”, yang mengingatkan kembali bahwa setiap langkah kecil yang dilakukan dengan ketulusan dapat menjadi berkah bagi banyak orang.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan pengenalan pengurus relawan Misi Amal Hu Ai Petisah, serta pemaparan program-program Misi Amal Tzu Chi. Melalui sesi ini, para relawan memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai peran dan tanggung jawab dalam mendampingi penerima bantuan. Para relawan juga diajak memahami bahwa misi amal bukan sekadar memberikan bantuan materi, melainkan juga menghadirkan harapan, perhatian, dan pendampingan yang berkelanjutan bagi mereka yang sedang menghadapi kesulitan hidup.
Pada sesi sharing, para relawan berbagi kisah pendampingan terhadap penerima bantuan Tzu Chi. Sharing ini bertujuan untuk bisa saling menginspirasi dalam menjalankan Misi Amal Tzu Chi.
Dialog inspiratif dengan tiga relawan senior Misi Amal Tzu Chi yang berbagi pengalaman dengan penuh kehangatan.
Contoh pemahaman misi amal dikupas lebih dalam melalui sesi berbagi pengalaman kunjungan kasih yang menghadirkan beberapa kisah penerima bantuan. Salah satunya adalah kisah seorang ayah dan salah satu anaknya yang mengidap tuberkulosis (TBC) di tengah keterbatasan ekonomi dan kondisi kekurangan gizi. Kisah lainnya menceritakan perjalanan seorang remaja berusia 14 tahun yang mengalami gangguan pendengaran dan didampingi secara berkelanjutan hingga akhirnya dapat menjalani terapi wicara. Kisah-kisah tersebut membuka mata dan hati bahwa di sekitar kita masih banyak masyarakat yang membutuhkan uluran tangan. Dari pengalaman inilah para relawan belajar untuk lebih bersyukur atas kehidupan yang dimiliki, sekaligus menumbuhkan empati yang lebih mendalam terhadap penderitaan sesama.
Semangat pelayanan semakin diperkuat melalui dialog inspiratif bertema “Keteladanan Relawan Senior dalam Menjalankan Misi Amal”. Para relawan senior membagikan pengalaman, tantangan, nilai-nilai yang mereka pegang, serta hal-hal yang membuat mereka bersukacita selama bertahun-tahun menjalankan misi amal. Mereka juga menceritakan berbagai kebahagiaan yang dirasakan ketika dapat mendampingi dan melihat perubahan positif dalam kehidupan para penerima bantuan.
Sebagai penutup, para relawan disuguhkan pertunjukan isyarat tangan yang penuh makna dan semangat. Tak lupa juga pesan cinta kasih yang disampaikan oleh Desnita, salah satu relawan senior yang aktif pada Misi Amal Tzu Chi. Dalam pesannya, Desnita menyampaikan bahwa sesungguhnya para relawan sedang mempraktikkan ajaran Buddha tentang Empat Kebenaran Mulia melalui setiap langkah misi amal dan pendampingan yang dijalankan. Melalui kunjungan kasih, relawan dapat menyaksikan dan memahami berbagai penderitaan yang dialami masyarakat, menumbuhkan empati, serta berupaya meringankan beban mereka dengan cinta kasih.
Sebagai salah satu Misi Budaya Humanis Tzu Chi, para relawan menampilkan pertunjukan isyarat tangan dengan penuh makna.
Salah satu relawan Tzu Chi, Desnita, menyampaikan pesan cinta kasih kepada para peserta yang hadir pada kegiatan ini.
Relawan sekaligus koordinator kegiatan, Tjendra Dermawan, berharap para relawan dapat menjalankan misi amal dengan sepenuh hati dalam mendampingi para penerima bantuan Tzu Chi dengan penuh ketulusan. Dengan ketulusan tersebut, para relawan diharapkan mampu menginspirasi lebih banyak orang untuk memperpanjang barisan relawan, sehingga semakin banyak masyarakat yang sedang mengalami kesulitan dapat merasakan kehangatan cinta kasih.
“Harapan saya semoga relawan yang menjalankan misi amal bisa dengan sepenuh hati dalam mendampingi lebih banyak orang untuk memperpanjang barisan Bodhisatwa ini, sehingga dapat membantu lebih banyak saudara kita yang sedang kesulitan. Dalam menjalankan misi amal diharapkan kita belajar banyak hal, kita dapat melihat banyak penderitaan dan kita bisa bersyukur atas kehidupan saat ini, untuk itu kita harus lebih semangat lagi menjalankan misi amal, jangan pernah takut untuk menjadi penanggung jawab kasus karena akan selalu ada pendampingan dari relawan senior”. Ucap Tjendra.
Tjendra juga menambahkan beberapa nilai penting bagi relawan yang baru terjun dalam misi amal. “Kita harus jujur, memiliki cinta kasih serta keseimbangan batin yang artinya cinta kasih dan kebijaksaan harus seimbang sehingga bisa mendapatkan keputusan yang tepat dalam memberikan bantuan dan dalam mendampingi penerima bantuan kita harus sabar dan lemah lembut, kita harus selalu bersukacita dalam menjalankan misi amal,” tambahnya.
Melalui pertemuan ini, para relawan tidak hanya memperoleh pengetahuan dan pengalaman, tetapi juga semakin meneguhkan komitmen untuk terus berjalan di jalan cinta kasih. Setiap kunjungan, setiap pendampingan, dan setiap uluran tangan menjadi bagian dari upaya bersama untuk menghadirkan harapan bagi mereka yang membutuhkan, serta memperluas jangkauan kasih kepada lebih banyak insan.
Editor: Fikhri Fathoni