Melenyapkan Penderitaan dengan Cinta Kasih

Jurnalis : Rangga Setiadi (Tzu Chi Bandung), Fotografer : Galvan, Rangga Setiadi (Tzu Chi Bandung)
 
 

fotoRelawan medis Tzu Chi Bandung yang juga termasuk anggota TIMA, drg. Julies Hariani sedang melayani pasien dalam Baksos Kesehatan Tzu Chi.

Cinta kasih telah membalut jiwa para relawan Tzu Chi. Hal tersebut terlukiskan oleh sikap para relawan Tzu Chi dengan peduli terhadap sesama dalam menapaki jalan kehidupan. Pada tanggal 12 Juni 2011, Yayasan Buddha Tzu Chi Bandung bekerja sama dengan KOREM 062/TN DAM III/Siliwangi, mengadakan bakti sosial pelayanan kesehatan umum dan gigi secara gratis.

Kegiatan ini berlangsung di Jln. Pantai Bojongsalawe, RT 13 / RW 06, Desa Karangjaladri, Kec. Parigi, Kab. Ciamis, Jawa Barat. Lebih kurang 153 relawan Tzu Chi terlibat dan berhasil  menangani sebanyak 1.222 pasien yang berasal dari masyarakat kurang mampu di wilayah tersebut.

Desa Karangjaladri terletak di kawasan Pantai Batu Hiu sehingga cuaca yang panas serta terik matahari begitu terasa pada hari itu. Namun, situasi tersebut tidak menyurutkan niat para relawan Tzu Chi untuk terus menjalankan niatnya dalam berbuat kebajikan. Tanpa rasa lelah para relawan yang juga dibantu pihak TNI saling bahu-membahu melayani pasien dengan penuh kesabaran. “Saya merasa bahagia bisa memberikan bantuan kepada masyarakat sampe ke pelosok, ternyata masyarakat kita juga masih banyak perlu bantuan dari kita-kita semua, itu harus care betul, peduli dengan mereka,”  kata Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Moeldoko.

Dengan terlaksananya kerja sama ini ia berharap dapat menjadi kekuatan untuk bersatu padu membantu masyarakat yang kurang mampu. “Harapan saya, kita semua pihak harus bersatu padu dari TNI, Polri, pemerintah daerah, Yayasan Buddha Tzu Chi, maupun yayasan-yayasan lain yang bergerak di bidang sosial. Karena pada kenyataannya masyarakat kita masih sangat memerlukan kita semua,  dan saya pada kesempatan ini mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Buddha Tzu Chi yang telah bersama-sama kami berbuat sesuatu untuk masyarakat,” tambahnya.

foto  foto

Keterangan :

  • Suasana tempat tunggu pasien pada kegiatan bakti sosial kesehatan umum dan gigi di Desa Karangjaladri, Kec. Parigi, Kab. Ciamis, Jawa Barat. (kiri)
  • Relawan Tzu Chi Bandung dengan penuh kesabaran memberikan penjelasan mengenai cara pemakaian obat kepada pasien dalam Baksos Kesehatan Tzu Chi. (kanan)

Banyaknya jumlah pasien yang ditangani dalam kegiatan baksos kali ini berada di luar dugaan. Hal tersebut membuktikan bahwa di daerah ini banyak masyarakat kurang mampu yang membutuhkan pengobatan. “Ternyata sampe siang hari ini udah lebih dari 1.000 kupon yang kami bagikan, jadi keliatan memang masyarakat di sini sangat membutuhkan,” kata Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Bandung, Herman Widjaja.

Selain itu pada kegiatan bakti sosial, Tzu Chi selalu menjaring pasien untuk didaftarkan sebagai pasien penanganan khusus. “Seperti biasanya, dalam setiap kegiatan baksos kami juga mencari para pasien yang tidak bisa ditangani, sehingga harus ditangani secara khusus. Hari ini jumlah pasien yang sekiranya terdaftar di Pangandaran cukup banyak, namun kami masih harus mempertimbangkan jarak antara Bandung – Pangandaran yang cukup jauh. Tapi ketika kami melihat ada keinginan membantu dari pihak KOREM 062 ada kemungkinan bagi pasien tersebut untuk ditangani di Ciamis, Tasik, Garut, maupun di Rumah Sakit Dustira semakin terbuka lebar,” terang Herman.

foto  foto

Keterangan :

  • Partisipasi dari relawan Tzu Chi Sukabumi, Tusita, yang sedang melayani pasien dalam Baksos Kesehatan Tzu Chi. (kiri)
  • Relawan Tzu Chi Bandung yang dibantu TNI memangku seorang pasien baksos kesehatan yang mengalami kesulitan gerak. (kanan)

Mengobati dengan Senang Hati
Darah tinggi dan infeksi saluran pernafasan akut termasuk penyakit yang paling banyak diderita oleh para pasien pada baksos kali ini. “Yang banyak darah tinggi, udah gitu sama penyakit-penyakit kulit, ISPA (infeksi saluran pernafasan akut), paling banyaknya itu,” kata dr. Elvine, salah satu dokter yang berpartisipasi dalam baksos ini.

Di samping itu, berkat baksos ini dr. Elvine menjadi terpacu semangatnya untuk terus mengikuti kegiatan baksos yang diadakan oleh Tzu Chi. “Pokoknya menyenangkan dari awal sampai akhir. Dan saya berharap bisa bareng lagi sama yayasan ini (Yayasan Buddha Tzu Chi-red),” tambahnya.

Para pasien pun sangat merasakan manfaat dengan adanya baksos ini. Kini keluhannya dapat diatasi dengan baik berkat adanya kegiatan baksos pengobatan gratis ini. “Untuk berobat wasir, sakit dada, pusing-pusing, sakit mata dan telinga,” ungkap Upi, salah satu pasien (51). Atas pelayanan kesehatan ini Upi pun mengungkapkan rasa syukurnya. “Terima kasih untuk yayasan (Yayasan Buddha Tzu Chi-red) yang sudah membantu masyarakat semua di sini,” tambahnya.

Berbagai kegiatan sosial selalu dikerjakan dengan senang hati oleh para relawan Tzu Chi. Semoga cerminan hidup dari para relawan Tzu Chi dapat menjadi inspirasi bagi seluruh umat manusia untuk selalu mengasihi terhadap sesama.

  
 

Artikel Terkait

Paket Beras Untuk Warga Desa Rahayu

Paket Beras Untuk Warga Desa Rahayu

07 Desember 2021

Tzu Chi Bandung bekerja sama dengan Pondok Pesantren Darul Ma’arif membagikan 620 paket beras dan 6.200 pcs masker medis untuk warga di Desa Rahayu, Kec. Margaasih, Kab. Bandung.

Suara Kasih : Tanggung Jawab di Dunia

Suara Kasih : Tanggung Jawab di Dunia

23 Februari 2011 Dalam menyambut Tahun Baru Imlek, insan Tzu Chi mengadakan perayaan dan mengundang warga setempat untuk hadir. Tahun ini, selain di Taiwan, ada 36 negara yang mengadakan acara Pemberkahan Akhir Tahun dengan total 264 perayaan yang dihadiri oleh lebih dari 300 ribu orang.
Suara Kasih : Pementasan yang Mengandung Dharma

Suara Kasih : Pementasan yang Mengandung Dharma

12 September 2012 Kita harus lebih giat dan bersemangat. Arah kita tidak boleh menyimpang sedikit pun. Saya sungguh bersyukur karena di bulan tujuh Imlek ini kita bisa menyosialisasikan keyakinan yang benar.
Kekuatan akan menjadi besar bila kebajikan dilakukan bersama-sama; berkah yang diperoleh akan menjadi besar pula.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -