Mendalami Misi Tzu Chi melalui Pelatihan Relawan

Jurnalis : Kelvin Pratama (He Qi Jakarta Barat 4), Fotografer : Bachtiar Loka, Indra Gunawan (He Qi Jakarta Barat 4)
Bachtiar, relawan Tzu Chi, pada pelatihan ini memberikan materi tentang Misi Pelestarian Lingkungan yang dijalankan Tzu Chi.

Pada Minggu, 24 Mei 2026, relawan Tzu Chi komunitas He Qi Jakarta Barat 4 mengadakan Pelatihan Relawan Abu Putih ke-3 di Gallery DAAI, Aula Jing Si Lantai 1, Tzu Chi Center PIK, Jakarta Utara. Pelatihan yang dimulai pukul 08.00 ini dibuka dengan sambutan dari Nelley selaku Wakil Ketua He Qi Jakarta Barat 4. “Training diperlukan untuk membulatkan tekad, menjadikan seluruh relawan dapat satu hati ketika menjalani seluruh Misi Tzu Chi,” ucap Nelley.

Dalam kegiatan ini, para peserta mendapatkan berbagai materi yang berkaitan dengan Misi Tzu Chi dan praktik Pradaksina, yang mengajak relawan untuk bersatu hati, melatih diri, dan menjalin jodoh baik dengan sesama.

Pada sesi awal, Sylvia Irnawaty, relawan Tzu Chi, memaparkan mengenai Pradaksina yang berarti mengelilingi objek suci. Ia mengungkapkan bahwa melalui praktik meditasi berjalan ini, seseorang dapat melatih perkataan dan perbuatan sehingga menjadi lebih fokus. Menurutnya, ketenangan batin sangat penting agar seseorang dapat mencari solusi dengan bijaksana ketika menghadapi permasalahan.

Selain itu, peserta juga mendapatkan materi mengenai Misi Pelestarian Lingkungan. Bachtiar, relawan Tzu Chi, mengungkapkan bahwa manusialah yang membutuhkan bumi, bukan sebaliknya, sehingga manusia memiliki kewajiban untuk merawat bumi.

Bachtiar juga menyampaikan bahwa penggunaan kantong plastik yang awalnya diciptakan untuk digunakan berulang kali, namun kini justru menjadi barang sekali pakai. Menurutnya, kebiasaan tersebut mungkin dianggap biasa karena dilakukan banyak orang, tetapi tidak sepenuhnya benar karena plastik sulit terurai dan dapat mencemari lingkungan.

Setelah itu para peserta diajak untuk mulai menerapkan “Satu Hari Lima Kebajikan”, seperti menghemat air dan listrik, menggunakan transportasi umum, membawa alat makan sendiri, serta menjalani pola makan vegetarian. Melalui pelestarian lingkungan, peserta juga belajar mengendalikan keinginan serta lebih bijak dalam menggunakan barang demi menjaga bumi bagi generasi mendatang.

Dalam sesi Misi Amal, Yusni, relawan Tzu Chi, menjelaskan bahwa Misi Amal Tzu Chi selalu disertai kunjungan kasih yang bertujuan untuk mengetahui kondisi penerima bantuan sekaligus menumbuhkan semangat agar mereka dapat bangkit kembali.

Dalam sesi Misi Amal, Yusni, relawan Tzu Chi, menjelaskan bahwa Misi Amal Tzu Chi selalu disertai kunjungan kasih yang bertujuan untuk mengetahui kondisi penerima bantuan sekaligus menumbuhkan semangat agar mereka dapat bangkit kembali. “Kegiatan amal tidak hanya untuk menolong sesama, tetapi juga untuk sarana pelatihan diri agar lebih peka terhadap kondisi sekitar kita,” jelasnya.

Dalam pelatihan ini juga, Ritawati, relawan Tzu Chi, memaparkan tujuan Misi Pendidikan Tzu Chi, serta visi dan misi yang diwujudkan oleh relawan komunitas melalui kelas budi pekerti. “Pendidikan Tzu Chi bertujuan untuk menumbuhkan welas asih agar anak-anak dapat dibimbing ke jalan yang benar,” tuturnya. Ia juga mengutip pesan Master Cheng Yen bahwa sebelum membimbing orang lain, kita harus terlebih dahulu membina diri sendiri menuju jalan yang benar.

Bernadeta Santhi, salah satu Produser DAAI TV, berbagi cerita mengenai pembangunan jembatan di Sumba Barat Daya, NTT, yang terbentuk dari jalinan jodoh antara masyarakat, komunitas masyarakat, dan pengusaha melalui program Mimpi Jadi Nyata.

DAAI TV sebagai saluran televisi yang mengutamakan kebenaran, kebajikan, dan keindahan merupakan perwujudan dari Misi Budaya Humanis Tzu Chi. Kehadirannya bertujuan untuk menciptakan aliran jernih ke seluruh masyarakat melalui media. Bernadeta Santhi, salah satu Produser DAAI TV, berbagi cerita mengenai pembangunan jembatan di Sumba Barat Daya, NTT, yang terbentuk dari jalinan jodoh antara masyarakat, komunitas masyarakat, dan pengusaha melalui program Mimpi Jadi Nyata. Bernadeta Santhi  juga mengungkapkan bahwa kehadiran televisi cinta kasih ini seperti benang yang merajut jalinan cinta kasih dari berbagai pihak.

Memperpanjang Barisan Relawan Tzu  Chi

Pada pelatihan kali ini, sejumlah relawan kembang juga dilantik menjadi relawan Abu Putih. Zeelen serta pasangan suami istri, Paulus dan Titin, menjadi tiga dari sepuluh relawan baru yang dilantik untuk memperpanjang barisan Tzu Chi.

Para peserta diajak untuk mempraktikkan langsung Pradaksina dengan mengelilingi ruangan.

Zeelen, yang berasal dari Jelambar, mengenal Tzu Chi melalui teman orang tuanya yang membantu sang adik menjadi penerima bantuan pendidikan. Ia merasakan kehadiran relawan Tzu Chi yang begitu humanis ketika mengunjungi rumahnya setiap bulan sehingga hatinya tergerak untuk dapat mengikuti kegiatan Tzu Chi secara lebih mendalam. Diawali dengan kegiatan pelestarian lingkungan, kemudian diikuti dengan kegiatan donor darah dan berbagai kegiatan lainnya. “Saya mengikuti kegiatan Tzu Chi untuk pelatihan diri, mengubah perilaku yang buruk menjadi lebih baik dengan belajar di Tzu Chi,” ujar Zeelen.

Bermula saat mengantar orang tua berobat di Tzu Chi Hospital, Paulus dan Titin, yang juga berasal dari komunitas Hu Ai Jelambar, mulai berkenalan dengan Tzu Chi. Pasangan suami istri ini tergerak untuk dapat terjun langsung ke masyarakat karena mereka meyakini bahwa kegiatan Tzu Chi merupakan ladang untuk melatih diri dengan lebih positif, daripada sekadar menghabiskan waktu dengan kegiatan yang kurang bermanfaat di akhir pekan.

“Saya suka membantu orang dan suka untuk terjun langsung ke masyarakat. Kegiatan Tzu Chi ini memiliki banyak manfaat bagi saya untuk membina diri saya sendiri,” ujar Titin.

Sebanyak 10 relawan Kembang dilantik menjadi relawan Abu Putih dan menerima seragam kegiatan Tzu Chi.

Editor: Fikhri Fathoni


Artikel Terkait

Pelatihan 4 in 1: Yakin Bertekad Menjalankan

Pelatihan 4 in 1: Yakin Bertekad Menjalankan

31 Mei 2016
Tidak mudah bagi pasangan Surya Kheng (34) dan Suriyanti Bakri (32) tinggal selama dua tahun di negeri orang. Terlebih bagi Suriyanti, yang mesti menjalani pengobatan di RS Tzu Chi Hualien, Taiwan. Beruntung kedua muda-mudi Tzu Ching yang menikah ini dapat menerima cobaan ini dengan tabah. Sekembalinya ke tanah air, keduanya bersemangat untuk mengikuti Kamp Pelatihan 4 in 1.
Mengasah Hati dengan Ajaran Jing Si

Mengasah Hati dengan Ajaran Jing Si

20 Desember 2018
Herman Widjaja, Ketua Tzu Chi Bandung mengatakan bahwa training ini adalah kesempatan yang baik untuk mempelajari Tzu Chi lebih dalam sehingga visi-misi Tzu Chi dapat dipahami dan ajaran Master Cheng Yen dapat diterapkan dengan sungguh-sungguh.
Ikrar 1.000 Hati untuk DAAI TV

Ikrar 1.000 Hati untuk DAAI TV

12 Desember 2017
Yessie Christina, relawan Tzu Chi komunitas He Qi Utara 1 pada pertengahan bulan November 2017 lalu dilantik sebagai komite Tzu Chi di Hualien, Taiwan. Di hadapan Master Cheng Yen, ia berikrar untuk menggalang 1.000 hati untuk mendukung DAAI TV Indonesia.
Cemberut dan tersenyum, keduanya adalah ekspresi. Mengapa tidak memilih tersenyum saja?
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -