Memupuk Rasa Kepedulian Melalui Celengan Bambu

Jurnalis : Syahruni (Tzu Chi Sinar Mas), Fotografer : 3in1 Xie Li Gunung Mas


Pada 24 April 2018, penuangan Celengan Bambu juga dilaksanakan bersama relawan, perwakilan guru-guru dan siswa-siswi ETF Kebun Kajui.

Mengenalkan dan mendidik anak-anak untuk beramal dan berbuat baik melalui menabung di Celengan Bambu, inilah yang dilakukan relawan Tzu Chi Sinar Mas khususnya Xie Li Gunung Mas. Pada hari Selasa, 24 April 2018 bertempat di TK. Harapan Bangsa Kebun Jalemo, Desa Hujung Pata, Kec. Rungan Barat, Kab. Gunung Mas, Kalimantan Tengah, tujuh orang relawan berkumpul untuk memberikan sosialisasi. Kegiatan ini membimbing anak-anak untuk memahami arti berbagi ke sesama manusia yang membutuhkan dengan hati tulus ikhlas tanpa memandang besar dan kecilnya nilai donasi yang diberikan.

Dedi Saputra, relawan Tzu Chi menceritakan kepada anak-anak tentang sejarah Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia dan asal-muasal munculnya Celengan Bambu sebagai wadah untuk beramal dan berbuat baik. Dedi Saputra juga bercerita tentang kegiatan apa saja yang telah dilakukan oleh Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia untuk membantu umat manusia dari hasil-hasil donasi yang terkumpul melalui Celengan Bambu maupun para donatur.


Penuangan Celengan Bambu yang telah terisi donasi bersama anak-anak TK. Harapan Bangsa Kebun Jalemo agar mereka semakin memahami konsep Celengan Bambu.


Penyerahan Celengan Bambu ke anak-anak TK. Harapan Bangsa Kebun Jalemo.

Dalam sesi sosialisasi, seorang anak yaitu M. Ibnu Azzam menyampaikan pendapatnya. “Di luar sana masih ada orang yang kelaparan, jadi bisa kita bantu”, ungkapnya.

Kemudian dijawab oleh Dedi Saputra. “Iya, dengan kita menabung di Celangan Bambu ini, kita dapat membantu orang-orang yang kelaparan di luar sana. Makanya anak-anak ayo kita menabung di Celengan Bambu”, ajaknya.


Seorang anak sedang diberikan pemahaman konsep Celengan Bambu melalui kegiatan praktik langsung.


Sosialisasi celengan bambu disambut dengan keceriaan oleh anak-anak TK. Harapan Bangsa Kebun Jalemo

Dalam kegiatan ini, para relawan Tzu Chi Sinar Mas Xie Li Gunung Mas membagikan Celengan Bambu kepada 21 orang anak-anak TK yang hadir. Para relawan juga mengajak mereka untuk turut menuangkan Celengan Bambu yang telah terisi donasi. Relawan berharap, dengan cara bercerita, memberi contoh dan praktik kepada anak-anak TK yang masih polos ini kiranya dapat lebih memahami makna dari berbagi yang telah dijelaskan relawan sebelumnya.

Pada hari itu, penuangan Celengan Bambu juga turut dilaksanakan di Kantor Region Control Gunung Mas yang diikuti oleh perwakilan guru-guru dan siswa-siswi Eka Tjipta Foundation Kebun Kajui dan para relawan Tzu Chi Gunung Mas. Diharapkan dana yang terkumpul dapat bermanfaat bagi yang membutuhkan dan semangat berbagi ini dapat ditularkan kepada generasi berikutnya.

Editor: Khusnul Khotimah

Artikel Terkait

Cinta Kasih yang Menggerakkan Hati dan Tindakan

Cinta Kasih yang Menggerakkan Hati dan Tindakan

20 Februari 2026
Pengenalan tentang Tzu Chi yang digelar oleh Komunitas He Qi Jakarta Barat 3 berlangsung hangat. Nilai cinta kasih yang dibagikan terasa nyata, mengajak peserta untuk ikut melangkah dalam kebajikan.
Memupuk Rasa Kepedulian Melalui Celengan Bambu

Memupuk Rasa Kepedulian Melalui Celengan Bambu

17 Mei 2018
Mengenalkan dan mendidik anak-anak untuk beramal dan berbuat baik melalui menabung di Celengan Bambu, inilah yang dilakukan relawan Tzu Chi Sinar Mas khususnya Xie Li Gunung Mas. Pada hari Selasa, 24 April 2018 bertempat di TK. Harapan Bangsa Kebun Jalemo, Desa Hujung Pata, Kec. Rungan Barat, Kab. Gunung Mas, Kalimantan Tengah, tujuh orang relawan berkumpul untuk memberikan sosialisasi. 
Sosialisasi Tzu Chi dan Sharing Pengalaman

Sosialisasi Tzu Chi dan Sharing Pengalaman

05 Juli 2010
Keberhasilan konsep ini tercermin dari penganugerahan nama Kali Angke Tzu Chi untuk Kali Angke, dan Perumahan Cinta Kasih Tzu Chi di Cengkareng selalu menjadi percontohan, baik oleh pemerintah kota atau pengamat dari manca negara.
Cemberut dan tersenyum, keduanya adalah ekspresi. Mengapa tidak memilih tersenyum saja?
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -