Menanam Welas Asih Bersama Sosialisasi I TIMA Sumut

Jurnalis : Mellisa Sim (Tzu Chi Medan), Fotografer : Lim Hung Jeng, Mellisa Sim (Tzu Chi Medan)

Penampilan Shou Yu dengan lagu Satu Keluarga dibawakan relawan Tu Medan  bersama seluruh peserta di Kantor Tzu Chi Medan.

Suasana penuh kehangatan dan semangat kemanusiaan yang mendalam menyelimuti Huiso Cemara Asri, Medan. Pada Minggu, 21 Juni 2026, Tzu Chi International Medical Association (TIMA) Sumatera Utara mengadakan acara Sosialisasi TIMA ke-1 di Kantor Tzu Chi Medan.

Kegiatan ini, merupakan wadah istimewa yang mempertemukan puluhan profesional medis untuk menyelami lebih dalam visi, misi, dan keindahan budaya humanis Tzu Chi.

Dimulai pukul 08.00 WIB, acara dipandu langsung oleh dr. Sunario Salim, MKT ini dihadiri sebanyak 56 relawan Tzu Chi Medan dan 38 orang peserta calon anggota TIMA yang datang dari berbagai wilayah Sumatera Utara hingga Aceh.

Menapak Tekad Awal Sejarah Tzu Chi
Rangkaian acara diawali dengan khidmat oleh relawan Tzu Chi, kemudian acara resmi dibuka dengan penghormatan kepada Master Cheng Yen. Selanjutnya, seluruh relawan dan calon peserta bersama-sama menyanyikan Mars Tzu Chi, dilanjutkan dengan pembacaan 10 Sila Tzu Chi serta lantunan lagu "Jubah Putih" yang menyentuh hati juga semangat pengabdian relawan.

Sambutan pertama disampaikan ketua panitia, dr. Liana, ia memberikan penjelasan tentang pentingnya kembali kepada tekad awal dalam mengabdi kepada masyarakat. Menurutnya, kegiatan ini merupakan sarana bagi para calon anggota TIMA untuk lebih mengenal Tzu Chi dan memahami makna pelayanan kesehatan yang dilandasi oleh cinta kasih.  

"Tujuan utama dalam kegiatan ini yaitu kami perlu menanamkan tekad awal pada relawan baru, untuk mengenalkan Tzu Chi agar mereka semakin kuat dan konsisten serta dapat berjalan bersama hingga pelantikan nanti," ucap dr. Liana.

Salah satu relawan Tzu Chi, Handra Sikoko, memberikan penjelasan sejarah berkembangnya Tzu Chi di Indonesia kepada para peserta.

Selanjutnya, kegiatan sesi materi dibawakan oleh salah satu relawan Tzu Chi, Koordinator Bidang Pelatihan He Xin Sumatera Utara, Handra Sikoko, menjelaskan sejarah berdirinya Tzu Chi yang kini berusia 60 tahun dan sudah tersebar di 68 negara. Di Indonesia Tzu Chi mulai tumbuh sejak tahun 1993 yang kini berkembang pesat dengan memiliki 19 kantor cabang.

Ia mengulas tentang perjalanan awal Tzu Chi yang dimulai melalui kegiatan kunjungan kasih, program pemberantasan tuberkulosis (TB) di Serang pada tahun 1995, normalisasi sungai akibat banjir Kali Angke pada 2002,  peresmian Perumahan Cinta Kasih Cengkareng (2003), hingga peresmian Aula Tzu Chi Jakarta pada 7 Oktober 2012.

Mengobati Penyakit, Menyembuhkan Manusia dengan Hati
Kemudian, acara dilanjutkan dengan pemaparan materi kedua yang dibawakan salah satu anggota TIMA yang masih aktif yaitu dr. Hedy Tan, Sp.OG., MARS., ia menjelaskan bahwa TIMA Indonesia merupakan Organisasi Swadaya Masyarakat Nirlaba di bidang pelayanan medis yang bertanggung jawab langsung kepada Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia yang berkoordinasi dengan TIMA Pusat di Hualien, Taiwan.

Dengan visi luhur mengobati penyakit, menyembuhkan manusia dan menyembuhkan hati. dr. Hedy memaparkan rekam jejak aktivitas TIMA Sumut sepanjang tahun 2019 hingga 2025.

Kegiatan baksos dimulai dari donor darah, kesehatan umum, gigi, spesialis (Kulit, THT, Mata), hingga baksos bedah mayor/minor (Katarak, Sumbing, Hernia, Benjolan) yang bersinergi dengan TIMA Jakarta.

“Luangkan waktu untuk beramal dan mengabdi dengan tulus melalui TIMA. Setiap bentuk pengabdian yang dilakukan akan menjadi investasi kebaikan dan tabungan amal kita di masa depan," ucap dr. Hedy.

Misi Kesehatan dan Keindahan Budaya Humanis
Usai istirahat, kegiatan dilanjutkan dengan materi  yang diberikan Ketua TIMA Sumut yaitu dr. Willey Eliot, M.Kes., IBCLC, ia memberikan materi terkait Misi Kesehatan Tzu Chi dengan penjelasan tentang empat pilar nilai luhur medis Tzu Chi yaitu cinta kasih, menyelamatkan kehidupan, menjaga kesehatan, dan mewariskan cinta kasih melalui perawatan yang berpusat pada kemanusiaan (humanistic care) dengan penuh kehangatan.

“Harapannya, sosialisasi ini bisa terus diadakan dengan menjangkau wilayah diluar kota Medan agar semakin banyak lagi orang yang bersumbangsih," ucapnya

Materi terkait Misi Kesehatan Tzu Chi disampaikan oleh Ketua TIMA Sumut, dr. Willey Eliot, M.Kes., IBCLC, dengan penuh semangat.

Selain itu, acara dilanjutkan dengan pemaparan materi dari relawan Tzu Chi, Laily, ia memberikan penjelasan tentang keindahan Budaya Humanis Tzu Chi juga menegaskan bahwa esensi kebudayaan Tzu Chi tercermin dari interaksi melalui penampilan, komunikasi, dan perilaku sehari-hari. "Penampilan dan tutur kata mewakili kepribadian, karena itu harus menampilkan tata krama yang baik," _Master Cheng Yen.

Suasana legiatan semakin meriah pada siang hari dengan dilanjutkannya sesi penampilan Shou Yu (isyarat tangan) lagu Cí jì yīliáo shǒu qiānshǒu yang dibawakan relawan Hu Ai Cemara.

Kemudian, materi bakti sosial dan tanggap darurat disampaikan dr. Juskitar, Sp.KJ. Ia menjelaskan detail manajemen baksos skala besar/kecil, donor darah, tanggap bencana, hingga filosofi celengan bambu. "Kita harus berterima kasih kepada mereka yang mendapatkan bantuan, melalui merekalah kita diberi kesempatan untuk beramal," ujarnya.

Sesi materi terakhir dengan tema Menggalang Hati Menggalang Dana dibawakan ketua koordinator bidang kegiatan He Xin Sumut, Sylvia Chuwardi, Dalam pemaparannya, ia mengajak para tenaga medis untuk menumbuhkan kerendahan hati melalui kegiatan penggalangan.

"Prinsipnya dana kecil amal besar, satu niat baik dari banyak orang bisa menghalau ribuan bencana," ujarnya.

Kisah Inspiratif yang Menggetarkan Jiwa
Kali ini, kegiatan selanjutnya yaitu sesi sharing dari dr. Hervina, MKM, Sp.DVE, mengaku suadah bergabung di TIMA sejak 2007, awalnya ia ikut demi sertifikat, namun tersentuh oleh nilai-nilai Master Cheng Yen. "TIMA adalah jembatan terbaik untuk mendepositokan amal kita melalui setiap tindakan kasih, kepedulian, dan pengabdian yang diberikan dengan tulus kepada sesama," ucapnya.

Interaksi relawan Tzu Chi bersama peserta untuk menanamkan keindahan Budaya Humanis.

Terakhir, acara di tutup dengan pesan cinta kasih yang disampaikan Ketua Yayasan Tzu Chi Medan, Steel Edwin, ia memberikan apresiasi keoada para tenaga medis muda dan soliditas TIMA Sumut. "TIMA menyatukan keahlian profesi dengan nilai welas asih, rasa syukur, hormat, dan cinta kasih. Ketika welas asih dipadukan secara harmonis dengan profesionalisme pelayanan kesehatan, ia akan melahirkan kekuatan luar biasa yang tidak hanya menyembuhkan tubuh, tetapi juga menghangatkan hati," ucap Steel Edwin.

Editor: Nur Al Fajar Rumsari

Artikel Terkait

Tim Medis di Medan Bersiap Menjadi Relawan TIMA

Tim Medis di Medan Bersiap Menjadi Relawan TIMA

11 Agustus 2023

Sebanyak 73 relawan Medan turut serta menyimak Sosialisasi calon anggota Tzu Chi International Medical Association (TIMA) Indonesia ke-1 melalui sambungan daring.

HUT TIMA KE-11: Meneladani Masa Lalu, Bekerja Untuk Masa Depan

HUT TIMA KE-11: Meneladani Masa Lalu, Bekerja Untuk Masa Depan

27 November 2013 Berawal dari beberapa dokter dan relawan yang berbulat tekad melaksanakan misi kesehatan demi membantu lebih banyak orang, maka dokter-dokter ini seakan tidak takut menghadapi rintangan.
Tingkatkan Kebersamaan, Tebarkan Cinta Kasih

Tingkatkan Kebersamaan, Tebarkan Cinta Kasih

08 Desember 2014 Acara peringatan yang dihadiri oleh sekitar 300 tamu undangan tersebut  merupakan puncak acara dari Kamp TIMA yang digelar sejak 29 November 2014.
Giat menanam kebajikan akan menghapus malapetaka. Menyucikan hati sendiri akan mendatangkan keselamatan dan kesejahteraan.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -