Para relawan Tzu Chi menampilkan isyarat tangan Satu Keluarga dalam kegiatan sosialisasi relawan baru yang diadakan Relawan Tzu Chi komunitas He Qi Jakarta Utara 3.
Pada Minggu, 7 Juni 2026, suasana penuh antusias dan keceriaan terasa di Exhibition Hall Lt. 1, Tzu Chi Center, PIK, Jakarta Utara. Hari itu, relawan Tzu Chi komunitas He Qi Jakarta Utara 3 menyelenggarakan kegiatan sosialisasi relawan baru yang diikuti oleh 41 peserta. Kegiatan ini, dikemas secara interaktif dan menyenangkan melalui berbagai sesi yang inspiratif dan penuh makna.
Sosialisasi ini bertujuan memperkenalkan sejarah, nilai-nilai kemanusiaan, serta Visi dan Misi Tzu Chi kepada masyarakat, khususnya mereka yang tergerak hatinya untuk bergabung sebagai relawan dalam Misi Amal Kemanusiaan Tzu Chi. Melalui berbagai sesi kegiatan yang disampaikan oleh relawan Komite Tzu Chi, peserta diajak mengenal lebih dekat semangat cinta kasih yang menjadi landasan setiap langkah pelayanan Tzu Chi.
Kesuksesan acara ini, didukung oleh 21 relawan yang turut mengambil bagian dalam berbagai tugas. Dengan penuh semangat dan ketulusan, mereka juga menjalankan perannya masing-masing dengan baik.
Dengan penuh semangat dan sukacita, salah satu relawan mendampingi peserta sosialisasi dengan penuh kehangatan saat mengikuti isyarat tangan Satu Keluarga.
Sejak pagi, satu per satu calon relawan mulai berdatangan. Mereka hadir dengan hati terbuka, siap memahami makna sejati dari memberi dan berbagi kepada sesama. Para relawan menyambut setiap peserta dengan senyum hangat, layaknya menyambut anggota baru dalam sebuah keluarga besar yang dipersatukan oleh cinta kasih.
Acara dibuka oleh relawan Tzu Chi, Auliani selaku pembawa acara. Dengan penuh semangat, ia mengawali pertemuan dan menghadirkan suasana yang hangat sekaligus membangkitkan semangat seluruh peserta.
Para peserta kemudian melihat penampilan bahasa isyarat tangan (shou yu) yang dibawakan oleh relawan Tzu Chi. Kemudian melalui lagu "Celengan Bambu", peserta diajak mengenal asal mula berdirinya Tzu Chi serta nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh Master Cheng Yen.
Kegiatan selanjutnya para peserta diperkenalkan perjalanan cinta kasih Tzu Chi oleh relawan Tzu Chi, Linah. Ia juga menceritakan sejarah bagaimana Yayasan Buddha Tzu Chi berkembang, juga menjelaskan visi dan misi organisasi. Saat lagu "Satu Keluarga" dibawakan melalui bahasa isyarat tangan, suasana ruangan terasa begitu menyentuh, lirik lagu tersebut bukan sekadar rangkaian kata, melainkan pesan cinta kasih universal yang mengajak setiap insan berjalan bersama di jalan kebajikan dan kemanusiaan.
Relawan Komite Tzu Chi bersama calon relawan baru mendiskusikan materi sosialisasi.
Suasana sosialisasi ini semakin hidup, ketika Aulia selaku pemandu acara mengajak peserta mengulas kembali materi yang telah disampaikan. Dengan rasa penuh antusias, salah satu peserta mengajukan berbagai pertanyaan mengenai Tzu Chi, perihal mengenai program Kelas Budi Pekerti dan proses untuk menjadi relawan. Tingginya partisipasi calon relawan menunjukkan ketertarikan mereka terhadap nilai-nilai kemanusiaan yang dijalankan oleh Tzu Chi.
Menumbuhkan Benih Cinta Kasih
Dalam kegiatan ini, beberapa peserta juga berbagi kesan dan pengalaman mereka setelah mengikuti Sosialisasi Relawan Baru Tzu Chi.
Carolyn Valerie Loamayer, putri dari salah satu relawan Tzu Chi yang belum lama ini berpulang, mengungkapkan rasa harunya saat mengikuti kegiatan tersebut. Baginya, keikutsertaan dalam sosialisasi ini menjadi kesempatan untuk melanjutkan semangat dan cita-cita sang ibu dalam menebarkan kebaikan. "Saya sangat bahagia bisa mengikuti acara ini. Saya merasa bersyukur karena dapat meneruskan cita-cita mami saya. Acara ini sangat berkesan dan saya ingin terus berpartisipasi dalam setiap kegiatan Tzu Chi," ungkap Carolyn.
Ngadiah Gustiati (baju putih ), tampak fokus memperhatikan materi sosialisasi yang disampaikan relawan pemateri.
Hal ini juga dirasakan oleh calon relawan baru lainnya, Nina Novianty Adhi yang juga Ketua RW 09 Penjaringan, Jakarta Utara. Nina menceritakan bagaimana ia mengetahui kegiatan ini dari relawan lain. Kemudian ia bersama rekan-rekan pengurus RW 09 Penjaringan pun turut hadir mengikuti sosialisasi ini.
Lewat kegiatan ini, Nina mendapat wawasan baru tentang nilai-nilai kemanusiaan yang dijalankan Tzu Chi. “Saya bersyukur bisa bergabung bersama para relawan di sini dan ini pertama kalinya saya mengenal Yayasan Buddha Tzu Chi. Tentunya saya sangat kagum dengan cinta kasih yang diajarkan Tzu Chi, sebuah kehormatan jika saya bisa bergabung menjadi relawan Tzu Chi," ujarnya.
Ngadiah Gustiati, yang telah lama mengenal Tzu Chi dari temannya, baru kali ini berkesempatan mengikuti kegiatan sosialisasi secara langsung. “Saya sebenarnya sudah lama mengenal Tzu Chi dari teman saya yang menjadi relawan. Sekarang ini baru berjodoh mengikuti acara ini. Harapannya saat ini, bisa segera bergabung dan menjadi relawan Tzu Chi," ucap Ngadiah.
Sebanyak 41 peserta berfoto bersama setelah kegiatan sosialisasi relawan baru selesai.
Melalui kegiatan sosialisasi relawan baru ini, diharapkan semakin banyak masyarakat yang mengenal dan memahami nilai-nilai cinta kasih universal serta tergerak untuk bergabung dalam barisan relawan.
Editor: Nur AL Fajar Rumsari