Menghimpun Harapan bagi Tzu Chi School Batam Lewat Ayunan Stik Golf

Jurnalis : Agus (Tzu Chi Batam), Fotografer : Santoso, Supardi (Tzu Chi Batam)

Budi Ningsih dan Dewi Ningsih, relawan Komite Tzu Chi Tanjung Pinang, menyempatkan diri untuk membawakan serangkaian lagu Tzu Chi untuk menghibur para golfer setelah mengikuti turnamen.

Mentari pagi baru saja menyinari kawasan Palm Spring Golf & Country Club, tetapi puluhan relawan Tzu Chi Batam telah tiba di lokasi Palm Spring Golf & Country Club dengan seragam rapi dan senyum yang mengembang. Para relawan yang hadir menyiapkan berbagai keperluan di lapangan dan memastikan setiap detail acara tersusun dengan baik demi menyambut para peserta (golfer) dalam gelaran Tzu Chi Charity Golf Tournament pada Jumat, 11 September 2026.

Tepat pukul 12.30 WIB, turnamen resmi dibuka dengan tradisi pemukulan bola asap oleh beberapa perwakilan golfer. Ada 94 peserta yang kemudian menyusuri 18 hole dalam suasana pertandingan yang hangat dan bersahabat.

Setelah sekitar empat jam bermain di bawah terik matahari, para golfer kembali ke clubhouse. Senyum hangat para relawan menyambut mereka, lengkap dengan selembar handuk hangat yang diberikan kepada setiap peserta.

Setelah beristirahat dan membersihkan diri, para peserta diarahkan menuju ballroom untuk menikmati makan malam. Binar bahagia tampak di wajah para golfer ketika melihat beragam hidangan vegetarian, mulai dari nasi bakar, sate, mi siam, lontong sayur, hingga hidangan penutup yang menggugah selera. Beragam sajian tersebut tidak hanya lezat, tetapi juga disiapkan dengan penuh perhatian.

Hal tersebut menjadi salah satu pengalaman yang paling berkesan bagi Steven Japari, salah satu golfer sekaligus pengelola lapangan Palm Spring.

“Satu hal yang khas dari turnamen Tzu Chi adalah penyajian makanan vegetarian dan keramahan para relawannya yang membuat semua golfer merasa nyaman,” ungkapnya.

Tzu Chi Charity Golf Tournament dibuka dengan pemukulan bola asap oleh perwakilan golfer. Acara Charity Golf Tournament ini dilakukan untuk

Bersumbangsih Tanpa Membedakan Peran
Bagi sebagian peserta, turnamen ini memiliki arti lebih dari sekadar pertandingan. Rudy, salah satu relawan yang juga ikut menjadi peserta, membagikan pengalamannya. Ini merupakan kali pertama ia mengikuti turnamen golf setelah delapan bulan belajar. Namun, baginya, motivasi utama bukanlah skor atau kemenangan, melainkan kesempatan untuk beramal.

“Tujuannya kan bukan untuk cari kemenangan, tapi untuk berdonasi. Jadi, dari sisi mental, perlombaan tidak ada beban,” tutur Rudy.

Tidak hanya bertanding, Rudy juga telah berada di lapangan sejak pukul 08.00 WIB untuk membantu persiapan acara.

“Kita kan bagian dari Tzu Chi, jadi harus memprioritaskan juga status relawannya. Datang lebih awal agar bisa bersumbangsih dari sisi tenaga,” tambahnya penuh kebahagiaan.

Bambang Suherman (kanan) menghimpun para golfer dengan sukacita. Para golfer tidak hanya berolahraga golf dan bertemu rekan bisnis, tetapi juga mempunyai jiwa sosial yang tinggi.

Semangat bersumbangsih inilah yang juga menghidupkan persiapan turnamen. Menyiapkan sebuah turnamen golf dalam waktu kurang dari tiga bulan tentu membutuhkan kerja sama tim yang solid. Bambang Suherman, koordinator acara yang telah tiga kali memimpin turnamen golf amal ini, mengungkapkan rasa syukurnya atas dukungan seluruh relawan Tzu Chi.

Ia menceritakan bahwa kegiatan tersebut sempat menghadapi tantangan dalam memenuhi kuota peserta. Hingga awal September, jumlah golfer yang terdaftar baru sekitar 20 orang.

