Memahami dan Bersatu Hati untuk Menapaki Jalan Bodhisatwa

Jurnalis : Diyang Yoga W, Younatan (Tzu Chi Surabaya), Fotografer : Diyang Yoga W, Sheila, Sophie (Tzu Chi Surabaya)

Relawan Tzu Chi Surabaya mengikuti Pelatihan Relawan Abu Putih secara online bersama dengan pemateri untuk terus membina diri, memperdalam nilai-nilai Tzu Chi, dan mempersiapkan diri memberikan manfaat bagi sesama.


“Bila setiap orang bersatu hati dan bergotong royong, kita baru bisa mengoptimalkan kekuatan hingga paling maksimal.”
Kata Perenungan Master Cheng Yen

Sebanyak 29 relawan mengikuti Pelatihan Relawan Abu Putih ke-4 pada Minggu, 30 Agustus 2026. Sejak pagi, Kantor Perwakilan Tzu Chi Surabaya terasa hangat dan penuh kekeluargaan. Para relawan hadir dengan niat untuk terus membina diri, memperdalam nilai-nilai Tzu Chi, dan mempersiapkan diri memberikan manfaat bagi sesama.

Sepanjang pelatihan, para relawan dengan khidmat menyimak setiap materi yang disampaikan. Meski rangkaian kegiatan berlangsung hingga sore, semangat dan sukacita tetap terpancar. Setiap materi tidak hanya didengarkan, tetapi diharapkan menjadi bekal untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan saat menjalankan kegiatan Tzu Chi.

Pada sesi pertama, Agus Hartono Shixiong membawakan materi “Bersatu Hati di Jalan Tzu Chi”. Relawan diajak memahami kembali makna sepuluh sila sebagai pedoman moralitas untuk menjaga pikiran, ucapan, dan perbuatan. Dengan menjaga sila, relawan turut menciptakan keharmonisan dan menghindari munculnya karma buruk. Penerapannya dapat dimulai dari hal sederhana, seperti menjaga ucapan, tidak menyebarkan fitnah, serta bijak dalam menggunakan media sosial.

Materi berikutnya disampaikan Wylen Shijie mengenai konsep 4 in 1, sebuah sistem yang menyatukan hati dan langkah dalam menjalankan misi Tzu Chi. Relawan juga diajak memahami sejarah terbentuknya konsep tersebut, termasuk pembelajaran saat Tzu Chi menghadapi wabah SARS, ketika sistem yang terlalu terpusat membuat pengambilan keputusan menjadi kurang fleksibel. Konsep 4 in 1 kemudian menjadi salah satu cara agar relawan dapat bergerak lebih sigap sesuai kebutuhan di lapangan.

Sebanyak 29 relawan Tzu Chi Surabaya mendengarkan materi dengan penuh semangat dan sukacita.

Memasuki materi ketiga, Hendry Zhou Shixiong mengajak relawan merenungkan kembali tujuan berada dalam barisan Tzu Chi yang berlandaskan amanat Master Yin Shun, “Demi Ajaran Buddha, Demi Semua Makhluk.”

Pembinaan ke dalam menjadi bagian penting dalam perjalanan relawan. Melalui empat nilai dalam Wu Liang Yi Jing Bab Sifat Luhur, yaitu hati yang tenang dan jernih, tekad yang luas dan luhur, teguh tak tergoyahkan, serta kesungguhan dalam masa tak terhingga, relawan diajak membangun ketulusan, keyakinan, dan kesungguhan. Nilai tersebut kemudian diwujudkan melalui pelaksanaan empat misi dan delapan jejak Tzu Chi.

Selanjutnya, Johnny Shixiong membawakan materi “Menjadi Teladan dan Memikul Tanggung Jawab di Jalan Bodhisatwa”. Relawan diajak tidak takut menerima tanggung jawab hanya karena khawatir kekurangan waktu atau menghadapi konflik. Tanggung jawab merupakan kesempatan untuk melatih kesabaran dan kebijaksanaan. Namun, tanggung jawab juga tidak boleh menjadi sesuatu yang membuat seseorang melekat atau merasa lebih tinggi dari orang lain.

Setelah istirahat makan siang, pelatihan dilanjutkan dengan materi Misi Pendidikan Tzu Chi yang dibawakan Ernie Lindawati Shijie. Pendidikan, menurut pandangan Master Cheng Yen, memiliki kekuatan untuk menularkan kebaikan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Pendidikan Tzu Chi tidak hanya menekankan pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter dan nilai-nilai luhur.

Dalam membina dan mendidik, tantangan tentu tidak dapat dihindari. Karena itu, Ernie Lindawati Shijie mengingatkan, “Jangan pernah ada kata menyerah, sebandel-bandelnya anak pasti ada cara kita menghadapinya.”

Di akhir kegiatan, fungsionaris Hu Ai Tzu Chi Surabaya membagikan suvenir kepada relawan yang telah hadir dalam Pelatihan Abu Putih 4.

Materi terakhir disampaikan Sufei Shijie dengan tema “Proyek Pembangunan Jiwa Kebijaksanaan”. Relawan kembali diajak memahami budaya humanis Tzu Chi melalui gan en, zun zong, dan ai. Bersyukur, menghormati, serta peduli kepada sesama menjadi nilai yang diharapkan hadir dalam setiap sikap dan perilaku relawan.

Kevin, selaku PIC Pelatihan Relawan Abu Putih ke-4, turut merasakan sukacita melihat semangat para relawan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. “Saya melihat relawan saat pelatihan kali ini berjalan suka cita meskipun hingga sore. Materi kali ini sangat bagus karena dengan materi ini relawan diharapkan dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, terutama saat berkegiatan dengan Tzu Chi,” ujarnya dengan penuh suka cita.

Rangkaian pelatihan kemudian ditutup dengan pesan cinta kasih dari Like Shijie. Seharian penuh, para relawan tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga diajak kembali melihat ke dalam diri, menjaga kemurnian niat, dan menyatukan langkah dalam menjalankan kebajikan.

Editor: Metta Wulandari

Artikel Terkait

Membina Insan Tzu Chi Berbakat melalui Pelatihan

Membina Insan Tzu Chi Berbakat melalui Pelatihan

02 Juni 2023

Relawan Tzu Chi komunitas He Qi Barat 1 mengadakan Pelatihan Abu Putih ke-3, di ruang Xi Shi Ting, Aula Jing Si, PIK, Penjaringan, Jakarta Utara pada Minggu, 28 Mei 2023. 

Belajar dari Kampus Kehidupan

Belajar dari Kampus Kehidupan

14 Maret 2019

Relawan Tzu Chi dari komunitas He Qi Pusat, Hu Ai Pusat Sehati, Xie Lie Cikarang bersama dengan Xie Lie Bekasi kembali mengikuti Pelatihan Relawan Abu Putih pada hari Minggu, 24 Febuari 2019 yang diikuti oleh 36 relawan di Aula RS Sentra Medika, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat.

Tzu Chi yang Menginspirasi

Tzu Chi yang Menginspirasi

13 April 2016
Minggu, 10 April 2016 Yayasan Buddha Tzu Chi Tanjung Balai Karimun mengadakan pelatihan relawan baru. Relawan Tzu Chi di Tanjung Batu memiliki semangat yang luar biasa. Karena Tanjung Batu merupakan pulau tersendiri dan relawan harus naik kapal terlebih dahulu untuk bisa datang ke Tanjung Balai Karimun. Kegiatan ini diikuti oleh 140 relawan.
Genggamlah kesempatan untuk berbuat kebajikan. Jangan menunggu sehingga terlambat untuk melakukannya!
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -