Suasana khusyuk menyelimuti ruangan saat relawan dan masyarakat umum menyalin Sutra Bakti Seorang Anak dengan hati yang hening. Setiap goresan aksara menjadi kesempatan bagi peserta untuk menenangkan pikiran sekaligus menghayati makna bakti dan jasa orang tua.
“Menghormati dan mengasihi orang tua sendiri adalah wujud bakti yang paling nyata, sekaligus teladan terbaik bagi keturunan kita,”
Kata perenungan Master Cheng Yen
Menyambut Bulan Tujuh Penuh Berkah, relawan komunitas He Qi Jakarta Utara 2 menggelar kegiatan Salin Sutra Bakti Seorang Anak putaran kedua pada 22 Agustus 2026. Di hari yang cerah tersebut, sebanyak 78 peserta, terdiri dari relawan dan masyarakat umum, berkumpul penuh antusias di ruangan Xi She Ting mulai pukul 14.00 hingga 16.00 WIB.
“Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka Bulan Tujuh Penuh Berkah, yang di Tzu Chi dimaknai khusus sebagai bulan bakti anak kepada orang tua,” ujar Tio Mei Hui selaku PIC kegiatan. “Acara ini juga menjadi pintu gerbang bagi masyarakat umum untuk mengenal Tzu Chi lebih dalam melalui Sutra Bakti Seorang Anak. Selain menyalin Sutra, kami juga mengimbau masyarakat untuk menyayangi sesama makhluk melalui ajakan bervegetaris yang disampaikan lewat peragaan isyarat tangan,” lanjutnya.
Di antara para peserta, tampak Marvell Jayden Tanwito, anak didik kelas budi pekerti Qin Zi Ban kelas besar, yang hadir didampingi sang mama, Tina. Ini merupakan kali kedua Marvell mengikuti kegiatan salin Sutra. Meski baru duduk di kelas 6 SD, niat dan semangatnya untuk memahami arti berbakti patut diacungi jempol.
“Saya sangat senang saat tahu ada kegiatan ini, karena mengajarkan bagaimana cara menghormati kedua orang tua,” ujar Marvell. Rasa terima kasih yang mendalam atas kerja keras orang tua dalam membesarkannya pun ia wujudkan secara manis. Ungkapan “I love you, Mama” yang diucapkannya secara spontan seketika menyentuh hati sang mama hingga terharu.
Peserta menyalin Sutra Bakti Seorang Anak dengan penuh kesabaran dan ketekunan. Melalui setiap goresan aksara, peserta diajak meneladani kasih sayang dan pengorbanan orang tua serta menumbuhkan rasa syukur di dalam hati.
Shelly bersama anak-anak memberikan pelukan penuh kasih kepada sang nenek. Momen ini menjadi ungkapan cinta sekaligus bentuk penghormatan kepada orang tua yang telah memberikan kasih sayang dan menjadi bagian penting dalam perjalanan keluarga.
Semangat berbakti juga dirasakan oleh Kenrich Manly, yang juga merupakan anak didik Qin Zi Ban kelas besar. Kenrich datang memboyong keluarga besarnya, Shelly (sang mama), dua adiknya, yibo (tante), serta sang nenek yang kebetulan sedang berkunjung ke Jakarta.
Usai menyaksikan tayangan video inspiratif, Kenrich membagikan kesannya. “Harus tahu cara membalas budi orang tua, dengan cara membantu kedua orang tua.”
Bagi Shelly, ini adalah kali keduanya mengikuti kegiatan salin Sutra. Setelah sebelumnya hadir bersama ibu mertua dan melihat Marvell datang bersama mamanya, terbersit tekad dalam diri Shelly untuk mengajak anak-anak serta ibunya sendiri.
“Kan kegiatan ini judulnya berbakti kepada orang tua, tentunya berbakti kepada orang tua, dimulai dari saya menunjukkan cara berbakti kepada orang tua, baru saya bisa mengajarkannya kepada anak-anak, sehingga saya mengajak anak-anak untuk datang ke sini,” jelas Shelly. Dengan penuh haru, Shelly juga menyampaikan rasa terima kasih kepada ibunya, “Terimakasih kepada mami yang sudah mengajarkan banyak hal kepada saya, sehingga saya dapat mengajarkannya kepada anak-anak saya.”
Momen penuh kehangatan saat Marvell mengecup mamanya setelah mengungkapkan rasa sayang kepadanya. Ungkapan sederhana dari Marvell menjadi bentuk bakti kepada sang mama sekaligus menghadirkan haru dan kebahagiaan dalam kegiatan Salin Sutra Bakti Seorang Anak.
Di balik heningnya jemari yang menyalin Sutra, terselip kehangatan kasih sayang antara anak dan ayah. Momen sederhana tersebut menjadi pengingat bahwa bakti kepada orang tua dapat diwujudkan melalui perhatian dan ungkapan kasih dalam keseharian.
Berbakti kepada orang tua adalah akar dan fondasi utama kebajikan dalam melatih diri di jalan Bodhisatwa. Momen Bulan Tujuh Penuh Berkah menjadi kesempatan berharga untuk menyucikan hati, meningkatkan rasa bakti, serta membalas budi orang tua dan seluruh makhluk. Melalui proses menyalin dan menghayati Sutra Bakti Seorang Anak, para peserta diajak untuk menenangkan pikiran, menyelami Dharma, dan menyadari betapa besarnya pengorbanan orang tua.
Sebagaimana pesan Master Cheng Yen, “Setiap titik dan goresan saat menyalin Sutra adalah latihan kesabaran dan ketelitian. Ketika pikiran tenang, kebijaksanaan akan tumbuh.” Saat menyalin Sutra dengan hati yang hening dan penuh rasa hormat, seseorang tidak hanya menenangkan pikiran, tetapi juga memperdalam rasa syukur, mengenang jasa orang tua, serta memperbarui tekad untuk terus berbuat baik dalam kehidupan sehari-hari secara berkelanjutan.
Editor: Metta Wulandari