Memberi Perhatian untuk Memetik Pelajaran

Jurnalis : Kho Ki Ho (Tzu Chi Pekanbaru), Fotografer : Kho Ki Ho, Liliana, Herman Susanto (Tzu Chi Pekanbaru)

Salah satu relawan Tzu Chi menjelaskan tata krama sebelum melakukan kunjungan kasih kepada Gan En Hu.

Relawan Tzu Chi Pekanbaru kembali melaksanakan kegiatan kunjungan kasih pada Minggu, 3 Mei 2026. Kegiatan ini diikuti 47 peserta yang diawali dengan pembekalan sebelum kunjungan. Lalu dilanjutkan dengan kunjungan kepada keluarga penerima bantuan, serta ditutup dengan sesi berbagi pengalaman dan refleksi bersama.

Sebelum berangkat, relawan berkumpul untuk menyelaraskan hati. Dalam pembekalan disampaikan pentingnya menjaga sikap, tutur kata, serta menghadirkan ketulusan saat berinteraksi dengan keluarga yang dikunjungi. Kunjungan kasih bukan sekadar memberikan bantuan materi, tetapi juga menghadirkan perhatian, mendengarkan, dan memberi semangat kepada para penerima bantuan.

Setelah kunjungan, relawan berkumpul kembali untuk berbagi pengalaman. Momen ini menjadi ruang refleksi untuk menumbuhkan rasa syukur dan memperkuat tekad menebarkan kebaikan.

Salah satu sukarelawan yang baru pertama kali mengikuti kegiatan ini adalah Hengky, ia belajar banyak dari kunjungan tersebut. “Ada loh yang lebih susah dari kita, ada juga yang harus dibantu, kami kunjungi masuk bulan ketiga untuk dibantu, dan bulan keempat beliau sudah dapat pekerjaan yang layak dan tempat tinggal yang sudah bagus, semoga Gan En Hu ini ke depan tetap di tempat pekerjaan sekarang,” ungkap Hengky.

Relawan Tzu Chi mengunjungi salah satu penerima bantuan. Para relawan selalu memantau kondisi perkembangan para penerima bantuan.

Salah satu relawan kembang Tzu Chi, Nicki, membagikan pelajaran tentang pentingnya saling membantu dan saling memberi dalam kehidupan.

Kunjungan ini juga menyentuh hati relawan Tzu Chi, trutama bagi Gimjan. Ia menumbuhkan tekad untuk menjaga kesehatan agar dapat membantu orang yang membutuhkan. “Saya baru pertama kali ikut kunjungan kasih ini, sangat tersentuh yang kami lihat itu kasihan sekali, rumahnya sangat tidak layak, saya baru lihat sakit seperti itu. Tapi dia semangat, tidak menyalahkan Tuhan dan keadaan. Membuat kita sadar kita harus jaga kesehatan, supaya tetap sehat bisa bantu orang,” ungkap Gimjan yang ikut berempati pada penerima bantuan yang dikunjunginya.

Berbagai pelajaran pun didapat relawan yang mengikuti kunjungan kasih kali ini. Terutama bagi Nicki, ia merasakan pentingnya saling membantu satu sama lain. “Pelajaran yang aku dapatkan, adalah pentingnya saling bantu satu sama lain, jadi saling memberi,” ungkap salah satu relawan kembang Tzu Chi, Nicki.

Relawan Tzu Chi lainnya, Sariyanti, juga memperoleh hikmah dari kegiatan ini. “Hikmah yang diambil, ya kita harus sering melihat yang kayak gini supaya kita bersyukur”, ungkap Sariyanti

Nicki (rompi relawan) mengunjungi salah satu penerima bantuan. Ia mendapatkan banyak pelajaran yaitu pentingnya saling membantu dari kunjungan kasih ini.

Melalui kunjungan kasih ini, relawan belajar bahwa melihat penderitaan bukan hanya menumbuhkan empati, tetapi juga menghadirkan rasa syukur yang mendalam. Harapannya, penerima bantuan dapat terus mempertahankan kehidupan yang lebih baik dan kelak dapat ikut membantu sesama, sehingga benih kebajikan dapat terus berputar tanpa henti.

Editor: Fikhri Fathoni

Artikel Terkait

Jalinan Jodoh Pestus Bersama Tzu Chi

Jalinan Jodoh Pestus Bersama Tzu Chi

15 Juli 2024

Pestus Jurumanto Situmorang mendapatkan musibah ketika sedang berjuang untuk keluarga. Bersyukur ia dapat tertangani dengan baik berkat perawatan dokter dan dukungan Tzu Chi. Sebagai bentuk rasa syukur, Pestus juga tergerak untuk ikut membantu orang lain. 

Bersyukur dan Menghargai Ladang Berkah

Bersyukur dan Menghargai Ladang Berkah

18 Juli 2024

Selain bantuan pengobatan, perhatian dan pendampingan relawan juga memberi semangat dan harapan bagi pasien untuk sembuh. Selain itu, kunjungan kasih ke rumah para penerima bantuan juga bisa menjadi pintu masuk bagi masyarakat untuk lebih mengenal Tzu Chi.

Biar Langit Mendung, Hati Para Relawan Tzu Chi ini Tetap Terang

Biar Langit Mendung, Hati Para Relawan Tzu Chi ini Tetap Terang

15 April 2025

Pagi itu langit mendung menggantung rendah. Meski begitu, Akuan dan tiga relawan Tzu Chi lainnya tetap mantap memanaskan mesin motor mereka menuju kediaman seorang penerima bantuan Tzu Chi.

Setiap manusia pada dasarnya berhati Bodhisatwa, juga memiliki semangat dan kekuatan yang sama dengan Bodhisatwa.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -