Menguatkan Warga Kramat Pulo, Tzu Chi Salurkan 104 Paket Bantuan Kebakaran

Jurnalis : Anand Yahya, Beh Guat Ngo (He Qi Jakarta Pusat), Fotografer : Anand Yahya, Beh Guat Ngo (He Qi Jakarta Pusat)

Relawan Tzu Chi bersama Lurah Kramat Muchamad Faozi menyerahkan paket bantuan darurat secara simbolis kepada warga yang terdampak oleh kebakaran. Penyaluran bantuan 104 paket ini berlangsung di halaman kantor Kelurahan Kramat, Jakarta Pusat.

Dalam semangat kepedulian dan kemanusiaan, Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia bersama Kelurahan Kramat menyalurkan 104 paket bantuan darurat kepada warga korban kebakaran di Jalan Kramat Pulo RT 014/RW 05, Gang 16 dan Gang 17, Kelurahan Kramat, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, pada Sabtu, 17 Oktober 2026. Sebanyak 15 orang relawan Tzu Chi komunitas He Qi Jakarta Pusat terlibat dalam penyaluran bantuan untuk meringankan beban warga yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda.

Kebakaran yang terjadi pada Kamis malam, 8 Oktober 2026, menghanguskan 83 unit rumah dan berdampak pada 114 kepala keluarga (KK) atau sebanyak 340 jiwa. Sepekan setelah musibah tersebut, para penyintas masih berupaya menata kehidupan di tengah keterbatasan. Bantuan yang disalurkan diharapkan dapat memenuhi sebagian kebutuhan dasar mereka selama masa tanggap darurat.

“Hari ini, 17 Oktober 2026, relawan Yayasan Tzu Chi menyalurkan bantuan 104 paket kepada korban bencana kebakaran di Kramat Pulo. Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban dan menjadi penguat semangat mereka untuk bangkit kembali,” ujar Johan Tando, Ketua Relawan He Qi Jakarta Pusat.

Di balik penyaluran bantuan tersebut, tersimpan kisah kehilangan harta benda yang dialami setiap keluarga. Bagi sebagian warga, kebakaran bukan hanya menghanguskan rumah, tetapi juga menghilangkan barang-barang yang telah dikumpulkan selama bertahun-tahun.

Bapak Iskandar menunjukkan rumah miliknya yang terbakar habis kepada relawan Tzu Chi yang memberi perhatian. Kebakaran yang terjadi pada 8 Oktober 2026 lalu menghanguskan 83 unit rumah dan berdampak pada 114 kepala keluarga (KK) atau sebanyak 340 jiwa.

Bayu Herlambang bersama ibunya menunjukkan rumahnya yang sudah terbakar habis. Saat kejadian, Bayu masih bekerja. Untungnya, semua keluarga Bayu selamat dari musibah kebakaran.

Lurah Kramat Pulo, Muchamad Faozi, turut menyampaikan apresiasi yang mendalam atas bantuan yang diberikan Yayasan Buddha Tzu Chi. “Kami menyampaikan terima kasih atas kepedulian yang diberikan kepada warga kami, khususnya yang diberikan oleh Yayasan Buddha Tzu Chi. Tentunya bantuan ini sangat meringankan dan membantu bagi warga kami yang terkena musibah,” ujar Muchamad Faozi.

Iskandar (67), yang telah tinggal di kawasan Kramat Pulo sejak 1980, menjadi salah satu warga yang kehilangan tempat tinggal dan seluruh harta bendanya. Belum genap pulih dari duka akibat kepergian sang istri, ia kini harus menghadapi kenyataan bahwa rumahnya telah habis dilahap api.

“Saya baru 100 hari ditinggal istri meninggal. Sekarang saya tinggal bersama dua anak saya. Rumah saya habis terbakar. Tidak ada apa pun yang sempat dibawa. Semoga nanti bisa dibangun lagi. Bantuan apa pun saya syukuri, setidaknya bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari dulu. Terima kasih Yayasan Tzu Chi, bantuan ini sangat berguna untuk keperluan sehari-hari,” ungkap Iskandar.

Kehilangan yang dialami Iskandar menggambarkan beratnya kehidupan yang harus dijalani para penyintas setelah kebakaran melanda. Di tengah duka, kebutuhan sehari-hari tetap harus dipenuhi. Bantuan yang diterima menjadi salah satu penopang bagi mereka untuk melewati masa-masa sulit tersebut.

Bayu Herlambang (32), warga yang rumahnya menjadi lokasi awal kebakaran, menuturkan bahwa peristiwa tersebut diduga bermula dari korsleting listrik. Saat kejadian, ia masih bekerja, sedangkan orang tuanya berada di rumah. Api muncul menjelang Magrib dan dengan cepat menimbulkan kepanikan.

“Korsleting listrik. Saat itu hanya ada orang tua saya di rumah, sedangkan saya masih bekerja. Kejadiannya sekitar sebelum Magrib. Biasanya kalau ada korsleting listrik, kami langsung melapor ke PLN. Baru kali ini sampai terjadi kebakaran. Saya kaget, tidak ada barang yang sempat dibawa. Terima kasih kepada Yayasan Tzu Chi, bantuannya sangat bermanfaat untuk kebutuhan sehari-hari,” ujar Bayu.

Ketua Relawan He Qi Jakata Pusat, Johan Tando menyampaikan rasa duka yang mendalam kepada ibu-ibu yang menjadi korban kebakaran. Ada 104 paket bantuan darurat yang diberikan kepada warga, yang setiap paketnya berisi sarung, handuk, tempat makan, pakaian layak pakai, selimut, perlengkapan mandi, ember, kelambu, sandal, dan air mineral.

Relawan Tzu Chi komunitas He Qi Jakarta Pusat sejak pagi hari mengemas paket bantuan untuk korban kebakaran. Dalam satu ember yang dibagikan di dalamnya terdapat kelambu dan air mineral, sedangkan dalam satu kontainer terdapat sarung, handuk, tempat makan, pakaian layak pakai, selimut, perlengkapan mandi, ember, kelambu, dan sandal.

Nani (59), tetangga Bayu, juga masih mengingat kepanikan saat api tiba-tiba membesar. Ketika kebakaran terjadi, pikirannya langsung tertuju pada anaknya yang berada di lantai atas. Tanpa banyak berpikir, ia segera memanggil anaknya untuk keluar menyelamatkan diri.

“Saya kaget, tiba-tiba api sudah menyala. Saya ingat anak saya ada di atas, jadi langsung memanggilnya keluar. Tidak ada barang-barang saya yang sempat dibawa. Terima kasih atas bantuannya, kami bersyukur ada bantuan dari Yayasan Tzu Chi,” tutur Nani.

Sepekan setelah kebakaran, kehadiran relawan Tzu Chi komunitas He Qi Jakarta Pusat bersama Kelurahan Kramat menjadi bentuk kepedulian bagi warga yang sedang berjuang melewati masa sulit. Sebanyak 104 paket bantuan darurat dibagikan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar para penyintas.

Setiap paket berisi sarung, handuk, tempat makan, pakaian layak pakai, selimut, perlengkapan mandi, ember, kelambu, sandal, dan air mineral. Berbagai perlengkapan tersebut diharapkan dapat membantu warga menjalani hari-hari di pengungsian sambil perlahan menata kembali kehidupan mereka.

Editor: Fikhri Fathoni

Artikel Terkait

Bantuan Bagi Korban Kebakaran di Bara-Baraya, Makassar

Bantuan Bagi Korban Kebakaran di Bara-Baraya, Makassar

22 Agustus 2024

Relawan Tzu Chi Makassar memberikan bantuan kepada 27 warga korban kebakaran di Kel. Bara-Baraya, Makassar, Sulawesi Selatan. Bantuan yang diberikan berupa paket sembako, serta barang-barang keperluan sehari-hari yang sangat dibutuhkan warga di pengungsian.

Perhatian dan Cinta Kasih Korban Kebakaran di Laiya

Perhatian dan Cinta Kasih Korban Kebakaran di Laiya

30 Oktober 2024

Relawan Tzu Chi Makassar berbagi berkah untuk 57 Kepala Keluarga terdampak musibah kebakaran yang terjadi di pemukiman padat penduduk di Kelurahan Gaddong, Kecamatan Bontoloa, senin 28 Oktober 2024 lalu.

Bantuan Bagi Korban Kebakaran di Andir, Bandung

Bantuan Bagi Korban Kebakaran di Andir, Bandung

30 Juli 2024

Prihatin dengan kondisi warga korban kebakaran di Kecamatan Andir, Kota Bandung, relawan Tzu Chi memberikan bantuan berupa paket kebakaran, sembako, dan membantu warga memasak di dapur umum. Kebakaran menghanguskan 13 rumah.

Sikap mulia yang paling sulit ditemukan pada seseorang adalah kesediaan memikul semua tanggung jawab dengan kekuatan yang ada.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -