Menginspirasikan Niat Baik

Jurnalis : Budianto, Dewi Soejati (Tzu Chi Batam), Fotografer : Budianto, Wangi (Tzu Chi Batam)
 
 

fotoRelawan Tzu Chi meminta izin kepada pemilik rumah untuk menempelkan poster Kata Perenungan Master Cheng Yen. Umumnya para pemilik toko atau rumah ini merasa senang dan bersedia tokonya ditempeli kata perenungan.

Kata Perenungan merupakan kata yang bagus dan unik. Kata Perenungan yang diucapkan oleh Master Cheng Yen ini merupakan hasil dari pengalaman Master Cheng Yen sehari-hari, sehingga dapat dijadikan sebagai arahan atau panduan bagi setiap orang dalam kehidupan sehari-hari.

Pada tanggal 25 April 2010, Tzu Chi Batam mengadakan kegiatan penempelan poster kata perenungan ke toko-toko. Sebelum berangkat, Ketua Tzu Chi Batam, Lu Bao Xuan Shijie memberikan wejangan kepada para relawan Tzu Chi.

Dia juga memberikan sharing kepada relawan bahwa dia memiliki seorang teman. Sejak dulu, dia selalu memberikan pengenalan kepada temannya ini mengenai Tzu Chi.

Bukti Nyata
Setelah temannya ini menjadi anggota komite, masih saja tidak ingin mengikuti acara yang diadakan oleh Tzu Chi dalam rangka sumbangsih kepada masyarakat. Beberapa saat kemudian, temannya datang mencari dia. Kemudian dia memberikan satu buku kata perenungan kepadanya. Tidak terduga, ternyata kata perenungan ini membuka hati temannya. Akhirnya, temannya bersedia untuk mengikuti kegiatan Tzu Chi. Ini telah membuktikan bahwa Kata Perenungan Master Cheng Yen dapat menginspirasikan niat baik setiap orang.

Lu Bao Xuan mengatakan bahwa kata perenungan dapat menginspirasikan niat baik setiap orang. Beliau berharap relawan tidak hanya menempelkan kata perenungan, melainkan juga mensosialisasikan Tzu Chi kepada masyarakat, dan mengajak lebih banyak orang untuk ikut bergabung dalam Tzu Chi.

foto  foto

Ket : - Pukul 10 pagi, relawan Tzu Chi berkumpul di kantor Tzu Chi Batam. Sebelum berangkat, para relawan             berdoa bersama, berharap agar kegiatan berjalan dengan lancar. (kiri)
        - Relawan mempersilakan kepada pemilik rumah maupun toko untuk memilih kata perenungan yang             mereka sukai. (kanan)

Bekerja dengan Penuh Sukacita
Pukul 10 pagi langit tampak cerah, para relawan berkumpul di Kantor Tzu Chi Batam. Tidak terduga, tiba-tiba turun hujan. Namun hujan ini tidak menurunkan semangat para relawan untuk menempelkan poster kata perenungan ke toko-toko. Sekitar setengah jam kemudian, hujan pun berhenti. Relawan Tzu Chi kemudian melakukan apa yang telah direncanakan. Para relawan menuju empat lokasi: Gang VI, Gang III, Gang A, dan Gang D. Semua relawan bekerja dengan penuh sukacita.

Setiap relawan melakukan sesuatu yang sulit dilakukan, tidak takut dengan kesusahan, just do it! Saat itu, ada juga pemilik rumah yang tidak mengizinkan relawan untuk menempelkan poster kata perenungan. Tetapi para relawan tidak putus asa dan tetap melanjutkan pekerjaan mereka. Akhirnya, semua kata perenungan habis terpasang.

foto  foto

Ket: - Relawan Tzu Chi dengan sepenuh hati menempelkan poster kata perenungan, berharap agar dapat             menyucikan hati manusia. (kiri).
         - Agar dapat terlihat dan terbaca oleh banyak orang, kata perenungan ini dipasang di tempat yang             strategis. (kanan)

Ada juga pemilik rumah/toko yang dengan penuh sukacita menyambut kedatangan relawan Tzu Chi dan menanyakan bagaimana caranya untuk menjadi relawan Tzu Chi. Selain itu, pemilik rumah juga memberikan kartu nama kepada relawan Tzu Chi, kemudian memberitahukan relawan bahwa jika ada kegiatan Tzu Chi, harap menghubunginya. Relawan Tzu Chi yang mendengarnya pun turut merasa senang.

  
 
 

Artikel Terkait

Suara Kasih: Langkah Bodhisatwa

Suara Kasih: Langkah Bodhisatwa

26 Oktober 2011 Setelah melihat laporan berita, insan Tzu Chi segera mencari tahu kondisi di 8 wilayah tersebut. Karena musim dingin akan segera datang, kita pun mengimbau orang-orang untuk mendonasikan pakaian. Seluruh insan Tzu Chi di Taiwan segera dimobilisasi.
Pembagian Kupon Beras di Kapuk Muara

Pembagian Kupon Beras di Kapuk Muara

04 Agustus 2011
Salah satu rumah yang kami kunjungi yaitu rumah kontrakan Rochman. Ia sudah berusia lanjut, matanya sudah tidak bisa melihat dengan jelas. Dengan meraba-raba pada dinding kayu, ia mempersilahkan kami masuk ke dalam rumahnya.
Home of Arzu: Secercah Harapan Bagi Pencari Suaka di  Jakarta

Home of Arzu: Secercah Harapan Bagi Pencari Suaka di Jakarta

29 Mei 2017

“Saya terpisah dari orangtua dan saudara saya. Betapa saya merindukan ibu saya saat ini,” ungkap Bismillah Joia (14) yang kini tercatat sebagai pengungsi di Indonesia. Joia tidak sendiri. Ia bersama delapan temannya terpaksa meninggalkan tanah kelahiran mereka di Afganistan.  

Orang bijak dapat menempatkan dirinya sesuai dengan kondisi yang diperlukan.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -