Memberikan Rasa Tenteram
Jurnalis : Hadi Pranoto, Fotografer : Hadi Pranoto
|
| ||
Menyelamatkan Surat-surat Berharga Kebetulan saat kejadian, hanya Sumlawi yang ada di rumah. Suaminya saat itu sedang bekerja dan anaknya sedang bermain bersama teman-temannya. Selain surat-surat berharga dan motor, semua harta bendanya lenyap tak bersisa. “Padahal warung itu baru saja saya isi, baru belanja kemarinnya,” sesalnya. Menurut taksirannya, kerugian dari warung saja mencapai 3 juta rupiah, sebuah jumlah yang cukup besar bagi Sumlawi dan keluarga. Saat ini ia bersama suami dan anaknya tinggal di tenda pengungsian yang dibangun Palang Merah Indonesia (PMI) dan aparat pemerintahan setempat. Kesedihan dan kecemasan yang sama juga dirasakan oleh Emi (42), tetangga Sumliwah. Nasib Emi lebih miris lagi, ia sama sekali tidak sempat menyelamatkan barang-barang dan harta bendanya. “Saya mah nggak ada yang kebawa pisan. Begitu dengar ada teriakan kebakaran, saya langsung bawa anak dan cucu saya,” ungkapnya, “barang-barang nggak dipikirin yang penting keselamatan anak-anak.”
Ket : - Sumlawi (kaus biru) sedang berkumpul bersama keluarganya di tenda pengungsian. Selain kehilangan rumah, Sumlawi juga mesti merelakan warungnya yang hangus terbakar.(kiri) Emi yang bekerja sebagai Pembantu Rumah Tangga (PRT) ini merasakan kesedihan yang luar biasa. “Mana suami lagi nganggur, makanya bingung. Sehari-hari susah, mau ngontrak nggak punya duit,” ungkapnya sedih. Dengan penghasilan 20 ribu per hari, Emi mengaku uang sebesar itu hanya cukup untuk makan sehari-hari saja. “Mana pas kebakaran, duit tinggal 70 ribu kebakar pisan. Nggak bawa apa-apa, baju yang kepake aja,” jelasnya. Sama seperti Sumlawi, Emi dan keluarga juga kini tinggal di tenda-tenda pengungsian. Meringankan Derita Korban
Ket : - Kebakaran yang terjadi pada Minggu malam, 4 Juli 2010 ini diduga berasal dari korsleting listrik di rumah salah satu warga. Kebakaran ini menghanguskan lebih dari 60 rumah di RT 01/RW 01 Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara. (kiri)
| |||
Artikel Terkait
BEM FIB Universitas Indonesia Kembali Kunjungi Tzu Chi Center
11 Juni 2019Tim Departemen Pengabdi Masyarakat dan Lingkungan BEM FIB Universitas Indonesia pun kembali berkunjung ke Tzu Chi PIK. Ini merupakan kedatangan mereka yang kedua kalinya. Kedatangan kali ini berbeda dari sebelumnya, sekarang Sphatika mengajak 43 teman-teman komunitas BEM dari berbagai jurusan.
Menjalin Cinta Kasih Lewat Setetes Darah
29 Februari 2024Donor darah penuh cinta kasih Tzu Chi Surabaya kali ini diadakan di Kantor Yayasan Buddha Tzu Chi Surabaya. Sebanyak 69 pendonor siap untuk membantu PMI Surabaya yang sedang kekurangan stok darah.








Sitemap