Menciptakan Dunia yang Harmonis

Jurnalis : Galvan (Tzu Chi Bandung), Fotografer : Galvan (Tzu Chi Bandung)

fotoKetua Tzu Chi Bandung Herman Widjaja memberikan penjelasan dan arahan kepada para tamu undangan mengenai tata cara pembagian beras cinta kasih Tzu Chi.

Selasa, tanggal 13 September 2011, Yayasan Buddha Tzu Chi Kantor Perwakilan Bandung mengadakan sosialisasi pembagian beras cinta kasih yang bertempat di Kantor Perwakilan Tzu Chi Bandung, Jln. Ir. H. Juanda No. 179. Dalam kegiatan sosialisasi beras ini melibatkan 19 orang relawan Tzu Chi yang terdiri dari komite, biru putih, abu putih, Tzu Ching dan relawan baru.

 

Sebanyak 50 peserta mengikuti sosialisasi ini, diantaranya perwakilan dari Polsek, Koramil, Kecamatan, Kelurahan, Ketua RW, Ketua RT, tokoh masyarakat dan beberapa warga setempat, yang nantinya akan membantu proses pembagian beras. Sedangkan daerah yang akan mendapat pembagian beras untuk kali ini adalah kawasan Kecamatan Sukajadi dan Kecamatan  Andir, Bandung.

Sebelum acara dimulai, para peserta disuguhkan dengan penayangan video-video Tzu Chi, baik video kilas balik Tzu Chi Indonesia maupun video kilas balik Tzu Chi Bandung. Dalam sosialisasi pembagian beras cinta kasih ini dipimpin langsung oleh Ketua Tzu Chi Bandung, yaitu Herman Widjaja dan Wakil ketua Tzu Chi Bandung yaitu Djonni Andhella. Dalam paparannya, dijelaskan maksud dan tujuan dari pembagian beras ini serta prosedur pembagian beras, agar beras tersebut jatuh pada warga yang benar-benar layak untuk mendapatkan beras cinta kasih tersebut.

foto  foto

Keterangan :

  • Para peserta sosialisasi mendengarkan penjelasan tentang prosedur pembagian beras yang di paparkan langsung oleh Ketua Tzu Chi Bandung Herman Widjaja. Kegiatan ini berlangsung di Kantor Yayasan Buddha Tzu Chi Kantor Perwakilan Bandung.(kiri)
  • Encep Yaya (59), Ketua RW 07 mengajukan pertanyaan-pertanyaan seputar pembagian beras cinta kasih dan misi-misi kemanusian Tzu Chi. (kanan)

“Pembagian beras cinta kasih ini adalah amanat dari guru kami yaitu Master Cheng Yen. Dan beras ini telah dikirim ke berbagai dunia, dimana Indonesia adalah salah satu di antaranya. Indonesia sendiri mendapatkan kuota sebanyak 3.000 ton beras untuk dibagikan ke berbagai daerah. Sedangkan Bandung, mendapatkan kuota beras cinta kasih sebanyak 140 ton, dan harus dibagikan kepada warga miskin yang memang layak untuk mendapatkan beras tersebut,” ucap Herman Widjaja dalam sambutannya.

Herman pun menambahkan, “Tujuan dari pembagian beras Cinta kasih ini selain membagikan beras kepada warga yang tidak mampu, kami pun (relawan Tzu Chi-red) mencoba menjalin jodoh baik dengan warga setempat dan mensosialisasikan misi-misi Tzu Chi kepada warga setempat, dengan tujuan agar warga yang mendapatkan bantuan beras cinta kasih ini, dapat membantu kembali saudara-saudara kita. Selain itu, kami pun berkesempatan untuk mencari warga yang mempunyai penyakit yang nantinya dapat dibantu oleh Tzu Chi,” ujar Herman.       

foto  foto

Keterangan :

  • Sosialisasi pembagian kupon dan beras kepada aparat kelurahan ini dihadiri oleh Ketua RT, RW dan aparat kelurahan.(kiri)
  • Sebelum acara sosialisasi pembagian beras berakhir, Kapten Sudarso, Komandan Koramil 1803 memberikan arahan kepada para peserta sosialisasi agar pembagian kupon dan beras berlangsung lancar nantinya. (kanan)

Menurut Encep Yaya (59), Ketua RW (Rukun Warga) 07 Kelurahan Dungus Cariang, Kecamatan Andir, Bandung,  yang juga merupakan peserta sosialisasi beras cinta kasih Tzu Chi ini mengungkapkan bahwa setelah mengikuti sosialisasi ini ia akan segera melakukan rapat dengan RT, tokoh masyarakat dan warga setempat, khususnya bagi warga Kecamatan Andir. Rapat ini bertujuan agar pembagian beras ini tidak disalah artikan oleh warga penerima bantuan maupun warga lainnya dan tepat sasaran.

"Saya selaku Ketua RW 07, sangat berterima kasih sekali dengan adanya program dari Yayasan Buddha Tzu Chi ini untuk membantu masyarakat yang miskin. Karena kita tahu kalau di Kota Bandung itu masih banyak warga yang kurang mampu, terutama di daerah kami(RW 07). Harapan saya jangan sekali aja, biar pun ada pemberian dari pemerintah juga, saya harapkan yayasan ini tetap bisa membantu masyarakat yang kurang mampu," ujar Encep berharap.

Adanya bakti sosial pembagian beras cinta kasih Tzu Chi ini bukan hanya sekadar menjalankan misi amal Tzu Chi saja, namun bagi relawan Tzu Chi hal ini menjadikan ajang melatih diri agar merasakan penderitaan yang dialami oleh penerima bantuan, dan lebih giat lagi untuk menebar cinta kasih serta menolong sesama mahluk hidup agar tercipta dunia yang harmonis dan terhindar dari segala bencana.

  
 

Artikel Terkait

Suara kasih: Pemberian Bantuan Pendidikan dan Cinta Kasih dalam Misi Kesehatan

Suara kasih: Pemberian Bantuan Pendidikan dan Cinta Kasih dalam Misi Kesehatan

20 Agustus 2013 Insan Tzu Chi juga menggalakkan semangat celengan bambu dan mengimbau anak-anak yang berkecukupan membantu siswa yang kurang mampu. Setiap anak dibimbing untuk menghargai berkah.
Menjadi Relawan Pemerhati Rumah Sakit yang Handal

Menjadi Relawan Pemerhati Rumah Sakit yang Handal

16 Agustus 2022
Tzu Chi Hospital dengan misi menyelamatkan kehidupan, menjaga kesehatan dengan menjunjung tinggi semangat cinta kasih terus melakukan inovasi, termasuk dengan memberikan bekal pelatihan kepada relawan Tzu Chi yang menjadi relawan pemerhati rumah sakit.
Berawal dari Sebuah Niat (Bag. 2)

Berawal dari Sebuah Niat (Bag. 2)

14 Desember 2011 Terbit perdana pada bulan November 2011, Jumanzee berisikan 22 halaman. “Kita ingin sesuatu yang beda,” tegas Bryan. Menurut Bryan, dengan membuat majalah juga membuat banyak pesan-pesan yang bisa dibawa.
Dalam berhubungan dengan sesama hendaknya melepas ego, berjiwa besar, bersikap santun, saling mengalah, dan saling mengasihi.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -