Bersyukur dan Menghargai Ladang Berkah
Jurnalis : Nani (Tzu Chi Batam), Fotografer : Andy Tan, Hoslan (Tzu Chi Batam)
Lina (dua dari kiri) bersama relawan Tzu Chi lainnya mengunjungi rumah Ameena (2), penerima bantuan jangka panjang Tzu Chi. Kepada Rini Afrianti, ibu Ameena, relawan memberikan semangat dan motivasi untuk terus bersemangat menjalani pengobatan untuk Ameena.

Sebanyak 90 orang peserta kunjungan kasih menyaksikan tayangan Lentera Kehidupan Master Cheng Yen sebelum melakukan kegiatan.
Ameena menderita Truncus Arteriosus (kelainan pembuluh darah dan jantung bocor). Saat kasus ini dilaporkan (14/2/2023), Ameena masih bayi berusia 4 bulan. Ameena merupakan anak bungsu dari 4 bersaudara. Hasil konsultasi dari dokter di poli jantung anak, Ameena harus menjalani dua tindakan operasi pemasangan selang pembuluh darah. Kendalanya adalah saat itu kondisi Ameena berat badannya tidak ideal (cukup) untuk menjalani tindakan operasi sehingga operasi mengalami penundaan. Kini Ameena sudah bisa lanjut tindakan ke RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Ini adalah hal gembira yang ditunggu oleh orang tuanya. Bisa melihat Ameena sembuh layaknya anak-anak normal lainnya merupakan doa dan harapan orang tua Ameena.

Relawan Tzu Chi membawakan bantuan dan santunan kepada para penerima bantuan pengobatan Tzu Chi.

Para relawan saling berbagi cerita dan kesan mereka selama mengunjungi dan mendampingi para penerima bantuan.
Artikel Terkait
Kunjungan Relawan Tzu Chi yang Penuh Harapan dan Kehangatan
13 Maret 2025Komunitas relawan Tzu Chi di Hu Ai Perintis kembali menggelar Kunjungan Kasih Bersama. Momen kali ini sangat bermakna, dengan pembagian lima grup yang mengunjungi rumah Gan En Hu (GEH).
Kesembuhan Abidzar Menjadi Semangat Ibu dan Ayah
15 Agustus 2024Pendampingan terus dilakukan relawan Tzu Chi Medan untuk keluarga Abidzar, seorang anak penderita kelainan genetik yang menyebabkan gangguan pertumbuhan tulang dan struktur wajah.
Alat Bantu Dengar dari Tzu Chi Bikin Ruby Makin Ceria dan Juga Pintar
08 Mei 2024Dibanding dua sesi terapi sebelumnya, hari itu Ruby (5) sangat kooperatif. Ia sudah tak lari-larian, sudah tak merebut mainan lagi. Ia duduk tenang mengikuti instruksi terapisnya, Kak Afifah dengan baik.







Sitemap