Membuka Mata Membantu Sesama

Jurnalis : Supardi (Tzu Chi Batam), Fotografer : Helen Chua, Tang A Ti Sumarno (Tzu Chi Batam)
 
 

fotoMinggu 4 Desember 201, insan Tzu Chi Kantor Penghubung Batam melakukan bakti sosial pembagian beras cinta kasih yang berasal dari Taiwan.

Pada hari minggu 27 November 2011, sebuah tim relawan dibawah bimbingan Nelly Shijie menelusuri perumahan warga RT 03 dan RW 03 dengan dibantu oleh istri RT ( Rukun Tetangga) sebagai pemandu jalan. Relawan harus melawan terik sinar matahari dan melewati kondisi jalanan yang berlumpur dan tergenang air limbah agar dapat menyurvei kondisi calon penerima beras yang terlampir dalam daftar yang telah disediakan oleh otoritas setempat.        

 

Saat tiba di rumah kayu nomor 60 atas nama Syarivudin(60), para relawan masuk ke dalam rumah calon penerima beras, melakukan observasi keadaan rumah dan mewawancarai pemilik rumah. Tangisan yang menyerupai suara tawa bercampur duka terdengar nyaring saat relawan memasuki rumah calon penerima beras. Rasa piluh mengisi hati para relawan setelah mengetahui Syarivudin telah menderita stroke sejak tahun 2009 dan tidak mampu lagi mengerakkan tubuh bagian bawah maupun berbicara. Kardijah(40) sang istri, harus bekerja sebagai pemulung sejak jam 09.00 pagi sampai jam 05.00 sore mengantikan suami sebagai kepala rumah tangga. Anaknya yang sulung bernama Roni Iskandar(15) juga bekerja sebagai pemulung dan telah berhenti bersekolah sejak kelas 3 SD. Anaknya yang bungsu bernama Suryani(9) sekarang sedang duduk di kelas 2 Sekolah Dasar.

Setelah melakukan observasi dan wawancara, tim relawan ini memberikan kupon beras kepada Kardijah. Dan tim relawan beranjak dari rumah bernomor 60 tersebut untuk melakukan survei ke rumah berikutnya.

foto   foto

Keterangan :

  • Tim relawan harus melewati jembatan kecil yang tergenang air saat menyurvei rumah warga calon penerima beras (kiri).
  • Saat tiba di kediaman keluarga Kardijah, relawan berinteraksi dengan suami Kardijah yang sedang sakit (kanan).

Minggu 4 Desember 2011, waktu menunjukan pukul 09.00 WIB, bertepatan dengan hari pembagian beras, Wendy Shijie ditemani Nelly Shijie mendatangi rumah bernomor 60 tersebut untuk mengadakan survei agar dapat menilai bantuan seperti apa yang dapat Yayasan lakukan bagi bapak Syarivudin dan keluarga. Setelah menanyakan beberapa pertanyaan berhubungan dengan kondisi keuangan, pekerjaan dan status pendidikan anak-anak pada Kardijah, Wendy Shijie meminta Syarivudin untuk mengerakkan tubuhnya untuk mengetahui dampak stroke terhadap mobilitas pasien.

Waktu menunjukan 10.00 WIB, para relawan berangkat bersama Kardijah dan putrinya  menuju lokasi pembagian beras. Jalan menuju lokasi dipenuhi oleh relawan dan penerima beras. Walaupun telah menerima beras cinta kasih dari Taiwan, sedikit pun tidak terpancar senyuman sukacita dari wajah Kardijah maupun putrinya karena tekanan kehidupan yang mereka alami. Walaupun bertujuan untuk melakukan survei terhadap penerima beras, namun terhadap mereka yang perlu dukungan lebih, para relawan tidak menutup mata dan melakukan tindakan lebih lanjut untuk membantu mereka.

 

  
 

Artikel Terkait

Bedah Buku: Mencerahkan di Saat yang Tepat

Bedah Buku: Mencerahkan di Saat yang Tepat

29 Februari 2012 “Sulit untuk mencerahkan orang di saat yang tepat” merupakan topik bedah buku 20 Kesulitan dalam Kehidupan Bab 18. Materi ini dibawakan oleh Kumuda Yap Shixiong pada tanggal 16 Februari 2012 di Jing Si Books & Café Pluit dengan peserta sebanyak 37 orang.
Kita Satu Keluarga

Kita Satu Keluarga

30 Agustus 2012 Pada hari sabtu (25/8) tim Tzu Chi yang terdiri dari 49 orang relawan maupun sukarelawan sudah tiba di lokasi penampungan korban kebakaran. Sebanyak 72 paket bantuan kebakaran dalam bentuk uang santunan kebakaran, gelas minum dan selimut dibagikan kepada kepala masing-masing keluarga.
Mengembangkan Keyakinan, Tekad, dan Praktik Nyata

Mengembangkan Keyakinan, Tekad, dan Praktik Nyata

15 Desember 2023

Dengan semangat dan tekad melatih diri, sejak pukul 07.30 WIB sebanyak 68 relawan Tzu Chi Palembang kembali berkumpul guna mengikuti pelatihan Abu Putih.

Menghadapi kata-kata buruk yang ditujukan pada diri kita, juga merupakan pelatihan diri.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -