Memulai dari Diri Sendiri (Bag. 2)
Jurnalis : Hadi Pranoto, Fotografer : Hadi Pranoto
|
| ||
Arifin dan Mariani berharap dengan memahami tentang manfaat pelestarian lingkungan, anak-anaknya dapat lebih menghargai sumber daya alam yang ada di bumi ini. “Jadi anak-anak kita juga ajari bahwa bumi ini nantinya untuk mereka. Papa dan mama kan nggak mungkin nikmatin lagi. kalau kita nggak mulai, kalian nggak mulai, nanti bisa-bisa nggak ada yang bisa nikmatin lagi. Terakhirnya tinggal di tumpukan sampah,” kata Mariani saat menjelaskan kepada anak-anaknya. Tak heran jika ketiga anaknya pun suka melakukan daur ulang. “Kalau pas lagi kosong ya bisa. Saya bilang bumi ini kan juga diwariskan untuk mereka jadi saya berharap mereka juga punya kepedulian yang sama, pandangan yang sama. Mereka nggak keberatan. Malah di sekolah, mereka ajak teman-temannya untuk bawa sampah daur ulang,” jelas Arifin. Berharap Semua Orang Bisa Berpartisipasi
Ket : - Mariadi, donatur sampah daur ulang yang kemudian menjadi relawan Tzu Chi. Mariadi bahkan turut menampung sampah daur ulang di rumahnya. (kiri) Menginspirasi Para Tetangga
Ket : - Marie tengah menangani kaleng aluminum sebelum dijual. Botol-botol aluminium ini memang harus diinjak lebih dahulu agar ringkas dibawa ke pengumpul. (kiri) Donatur lainnya adalah Mariati, yang tinggal masih dalam kompleks yang sama. Bahkan Mariati pun akhirnya tertarik untuk bergabung sebagai relawan Tzu Chi. Mariati yang sering jalan pagi mengelilingi kompleksnya ini setiap menemukan botol plastik di jalan selalu ia pungut dan bawa pulang ke rumah. Botol-botol itu ia bersihkan dulu sebelum dikumpulkan dan diserahkan ke mobil daur ulang Tzu Chi. “Nggak malu, bahkan kadang sampai ngorek-ngorek sampah,” ujarnya sambil tersenyum. Hampir setiap hari Mariati melakukan pelestarian lingkungan. “Daur ulang ini bisa ngilangin kejenuhan,” ungkapnya, “ada banyak waktu luang, lagi pula anak-anak sudah besar.” Apa yang dilakukan Mariati ini ternyata didukung oleh anak-anaknya. “Mereka nggak marah, malah mendukung,” tukas Mariati bangga. | |||
Artikel Terkait
Atasi Sampah Sekolah dengan Green Point
09 September 2022Dalam rangka mensosialisasikan Misi Pelestarian Lingkungan, Tzu Chi Medan melakukan sosialisasi green point ke beberapa sekolah, instansi, dan lembaga lainnya. Kali ini Tzu Chi bekerja sama dengan SMA Swasta Methodist Tanjung Morawa.
Pemberkahan Akhir Tahun di Tzu Chi Tanjung Balai Karimun
12 Januari 2017Dalam pemberkahan Akhir Tahun (PAT) 2016 yang digelar oleh Yayasan Buddha Tzu Chi Tanjung Balai Karimun, relawan juga menyosialisasikan tentang Gerakan 111. Melalui ajakan 1 orang, 1 hari bervegetarian, untuk 1 bumi diharapkan dapat menjaga bumi kita dan lebih mencintai makhluk hidup.
Green Point Solusi Masalah Sampah Perbankan
11 Agustus 2022Demi menjalankan misi pelestarian lingkungan, Tzu Chi Medan melakukan sosialisasi green point ke beberapa ruang publik di Kota Medan salah satunya adalah bank.








Sitemap