Menjadi Pencatat Sejarah, Mengabadikan Setiap Jejak Kebaikan

Jurnalis : Jupiter (He Qi Jakarta Barat 3), Fotografer : Relawan Komunitas He Qi Jakarta Barat 3

Indra, Koordinator Bidang Zhen Shan Mei komunitas Hu Ai Taman Sari menyampaikan materi kepada para relawan Zhen Shan Mei. Dengan penuh semangat, ia berbagi pengetahuan dan pengalaman.

Relawan Tzu Chi komunitas He Qi Jakarta Barat 3 mengadakan kegiatan Mini Training Internal Zhen Shan Mei pada Minggu, 9 Agustus 2026, di Depo Pendidikan Pelestarian Lingkungan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Para relawan Zhen Shan Mei (relawan dkumentasi) mengikuti kegiatan ini untuk memperkuat kemampuan fotografi, videografi, dan penulisan artikel, sekaligus memahami makna Zhen Shan Mei dalam setiap karya yang dihasilkan.

Kegiatan dibawakan oleh Indra, Koordinator Bidang Zhen Shan Mei komunitas Hu Ai Taman Sari. Pada sesi awal, peserta mendapatkan pembekalan kemampuan dasar fotografi menggunakan kamera telepon genggam. Indra membagikan kiat sederhana, seperti menjaga ponsel tetap stabil, menentukan ukuran gambar, memahami kemampuan zoom, serta memperhatikan exposure dan fokus agar setiap momen dapat diabadikan dengan lebih baik.

Namun, dokumentasi bukan hanya tentang menghasilkan foto yang indah. Di dalamnya terdapat tanggung jawab untuk menjaga nilai dan perasaan orang yang didokumentasikan. Indra menjelaskan pentingnya meminta izin serta mengikuti aturan yang berlaku, terutama ketika melakukan dokumentasi di rumah sakit.

Keselamatan juga menjadi perhatian, khususnya saat berada di lokasi bencana. Relawan tidak diperkenankan memasuki zona berbahaya ataupun melakukan tindakan yang membahayakan diri. Martabat dan perasaan korban juga perlu dijaga.

Saat melakukan wawancara, relawan perlu hadir dengan sikap sopan, penuh hormat, dan toleransi. Atribut Tzu Chi juga menjadi identitas yang membantu masyarakat mengenal relawan serta menunjukkan keterlibatan dalam misi kemanusiaan.

Para relawan Zhen Shan Mei tampak antusias memperhatikan saat sesi pemaparan materi berlangsung. Setiap penjelasan menjadi bekal bagi para peserta untuk meningkatkan kemampuan dalam mengambil foto, membuat video, maupun menuliskan cerita kegiatan secara lebih baik.

Indra juga menjelaskan bahwa menjadi bagian dari Zhen Shan Mei merupakan kesempatan untuk turut mencatat perjalanan Tzu Chi melalui karya yang benar, bajik, dan indah, sehingga setiap kebaikan dapat tersampaikan apa adanya kepada masyarakat.

Materi dilanjutkan dengan standarisasi desain, media sosial, dan video kilas balik. Peserta diperkenalkan pada tahapan pembuatan video, mulai dari memahami acara, menentukan konsep, mengumpulkan foto dan video, menyiapkan musik serta grafis, mengambil footage, hingga proses penyuntingan dan finalisasi.

Relawan juga diarahkan untuk tidak hanya melihat rangkaian aktivitas, tetapi memperhatikan orang-orang di dalamnya. Ekspresi, interaksi, perhatian kecil, dan momen kebersamaan dapat membuat sebuah foto atau video mampu menghadirkan dan menyampaikan pesan cinta kasih.

Jupiter saat berbagi pengalaman kepada para peserta mengenai teknik penulisan artikel yang baik, agar informasi dalam sebuah kegiatan dapat tersampaikan secara runtut dan mudah dipahami pembaca.

Sesi berikutnya diisi oleh Jupiter, relawan Zhen Shan Mei yang berbagi mengenai teknik penulisan artikel berdasarkan pengalamannya sebagai jurnalis. Ia menjelaskan pentingnya menentukan tema, menyiapkan pertanyaan, mencari narasumber yang tepat, serta menyusun kerangka 5W+1H.

“Dalam menulis artikel, kita perlu memperhatikan batas maksimal karakter. Draft (rancangan) tulisan jangan menggunakan bahasa kiasan seperti puisi, tetapi gunakan bahasa yang berbudaya humanis,” tutur Jupiter.

Ia juga mengingatkan agar tulisan disusun secara runtut dari awal hingga akhir kegiatan. Gagasan utama perlu disampaikan dengan jelas tanpa membuat tulisan kehilangan fokus. Artikel sebaiknya segera diselesaikan agar masih memiliki waktu untuk diperiksa dan diperbaiki.

“Yang paling penting, apa yang kita tulis harus sesuai dengan kenyataan. Hasil wawancara tidak boleh dilebihkan, dikurangi, ataupun dibuat-buat. Karena kita adalah Zhen Shan Mei, yang berarti kebenaran, kebajikan, dan keindahan,” tambahnya.

Indra kemudian menuturkan bahwa tugas Zhen Shan Mei bukan sekadar mengambil foto, video, atau menulis artikel, melainkan menjadi bagian dari upaya mencatat sejarah Tzu Chi.

“Intinya, dengan adanya kita sebagai pencatat sejarah, sejarah Tzu Chi bisa diceritakan kepada semua orang di seluruh dunia,” jelas Indra.

Kegiatan Waste to Wisdom yang berlangsung bersamaan dengan Mini Training Internal Zhen Shan Mei. Momen ini menjadi kesempatan bagi relawan Zhen Shan Mei untuk mempraktikkan kemampuan dokumentasi.

Setelah pemaparan materi, para relawan Zhen Shan Mei langsung mempraktikkan teknik pengambilan foto dan video. Kebetulan saat itu berlangsung kegiatan Waste to Wisdom yang diikuti relawan kembang, murid Tzu Chi School, dan Tzu Ching. Para peserta bersama-sama mengolah bahan bekas untuk menjadi bahan baku ecobrick.

Kesempatan ini dimanfaatkan untuk menangkap berbagai momen secara langsung, mulai dari sudut pengambilan gambar, ekspresi peserta, proses kerja sama, hingga detail kecil yang menggambarkan suasana kegiatan. Dari tangan yang bekerja, senyum para anak muda, hingga kebersamaan dalam mengolah bahan bekas, para relawan belajar bahwa dokumentasi yang baik bukan hanya menunjukkan apa yang dilakukan, tetapi juga menghadirkan cerita dan semangat di baliknya.

Mini Training Internal Zhen Shan Mei ini menjadi pengingat bahwa dokumentasi bukan sekadar merekam apa yang terlihat, tetapi menyampaikan nilai yang terkandung di dalamnya. Dengan berpegang pada kebenaran, menghadirkan kebajikan, dan menyampaikan keindahan dengan tulus, setiap karya Zhen Shan Mei diharapkan menjadi jembatan untuk memperkenalkan cinta kasih Tzu Chi kepada lebih banyak orang.

Editor: Fikhri Fathoni

Artikel Terkait

Menumbuhkan Tunas Baru Pencatat Sejarah Tzu Chi

Menumbuhkan Tunas Baru Pencatat Sejarah Tzu Chi

12 Juni 2024

Tzu Chi Medan bekerja sama dengan DAAI TV Medan mengadakan pelatihan videografi dan editing bagi relawan Zhen Shan Mei pada 1 Juni 2024 yang diikuti oleh 40 relawan.

Menjadi Mata dan Telinga Master itu Mudah

Menjadi Mata dan Telinga Master itu Mudah

10 April 2026

Mini Training Zhen Shan Mei (ZSM) yang diselenggarakan relawan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia di Tangerang membekali peserta dengan dasar fotografi, penulisan, dan nilai budaya humanis.

Menjalin Keakraban dengan Generasi Muda Lewat Kelas Fotografi

Menjalin Keakraban dengan Generasi Muda Lewat Kelas Fotografi

08 Juni 2022

Relawan Zhen Shan Mei di Tzu Chi Medan mengadakan kelas Seni Fotografi Instagramable untuk masyarakat umum, Minggu 1 Juni 2022. Kelas ini sebagai wujud sumbangsih kepada generasi muda yang mempunyai aspirasi di bidang foto.

Orang bijak dapat menempatkan dirinya sesuai dengan kondisi yang diperlukan.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -