Menjadi Mata dan Telinga Master, Mengabadikan Kisah Kebajikan

Jurnalis : Indra Wijaya, Jupiter (He Qi Jakarta Barat 3), Fotografer : Indra Wijaya, Odelia Winata (He Qi Jakarta Barat 3)

Para relawan antusias mengikuti Training Abu Putih Ke-4 sebagai kesempatan untuk kembali belajar, menyegarkan niat, dan saling menguatkan dalam menjalankan kebajikan.

Komunitas He Qi Jakarta Barat 3 kembali menggelar Training Abu Putih Ke-4 pada Minggu, 30 Agustus 2026, di Depo Pendidikan Pelestarian Lingkungan Tzu Chi Kebon Jeruk. Bagi para relawan, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk belajar, menyatukan langkah, sekaligus menyegarkan kembali niat dalam menjalankan kebajikan.

Salah satu materi yang menarik perhatian adalah Zhen Shan Mei yang dibawakan oleh Stephen, Koordinator Bidang Zhen Shan Mei He Xin Indonesia 1 dan He Xin Indonesia 2. Melalui materi ini, relawan diajak melihat dokumentasi bukan sekadar sebagai aktivitas mengambil foto atau video, tetapi sebagai cara untuk menangkap dan menyampaikan nilai kebenaran, kebajikan, dan keindahan.

Stephen menjelaskan bahwa dokumentasi dapat menjadi sarana menyebarkan kebenaran, kebajikan, dan keindahan, sehingga kisah yang diabadikan dapat menyentuh hati dan menginspirasi orang lain untuk berbuat baik.

Sesi Amal – Kisah Perjalanan Relawan menghadirkan Chandra dan Intan sebagai narasumber dengan Adi sebagai moderator. Keduanya berbagi pengalaman dan perjalanan menjadi relawan Tzu Chi.

Menurut Stephen, seorang relawan dokumentasi perlu terlebih dahulu memahami kegiatan yang diliput. Dari sana, ia belajar menemukan momen dan sosok yang memiliki nilai humanis.

“Kita harus mengambil sisi humanisnya, budaya humanisnya, nilai gan en, zun zhong, dan ai-nya. Kita harus bisa mendapatkan gambar tersebut. Tentunya kita kembali lagi kepada kenyataan, kepada zhen, yaitu kebenaran itu sendiri. Ada nilai kebaikan, baru kemudian kita bisa melihat hasil dari sebuah foto atau video itu muncul keindahan,” jelas Stephen.

Karena itu, mendapatkan sebuah foto yang bermakna tidak selalu mudah. Relawan perlu peka terhadap apa yang terjadi di sekelilingnya, memahami siapa yang terlibat, dan melihat momen yang mungkin luput dari perhatian.

“Kalau tantangan relawan dokumentasi Zhen Shan Mei dalam mengambil foto atau video sebenarnya tergantung dari kegiatan yang akan kita liput. Pertama, kita harus tahu dulu kegiatan yang akan diliput itu apa. Kedua, kita juga harus melihat siapa yang ada di tempat tersebut dan siapa yang bisa kita jadikan inspirasi untuk lebih banyak orang,” ungkapnya.

Wylen, Ketua He Qi Jakarta Barat 3, menyampaikan materi tentang perhatian dan harapan Master Cheng Yen dalam membimbing para murid untuk menjaga tekad dan kesungguhan dalam melatih diri.

Sesi diskusi dan sharing bersama Rony dan Destia sebagai narasumber serta Lenny sebagai moderator menjadi wadah bagi relawan untuk berbagi pengalaman dan pembelajaran selama mengikuti pelatihan.

Bagi Stephen, foto dan video memiliki peran lebih dari sekadar menjadi dokumentasi kegiatan. Di dalamnya ada cerita yang dapat membuat orang lain mengenal, merasakan, bahkan tergerak untuk melakukan kebaikan.

Ia pun berharap semakin banyak relawan dari berbagai usia yang bersedia menjadi “mata dan telinga Master” dengan mengabadikan berbagai kisah keteladanan yang tumbuh di He Qi Jakarta Barat 3.

Pemahaman tentang Zhen Shan Mei menjadi salah satu bagian dari rangkaian Training Abu Putih Ke-4. Sebelumnya, relawan juga mendapatkan materi Pendidikan yang dibawakan Suryani, Keindahan Budaya Humanis oleh Henny, serta Info Perkembangan Tzu Chi Internasional dan Indonesia oleh Budiman.

Kegiatan juga diisi dengan talkshow “Amal (Kisah Perjalanan Relawan)” bersama Chandra dan Intan, materi Kekhawatiran Master oleh Wylen selaku Ketua He Qi Jakarta Barat 3, serta materi DAAI TV yang dibawakan Mika, Public Relations Manager DAAI TV.

Wylen menyerahkan suvenir kepada Mika Wulan, Public Relations Manager DAAI TV, sebagai bentuk apresiasi setelah penyampaian materi dalam Training Abu Putih Ke-4.

Di penghujung kegiatan, sesi diskusi dan sharing menjadi ruang bagi relawan untuk merefleksikan pembelajaran yang diperoleh. Ceramah Master Cheng Yen dan doa bersama kemudian menutup rangkaian kegiatan.

Training Abu Putih Ke-4 menjadi pengingat bahwa setiap relawan memiliki peran untuk menghadirkan kebaikan. Ada yang melakukannya melalui pelayanan, ada yang mendampingi, dan ada pula yang mengabadikan setiap momen agar cerita kebaikan tersebut dapat terus disampaikan.

Sebab, sebuah foto mungkin hanya menangkap satu detik dalam kehidupan. Namun, ketika di dalamnya terdapat kebenaran, kebajikan, dan keindahan, satu detik itu dapat menjadi cerita yang menyentuh hati dan menginspirasi lebih banyak orang.

Editor: Metta Wulandari

Artikel Terkait

Menapaki Jalan Bodhisatwa, Menebarkan Benih Kebajikan

Menapaki Jalan Bodhisatwa, Menebarkan Benih Kebajikan

09 September 2026

Dengan penuh cinta kasih dan Welas Asih untuk menapaki Jalan Bodhisatwa relawan Tzu Chi Pekanbaru mengadakan kegiatan pelatihan relawan Abu Putih ke-4 dengan tema “Tzu Chi 60 tahun Silsilah Dharma Terus Berkelanjutan”

Menggenggam Waktu dengan Berbuat Kebajikan

Menggenggam Waktu dengan Berbuat Kebajikan

03 November 2022

Yayasan Buddha Tzu Chi Tanjung Balai Karimun mengadakan Pelatihan Relawan Baru di Tanjung Batu. Sebanyak 58 relawan ikut berpartisipasi pada kegiatan yang berlangsung Minggu, 23 Oktober 2022 ini.

Merasakan Kehangatan Kasih Sayang di Dunia

Merasakan Kehangatan Kasih Sayang di Dunia

28 Mei 2019
Minggu, 26 Mei 2019, Pukul 15.00 relawan Tzu Chi mengadakan acara Pemberian Bantuan dan Pelatihan Relawan Abu Putih yang diakhiri dengan kegiatan Berbuka Puasa Bersama.
Bekerja untuk hidup sangatlah menderita; hidup untuk bekerja amatlah menyenangkan.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -