Memaknai Kedamaian Waisak Lewat Doa Bersama Tzu Ching Medan

Jurnalis : Joshlyn Cennatha (Tzu Ching Medan), Fotografer : Joshlyn Cennatha, Jody Edbert Tjoe (Tzu Ching Medan), Kenji Marwies (Tzu Chi Medan)

Tzu Ching Medan mengadakan acara doa bersama Waisak di Universitas Prima Indonesia. dalam kegiatan doa bersama di Hari Waisak. Kegiatan doa bersama ini diikuti sebanyak 430 mahasiswa serta didukung 40 relawan Tzu Ching dan 23 relawan tunas.

Orang yang memahami cinta kasih dan rasa syukur akan memiliki hubungan yang terbaik dengan sesamanya.”- Master Cheng Yen

Hari Waisak yang merupakan perayaan bagi umat Buddha ini sekaligus memperingati tiga peristiwa penting dalam kehidupan Buddha, yaitu kelahiran, pencapaian pencerahan sempurna, dan Parinibbana. Pada perayaan ini, ialah momen refleksi diri bagi umat Buddha untuk memperkuat nilai-nilai kebijaksanaan, kasih sayang, dan kedamaian yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam rangka memperingati Hari Raya Waisak, Tzu Ching Medan mengajak pemuda-pemudi menyelenggarakan kegiatan yang bertema “Doa Bersama Waisak” yang dilaksanakan di Hall Utama Universitas Prima Indonesia.

Kegiatan doa bersama ini diikuti sebanyak 430 mahasiswa serta didukung 40 relawan Tzu Ching dan 23 relawan tunas. Dalam kegiatan ini, mereka saling bekerja sama untuk memastikan seluruh rangkaian acara dapat berjalan dengan baik.

Kegiatan doa bersama di Hari Waisak ini dibuka langsung oleh Abdi Darma (kanan) selaku perwakilan Universitas Prima Indonesia.

Bhante Siripanno (kanan) dan Bhante Kusalacitto (kiri) memberikan ceramah kepada peserta doa bersama Waisak di Universitas Prima Indonesia.

Rangkaian acaranya diawali dengan sambutan Abdi Darma selaku perwakilan dari Universitas Prima Indonesia. Kemudian acara selanjutnya yaitu sambutan koordinator acara dari relawan Tzu Cing Medan, Aini Lidjaya dan Jennifer.

Setelah sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan mengikuti Dhammadesana yang dibawakan Bhante Siripanno dan Bhante Kusalacitto. Melalui ceramah yang diberikan Banthe, seluruh peserta diajak untuk lebih meresapi kembali tentang ajaran Buddha.

Acara dimulai dengan lantunan Gatha Pendupaan dan Gatha Pujian bagi Buddha. Kemudian dilanjutkan dengan prosesi pemandian rupang Buddha.

Sebagai penutup, peserta menonton tayangan video Ceramah Master Cheng Yen yang mengangkat makna Hari Waisak serta kilas balik kegiatan Tzu Ching dengan menampilkan berbagai momen kebersamaan dan kegiatan yang telah dilakukan selama ini.

Jennifer sebagai koordinator acara memberikan kata sambutan dalam acara Waisak di Universitas Prima Indonesia.

Relawan Tzu Ching Medan, Jennifer sebagai koordinator acara juga menyampaikan bahwa nilai utama yang ingin ditanamkan kepada peserta, ialah cinta kasih, kepedulian terhadap sesama, rasa syukur, serta semangat untuk terus berbuat baik. Ia berharap melalui kegiatan ini dapat menjadi sarana bagi generasi muda untuk belajar saling menghargai dan mampu membawa dampak positif bagi lingkungan di sekitar mereka.

“Harapannya melalui kegiatan ini, para peserta dapat menjadi pribadi yang lebih bijaksana serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” ujar Jennifer.

Kerin (kiri) dan Angelline (kanan) sedang khusyuk mengikuti kegiatan doa bersama Waisak.

Relawan Tzu Ching lainnya, Kerin dan Angelline memberikan kesan selama mengikuti acara ini. Mereka menyampaikan banyak pengalaman dan pelajaran berharga selama mengikuti perayaan Waisak. “Kegiatan ini tidak hanya menambahkan pemahaman mengenai ajaran Buddha, tetapi membantu kita lebih memahami arti kebersamaan, kepedulian terhadap sesama, dan pentingnya menjaga ketenangan batin,” ungkap Kerin.

Begitu pula dengan Angelline. Ia pun merasa bahwa kegiatan-kegiatan positif seperti perayaan Waisak harus diikuti oleh para genarasi muda. “Semoga akan lebih banyak lagi muda-mudi yang dapat meluangkan waktu untuk mengikuti kegiatan positif, hal ini jadi kesempatan untuk menenangkan diri, membuka pikiran, dan mendapatkan banyak pelajaran hidup yang bermanfaat,” ucap Angelline.

Lewat kegiatan perayaan Waisak ini, seluruh peserta diajak untuk menumbuhkan nilai-nilai ajaran Buddha, sehingga semangat cinta kasih, kepedulian, dan kebajikan dapat terus berkembang serta memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Editor: Nur Al Fajar Rumsari

Artikel Terkait

Sukacita Waisak Warnai Kebersamaan Keluarga

Sukacita Waisak Warnai Kebersamaan Keluarga

12 Mei 2026

Perayaan Waisak 2026 di Tzu Chi Center menghadirkan kisah hangat tentang kebersamaan keluarga, ketulusan relawan, dan semangat menjaga tekad awal dalam menapaki jalan kebajikan.

Merasakan Kebhinnekaan di Perayaan Waisak Tzu Chi Biak

Merasakan Kebhinnekaan di Perayaan Waisak Tzu Chi Biak

22 Mei 2017

Matahari bersinar dengan cerah setelah sebelumnya diguyur hujan lebat sehingga Tzu Chi Biak dapat melaksanakan Waisak Bersama. Relawan Komite, Biru Putih, Abu Putih, Relawan Cilik, Paskhas, Siswa Sekolah, Pramuka dan Taekwondo mengikuti Upacara Pemandian Rupang Buddha dengan khusyuk.

Waisak Tzu Chi 2018: Dari Satu Menjadi Tak Terhingga (Bag. 2)

Waisak Tzu Chi 2018: Dari Satu Menjadi Tak Terhingga (Bag. 2)

15 Mei 2018

Sejak Yayasan Buddha Tzu Chi berdiri hingga kini berusia 25 tahun, Chia Wenyu selalu mendapatkan tanggung jawab sebagai pemandu acara. Namun pemandangan berbeda ada di Waisak Tzu Chi 2018. Wenyu kali ini tidak lagi ada di depan panggung, dirinya duduk dengan anggun di barisan pembawa persembahan bersama 120 relawan Tzu Chi lainnya.

Beramal bukanlah hak khusus orang kaya, melainkan wujud kasih sayang semua orang yang penuh ketulusan.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -