Melihat, Mendengar, dan Bekerja dengan Sepenuh Hati
Jurnalis : Purwanto (Tzu Chi Tanjung Balai Karimun) , Fotografer : Dwi Hariyanto, Mie Li (Tzu Chi Tanjung Balai Karimun)|
|
| ||
Seperti biasa, Mama Lissa dan Joice memulai kelas budi pekerti dan dilanjutkan memeriksa buku kegiatan yang telah diisi masing-masing Xiao Tai Yang. Topik kelas budi pekerti kali ini "Bila kita melihat, mendengar, dan bekerja dengan sepenuh hati hidup kita akan penuh dengan manfaat" disampaikan oleh Papa Dwi Hariyanto. "Bagaimana kabarnya pagi ini?" tanya Papa Dwi. "Baik Papa…!" jawab semua Xiao Tai Yang dengan semangat. Papa Dwi menjelaskan "Apa yang kita lihat sendiri belum tentu benar, apalagi jika kita hanya mendengar berita dari orang lain yang belum tentu kebenarannya. Kita harus membuktikannya sendiri sesuai dengan kenyataannya. Maka kita harus melihat sesuatu dengan cermat dan tidak boleh tergesa-gesa untuk mengambil suatu kesimpulan akhir."
Keterangan :
Ada sebuah perumpamaan sederhana untuk menjelaskan kata-kata tersebut. Disebuah sekolah SD saat jam olahraga, Anto melihat temannya yang bernama Riko mengambil uang Rp. 5.000,00 di tas Bodhi. Tanpa pikir panjang, Anto langsung melaporkan kepada guru ke kantor bahwa Riko mencuri uang miliknya Bodhi. Akhirnya Anto, Riko, dan Bodhi dipanggil di kantor untuk dimintai keterangan yang benar. "Riko…! Apakah kamu mengambil uangnya Bodhi Rp.5.000,00?" tanya pak Guru. "Ya …pak, tetapi saya disuruh Bodhi, karena Bodhi kecapekan saat olahraga lari. Jadi saya disuruh untuk mengambilkan uang Bodhi," jawab Riko. "Apakah benar Bodhi?" tanya pak Guru lagi. "Benar pak…!" kata Bodhi. Dari perumpamaan tersebut, kita dapat mengambil suatu kesimpulan janganlah kita tergesa-gesa untuk mengambil suatu keputusan. Apa yang kita lihat secara langsung belum tentu sesuai dengan kebenarannya. Setelah mendengar penjelasan Papa Dwi, semua Xiao Tai Yang menjadi lebih mengerti dan lebih paham agar tidak terburu-buru dalam melakukan kegiatan. Melakukan kegiatan dan bekerja harus dengan sepenuh hati. Hari sudah mulai siang, maka siswa kelas budi pekerti melanjutkan latihan isyarat tangan untuk persiapan pemberkahan akhir tahun nanti. Di akhir kelas budi pekerti, semua Xiao Tai Yang berdoa dan berharap dapat mengambil manfaat dari kegiatan dihari ini. | |||
Artikel Terkait
Bersama Menapak di Jalan Bodhisatwa
30 Maret 2016
Kejutan yang Menyenangkan
30 Mei 2012 Kegiatan ini merupakan penempelan keempat kali yang telah dilaksanakan relawan Tzu Chi Tanjung Balai Karimun. Panasnya terik matahari tidak menyurutkan niat relawan untuk menyebarkan kebenaran.
Peringati 20 Tahun Pascatsunami Aceh, Yayasan Buddha Tzu Chi menggelar Baksos Kesehatan ke-146
19 Desember 2024Yayasan Buddha Tzu Chi, bekerja sama dengan TNI AD Iskandar Muda, menggelar Baksos Kesehatan ke-146 dalam rangka memperingati 20 tahun pascabencana tsunami Aceh. Kegiatan ini memberikan harapan baru bagi 104 pasien yang membutuhkan operasi, termasuk anak-anak.








Sitemap