Membina Rasa Kasih Sayang
Jurnalis : Junaedy Sulaiman (Tzu Chi Lampung), Fotografer : Junaedy Sulaiman (Tzu Chi Lampung)|
|
| ||
Pekerjaan warga umumnya adalah nelayan, petani, buruh tani dan kebun serta guru sekolah. Tempat yang digunakan untuk pemeriksaan mata adalah kantor kepala desa. Terbatasnya fasilitas di tempat tersebut membuat relawan segera bahu-membahu mengatur meja dan kursi sebagai tempat pendaftaran dan mempersiapkan sebuah ruangan untuk pemeriksaan dokter. Pembagian tugas juga dilakukan untuk kelancaran kegiatan. Ada relawan yang bertugas sebagai pendata pasien di meja pendaftaraan dan memberikan nomor peserta. Lalu ada juga yang bertugas untuk melakukan visus kepada pasien, yaitu mengukur jarak pandang pasien. Selain itu, ada juga relawan pendamping yang dengan penuh kasih menuntun dan membantu pasien yang kesulitan melihat untuk jalan dan duduk. Pemeriksaan tensi dilakukan oleh Bidan Wawat Mike dari Puskesmas Padang Cermin. Awalnya warga yang datang sebanyak 20 orang dari desa tetangga: Desa Banjaran yang dikoordinir oleh relawan Cipto Timotius. Kebanyakan dari mereka mengalami kesulitan dalam melihat dan keluhan-keluhan lain seperti mata merah, mata gatal dan berair. Selain warga yang telah didata ada juga warga lain yang ikut datang mendaftar, sehingga jumlah pasien yang akan diperiksa menjadi sebanyak 97 orang.
Keterangan :
Fauzi sebagai lurah setempat mengapresiasi kedatangan tim medis dan relawan Tzu Chi ke daerahnya untuk melakukan pemeriksaan mata pada warganya yang menderita katarak. Menurut Fauzi hal ini dapat membantu meringankan biaya transportasi bagi warga yang ingin berobat. “Bisa dibayangkan jika sebanyak ini penderita katarak, ditambah pendampingnya harus menuju Kantor Tzu Chi di Bandar Lampung, berapa banyak biaya yang harus dikeluarkan?” ujar Fauzi kepada Suherman Harsono, relawan Tzu Chi Lampung.”Terimakasih kepada insan Tzu Chi,” ujar Fauzi didampingi relawan Husnan yang selama ini menjadi penghubung dengan relawan di Kantor Tzu Chi Lampung. Mbah Nuri (72) walaupun sudah menggunakan kacamata namun masih tetap sulit untuk melihat. Dengan adanya kegiatan baksos kesehatan nanti, Mbah Nuri berharap ia dapat melihat kembali. Menurut hasil pemeriksaan dokter Arry Setyawan, katarak yang diderita Mbah Nuri dapat dioperasi setelah diperiksa lebih lanjut pada saat screening tanggal 19-20 November 2011 nanti. Demikian juga perasaan senang yang dialami oleh Ruslaini dan Sulaiman yang diperbolehkan dokter untuk mengikuti screening mata berikutnya. Dengan melakukan proses pendataan ini, teringat akan Kata Perenungan Master Chneg Yen, "Bersyukurlah kepada orang yang menerima bantuan kita, karena mereka memberikan kesempatan baik bagi tercapainya pembinaan rasa kasih sayang kita." Hal inilah yang menginspirasi relawan Tzu Chi Lampung untuk terus bekerja. Tidak terasa waktu sudah menunjukan pukul 15.00 WIB ketika semua pasien selesai diperiksa. Terdapat 50 pasien yang lolos untuk diperiksa lebih lanjut dalam screening pada tanggal 19 – 20 November nanti.
| |||
Artikel Terkait
Waisak 2556: Merayakan Dengan Sepenuh Hati
21 Mei 2012 Tanggal 13 Mei 2012, bertempat di lapangan Kompleks Tzu Chi Centre PIK, Jakarta Utara, insan Tzu Chi merayakan Hari Waisak, Hari Ibu Internasional dan Hari Tzu Chi Sedunia.
Baksos Degeneratif di Tanjung Gundap, Hanya Perlu Kurangi Sedikit
23 Desember 2025Berkat bakti sosial kesehatan degeneratif yang rutin digelar Tzu Chi di Tanjung Gundap, kondisi kesehatan warga turut membaik. Seperti Ibu Sarinah, sebelumnya kadar gula darahnya lebih dari 500, sekarang sudah turun menjadi 200-an.








Sitemap