“Hal itu sedikit terkendala karena bertepatan dengan bulan ketujuh penanggalan Imlek. Selain itu, ada beberapa golfer dari Jakarta yang batal ikut karena khawatir akan penerbangan yang terkendala akibat erupsi gunung,” ungkap Bambang.

Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan niat untuk menyelenggarakan kegiatan. Para relawan dan pengusaha saling mendorong dan mengajak para golfer untuk ikut bersumbangsih.

“Akhirnya kita ajaklah golfer yang sering main. Kita telepon satu per satu,” imbuhnya.

Berkat semangat dan kerja sama tersebut, turnamen akhirnya dapat terlaksana dan diikuti oleh 94 peserta.

Acara turnamen golf  berlangsung empat jam. Walau sebagian Kota Batam dilanda hujan deras. Namun, saat turnamen berlangsung, cuaca sangat bersahabat, yakni berawan dan tidak terlalu terik.

Menghimpun Dana untuk Tzu Chi School Batam
Alunan merdu lagu-lagu Tzu Chi yang dibawakan Budi Ningsih dan Dewi Ningsih semakin menambah kehangatan suasana malam itu. Acara kemudian dilanjutkan dengan pemaparan rencana pembangunan Tzu Chi School Batam oleh Djaya Iskandar dan Rudi Tan.

Dalam kesempatan tersebut, para peserta mendapatkan informasi mengenai rencana pembangunan sekolah sekaligus berbagai pilihan paket donasi. Pemaparan itu disambut hangat oleh sejumlah golfer yang langsung memberikan donasi melalui meja yang telah disediakan.

“Para peserta yang hadir kebanyakan adalah pengusaha yang memiliki jiwa sosial tinggi. Beberapa donatur bahkan menyampaikan komitmennya untuk memberikan kontribusi besar saat peletakan batu pertama nanti,” jelas Bambang penuh harapan.

Keceriaan dan rasa syukur semakin terasa saat pengumuman pemenang turnamen disampaikan sebagai bentuk apresiasi atas sportivitas para golfer. Acara kemudian ditutup dengan pembagian lucky draw yang disambut riuh tepuk tangan dan tawa bahagia dari para peserta maupun relawan.

Relawan menyajikan hidangan vegetarian, mulai dari nasi bakar, sate, mi siam, lontong sayur, hingga hidangan penutup yang menggugah selera. Beragam sajian tersebut tidak hanya lezat, tetapi juga disiapkan dengan penuh perhatian.

Di balik sebuah turnamen golf, tersimpan semangat untuk berbagi. Bagi para relawan, setiap tenaga yang diberikan sejak pagi merupakan bentuk sumbangsih. Sementara bagi para golfer, ayunan stik dan keikutsertaan dalam turnamen menjadi kesempatan untuk menyalurkan kepedulian.

Seperti Kata Perenungan Master Cheng Yen, “Setiap orang memberi sedikit kasih; dunia akan menjadi lebih hangat.” Pembangunan Gedung Tzu Chi School Batam bukan sekadar mendirikan sebuah bangunan sekolah, melainkan menanam benih kebajikan dan harapan bagi masa depan anak-anak bangsa.

Ayunan stik golf pada hari itu pun menjadi jembatan kasih yang mempertemukan banyak niat baik. Dari sebuah lapangan golf, cinta kasih mengalir menjadi dukungan untuk Misi Pendidikan Tzu Chi, menyatukan langkah banyak orang untuk bersama-sama bersumbangsih untuk pembangunan Gedung Tzu Chi School di Kota Batam.

Editor: Anand Yahya

Artikel Terkait

Kepedulian Itu Ada di Dalam Hati

Kepedulian Itu Ada di Dalam Hati

06 Mei 2015 Charity Group Metro yang beranggotakan ibu-ibu yang berprofesi sebagai pedagang di Pusat Grosir Metro Tanah Abang, Jakarta Pusat memberikan donasi untuk para korban gempa Nepal melalui Tzu Chi.
Menghimpun Harapan bagi Tzu Chi School Batam Lewat Ayunan Stik Golf

Menghimpun Harapan bagi Tzu Chi School Batam Lewat Ayunan Stik Golf

16 September 2026

Tzu Chi Charity Golf Tournament Batam menjadi ajang olahraga sekaligus ladang kebajikan. Sebanyak 94 golfer bersama para relawan berdonasi untuk mendukung pembangunan Tzu Chi School Batam.

Meski sebutir tetesan air nampak tidak berarti, lambat laun akan memenuhi tempat penampungan besar.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -