Meningkatkan Kualitas Kesehatan Melalui Bakti Sosial

Jurnalis : Widodo (Tzu Chi Cabang Sinar Mas), Fotografer : Surono (Tzu Chi Cabang Sinar Mas)

Salah satu peserta dengan di damping orangtuanya sedang memeriksakan kondisi kesehatannya oleh Dokter.

“Sumbangsih dengan cinta kasih yang tulus-ikhlas dari semua orang akan menyalakan pelita harapan di berbagai sudut gelap dunia.”
Kata Perenungan Master Cheng Yen

Pada Minggu, 30 Agustus 2026. Sejak pagi, suasana Sekolah Bodhisatta yang terletak di Kampung Melayu, Teluknaga, Tangerang, Banten berbeda dari hari biasanya. Tenda dan kursi sudah tertata rapi. Beberapa relawan Tzu Chi juga tampak mulai berdatangan. Mereka siap menyambut warga sekitar yang datang untuk memeriksakan kesehatannya.

Bekerja sama dengan TIMA Indonesia, bakti sosial kali ini diselenggarakan oleh relawan Tzu Chi Sinar Mas komunitas Xie Li Head Office dengan memberi pelayan pemeriksaan kesehatan umum dan gigi. Layanan kesehatan umum diberikan untuk warga sekitar, sementara pemeriksaan gigi ditujukan untuk siswa sekolah Bodhisatta. Hal ini tak lepas dari penyuluhan kesehatan gigi yang tahun lalu digelar relawan. Dari sanalah muncul kebutuhan untuk mengadakan pemeriksaan gigi terutama bagi para siswa.

“Tahun sebelumnya kita juga ada kegiatan kesehatan gigi di Sekolah Bodhisatta, dari situ kami mendapat masukan untuk membutuhkan pemeriksaan gigi kepada siswa. Kemudian, kami langsung koordinasi dengan Yayasan Tzu Chi agar bisa diatur kegiatannya, akhirnya puji syukur bisa kita lakukan di hari ini,” ujar Albert Cahyadi, salah satu relawan.

Yo Othi (bertopi) dengan antusias mendaftarkan diri untuk mengikuti pemeriksaan kesehatan.

Marlin Shintia Nada di dampingi menuju ruang layanan pemeriksaan oleh relawan Tzu Chi dengan penuh perhatian.

Bhikkhu Aggadipo, pendiri Sekolah Bodhisatta menyambut baik kegiatan bakti sosial yang digelar relawan Tzu Chi. Perhatian ini sangat bermanfaat ditengah kondisi ekonomi yang sulit. “Bhante secara pribadi dan masyarakat mengucapkan sangat terima kasih, gan en karena hari ini para dokter dan relawan Tzu Chi melakukan pengobatan umum dan gigi di daerah kami, dengan kondisi ekonomi sekarang yang sulit sehingga dengan adanya baksos ini sangat membantu,” ucap bhikkhu yang biasa disapa Bhante Aggadipo ini.

Yo Othi (68) salah satu warga yang datang memeriksakan kesehatannya. Ia mengeluhkan ludah yang kental juga penglihatan yang sering berair sejak 3 bulan terakhir. Sudah berobat ke rumah sakit terdekat, namun masih belum nyaman. Ia bersyukur mendapat pemeriksaan kesehatan gratis dari dokter. “Dokter yang tadi periksa, saya ucapkan beribu banyak terima kasih kepada dokter yang tadi menangani saya yang memeriksa saya,” ucapnya.

Hal yang sama juga dirasakan, Sonah (55) yang merasakan kebahagiaan mendapatkan obat gratis. Ia mengeluhkan kaki yang sakit, sesak nafas, sakit kepala, dan juga darah tinggi. Sehari-hari ia berjualan nasi uduk dan lontong sayur. Bolak-balik ke rumah sakit dan puskesmas sudah tak terhitung ia lakukan. Ia berharap bisa mendapat kesembuhan. “Senang orangnya sopan-sopan, saya jalan juga dituntun-tuntun. Terima kasih ya, mudah-mudahan saya sembuh,” ujarnya.

Bhikkhu Aggadipo ditemani Albert Cahyadi dan Tony berinteraksi langsung dengan salah satu dokter.

Stane Dharma Wijaya, salah satu siswa yang tengah melakukan pemeriksaan gigi oleh dokter.

Sementara itu di tempat yang lain, Helia membawa anaknya Stane Dharma Wijaya untuk periksa gigi. Sebelum diperiksa dokter, Helia dan Stane Dharma Wijaya bersama yang lain mendapatkan penyuluhan terkait kesehatan gigi. Setelah itu baru dilakukan pemeriksaan. Setelah diperiksa dokter, gigi Stane, begitu ia biasa dipanggil, berlubang. “Mungkin sudah lama berlubang giginya, tapi karena tidak ada biaya, jadi baru sekarang tahunya. Senang bisa diperiksa hari ini, apalagi gratis, dokternya juga baik, ramah,” ungkap Helia.

Bakti sosial yang digelar sejak pagi hingga siang hari ini berhasil melayani 515 orang pasien, terdiri dari 414 pasien umum dan 101 tindakan gigi. Selain dari tim medis TIMA Indonesia, kelancaran bakti sosial ini juga mendapat dukungan 101 relawan dari beberapa pilar usaha Sinar Mas, seperti Sinar Mas Agribusiness and Food, APP, Sinar Mas Land, XLSMART, dan Bank Sinarmas.

Bisa melayani begitu banyak orang mendatangkan kebahagiaan tersendiri bagi relawan. Seperti yang disampaikan Marlina Nelly dari Wisma Indah Kiat (WIK) Serpong. “Kita sangat berbahagia bisa berbagi kasih dengan semua masyarakat yang ada di sini. Capek tapi bahagia, sukacita,” ujarnya.  Kebahagiaan serupa juga dirasakan Marlin Shintia Nada dari Sinar Mas Agribusinees and Food. “Senang banget karena weekend-ku sangat bermanfaat bisa bantu bapak ibu yang berobat di sini,” katanya. Hal yang sama juga disampaikan Ardan Jihad dari Bank Sinarmas. “Niat awalnya memang membantu, dan ketika tahu ada kegiatan ini saya ikut. Cukup capek, tapi merasakan kebahagiaan ketika bisa membantu. Selain itu juga senang karena hari ini bisa mengenal relawan dari pilar usaha yang lain,” ucapnya.

Setelah melakukan pemeriksaan kesehatannya para peserta mendapatkan souvenir yang diberikan langsung oleh relawan Tzu Chi, Billy Gunawan.

David Wijaya relawan dari Sinar Mas Agribusiness and Food menambahkan jika senyum bahagia dari warga yang telah dibantu menjadi kebahagiaan yang ia rasakan, sekaligus menjadi pengganti yang sepadan atas jerih payah yang telah dilakukan relawan selama beberapa hari terakhir.  “Tentu merasa bahagia sekali, antusiasme dari pagi sampai siang hari ini semua berjalan dengan baik dan lancar. Kita yang ikut sebagai relawan tentu merasa sangat luar biasa bahagia melihat saudara-saudara kita diobati dengan baik pulang dengan senyum itu menjadi obat dari semua kecapekan yang ada,” ujarnya.

Hari itu, Sekolah Bodhisatta bukan hanya menjadi tempat berlangsungnya pemeriksaan kesehatan. Di sana, kepedulian juga tangan-tangan yang membantu bertemu dengan mereka yang membutuhkan perhatian.

Editor: Nur Al Fajar Rumsari

Artikel Terkait

Baksos Kesehatan Tzu Chi ke-111: Harapan dan Doa yang Terkabul

Baksos Kesehatan Tzu Chi ke-111: Harapan dan Doa yang Terkabul

23 Maret 2016

Kisah kedua orang ayah dan anak ini telah melukiskan perjuangan keras dan kasih sayang  yang besar antara orang tua kepada anaknya, karena harapan  agar penglihatannya kembali pulih sangatlah besar. Ini menggambarkan betapa kasih sayang orang tua sepanjang masa demi masa depan anaknya yang lebih baik.

Secercah Asa bagi Hafizh

Secercah Asa bagi Hafizh

24 Desember 2014 Hafizh menjadi salah satu pasien yang ditanggani oleh Tzu Chi saat itu. Selaput putih di mata kanannya berhasil dihilangkan melalui operasi sehingga dia dapat melihat dengan jelas untuk pertama kalinya. Namun, operasi ini bukan hanya menyembuhkan penglihatannya. Lebih dari itu, hidupnya juga mulai berubah. Dia mulai lebih percaya diri bergaul dengan teman - temannya.
Berbagi Cinta Kasih Sampai ke Hulu Bumi Tambun Bungai

Berbagi Cinta Kasih Sampai ke Hulu Bumi Tambun Bungai

14 Januari 2025

Fasilitas kesehatan yang masih minim di pedalaman Kalimantan Tengah, mendorong relawan Tzu Chi Cabang Sinar Mas dari komunitas Xie Li Kalimantan Tengah 1 melakukan bakti sosial kesehatan.

Keteguhan hati dan keuletan bagaikan tetesan air yang menembus batu karang. Kesulitan dan rintangan sebesar apapun bisa ditembus.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -