Menghimpun Cinta Kasih dalam Harmoni Keberagaman

Jurnalis : Surya Metal (Tzu Chi Makassar), Fotografer : Syann Wijaya, Hartono Tjandra, Nurul Hikma (Tzu Chi Makassar)

Kemeriahan pembukaan PAT 2025 di Aston Hotel & Convention Center yang diawali dengan dentuman genderang barongsai di hadapan 280 tamu undangan.

Merayakan jejak kebaikan sepanjang tahun 2025, Yayasan Buddha Tzu Chi Makassar sukses menyelenggarakan Pemberkahan Akhir Tahun (PAT) 2025 di Aston Hotel & Convention Center, (8/2). Acara ini menjadi panggung apresiasi bagi donatur dan relawan yang telah menjadi perpanjangan tangan cinta kasih bagi sesama sepanjang tahun 2025.

Sejak pagi, suasana di lantai 20 Aston Hotel dipenuhi wajah-wajah penuh sukacita. Relawan dengan seragam rapi menyambut hangat setiap tamu dengan lagu selamat datang yang syahdu. Tahun ini, PAT terasa lebih istimewa karena menandai 60 tahun perjalanan global Tzu Chi, sebuah dedikasi panjang yang dimulai dari ketulusan hati di Taiwan hingga kini menjangkau 68 negara.

Barisan relawan dengan ramah menyambut kehadiran para tamu melalui senandung lagu selamat datang yang penuh kehangatan.

Penampilan Tarian 4 Etnis (Makassar, Bugis, Mandar, Toraja) oleh muda-mudi Tzu Chi sebagai simbol toleransi dan keharmonisan dalam keberagaman di Tzu Chi Makassar.

Mengusung tema “Jangan Lupakan Tekad Awal Masa Celengan Bambu, Selamanya Mengingat Ikrar Agung Silsilah dan Mazhab Tzu Chi”, para peserta diajak bernostalgia ke masa awal berdirinya Tzu Chi. Semangat menyisihkan 50 sen uang belanja setiap hari terbukti mampu menciptakan dampak luar biasa bagi kemanusiaan di penjuru dunia hingga saat ini.

Acara dibuka dengan megah melalui dentuman genderang barongsai dan Tarian Empat Etnis (Makassar, Bugis, Mandar, dan Toraja) yang dibawakan oleh muda-mudi Tzu Chi. Perpaduan budaya ini memukau 280 tamu yang hadir, sekaligus mengingatkan pentingnya toleransi lintas agama, suku, dan ras yang menjadi napas perjuangan Tzu Chi Makassar.

Yonggris Lao (berkacamata) saat menyimak tayangan kilas balik; ia mengapresiasi ketulusan relawan Tzu Chi yang hadir langsung membantu masyarakat tanpa memandang perbedaan.

Leni Darmawang, menjelaskan bahwa pencapaian misi kemanusiaan Tzu Chi selama 2025 merupakan buah dari himpunan cinta kasih para donatur dan relawan.

Melalui tayangan Kilas Balik 2025, hadirin diajak melihat kembali berbagai misi amal, kesehatan, pendidikan, hingga pelestarian lingkungan yang telah dijalankan. Leni Darmawang, selaku PIC kegiatan, menekankan bahwa setiap bantuan yang tersalurkan adalah akumulasi dari kebajikan banyak orang.

“Perjalanan Tzu Chi selama tahun 2025 sesungguhnya semuanya merupakan kumpulan dari cinta kasih kebajikan banyak orang. Setiap bantuan yang disalurkan oleh Tzu Chi dapat terwujud berkat para donatur dan relawan Tzu Chi.” ungkapnya.

Apresiasi juga datang dari Yonggris Lao, Ketua Permabudhi Sulawesi Selatan. Ia memuji semangat kolaborasi dan harmoni yang konsisten dijalankan Tzu Chi. “Acara ini merefleksikan kepedulian sosial yang nyata dan memperkuat semangat universal demi kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

Momen haru saat tamu dan relawan menuangkan koin ke dalam "Celengan Bambu", menghidupkan kembali semangat menyisihkan sedikit demi manfaat besar bagi sesama.

Penampilan isyarat tangan (Shou Yu) bertajuk "Wo Ai Tzu Chi Da Jia Ting" yang dibawakan dengan penuh penjiwaan oleh para relawan.

Kemeriahan acara semakin lengkap dengan hadirnya lima stan interaktif, mulai dari photobooth, stan Celengan Bambu, Galang Relawan, hingga Pelestarian Lingkungan. Antusiasme tamu terlihat jelas saat mereka berdialog dengan relawan untuk mendalami filosofi di balik setiap misi kemanusiaan.

Puncak acara diisi dengan penampilan Shou Yu (isyarat tangan) lagu "Wu Liang Yi Zhi" dan "Wo Ai Tzu Chi Da Jia Ting". Sebagai bentuk jalinan jodoh baik, setiap tamu menerima Angpau Berkah dan Kebijaksanaan dari Master Cheng Yen. Acara ditutup dengan doa bersama yang khidmat. Saat pelita dibagikan, cahaya yang berpendar menjadi simbol cahaya kebajikan yang diharapkan mampu menerangi hati setiap orang dan membawa kedamaian bagi dunia.

Editor: Khusnul Khotimah

Artikel Terkait

Pemberkahan Akhir Tahun 2025: Ruang Syukur, Doa, dan Kepedulian

Pemberkahan Akhir Tahun 2025: Ruang Syukur, Doa, dan Kepedulian

30 Januari 2026

Pemberkahan Akhir Tahun 2025 Tzu Chi Tanjung Balai Karimun berlangsung khidmat dan hangat. Dihadiri masyarakat, penerima bantuan, serta dermawan. Acara menjadi ruang syukur, refleksi, dan komitmen cinta kasih kemanusiaan.

Pemberkahan Akhir Tahun 2024: Persamuhan Dharma Memperkokoh Tekad di Jalan Bodhisatwa

Pemberkahan Akhir Tahun 2024: Persamuhan Dharma Memperkokoh Tekad di Jalan Bodhisatwa

22 Januari 2025

Tzu Chi Pekanbaru mengadakan Persamuhan Dharma sekaligus Pemberkahan Akhir Tahun 2024 bagi relawan pada Sabtu, 11 Januari 2025. Kegiatan ini dihadiri 175 relawan.

PAT 2025: Ketika Kebajikan Menjadi Warisan Keluarga

PAT 2025: Ketika Kebajikan Menjadi Warisan Keluarga

02 Februari 2026

Pemberkahan Akhir Tahun Tzu Chi 2025 yang digelar Tzu Chi Indonesia di Aula Jing Si, PIK, Jakarta Utara menampilkan kisah kebajikan yang tumbuh dalam keluarga dan berlanjut dalam pelayanan kemanusiaan lintas generasi.

Berlombalah demi kebaikan di dalam kehidupan, manfaatkanlah setiap detik dengan sebaik-baiknya.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -