Menjaga Asa Alim untuk Kembali Pulih

Jurnalis : Fikhri Fathoni , Fotografer : Fikhri Fathoni

Wijiarti (tengah) beserta relawan Tzu Chi komunitas He Qi Jakarta Barat 1 lainnya, melakukan kunjungan kasih ke rumah Alim, salah satu penerima bantuan Tzu Chi yang kini berangsur pulih setelah berjuang melawan penyakit TB Usus yang ia derita.

Satu tahun terakhir menjadi masa yang tidak mudah bagi Alim Nugraha (30). Hari-harinya yang dahulu diisi dengan aktivitas bekerja sebagai teknisi IT berubah sejak sakit mulai menggerogoti tubuhnya. Awalnya, Alim hanya merasakan keluhan asam lambung. Namun rasa sakit yang ia alami ternyata berkembang menjadi kondisi yang jauh lebih serius.

“Awalnya tuh dia (Alim) sakit asam lambung, dari asam lambung itu dia ngerasain sakitnya luar biasa, waktu dicek di Rumah Sakit Cinta Kasih (RSCK) Tzu Chi. Setelah dilakukan CT Scan, barulah ketahuan kalau dia ada infeksi di ususnya (TB usus),” ungkap Edah (54), Ibunda Alim.

Pemeriksaan medis yang dijalani Alim menjadi awal dari perjalanan panjang pengobatan dan pemulihannya. Dalam kondisi tersebut, keluarga juga harus memikirkan biaya perawatan yang tidak sedikit. Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia kemudian hadir membantu keluarga Alim, mulai dari bantuan nutrisi seperti susu, hingga uang transportasi untuk kebutuhan pengobatan.

Bagi keluarga Alim, bantuan tersebut bukan hanya meringankan beban secara materi, tetapi juga memberikan kekuatan batin untuk terus bertahan.

Sebelum sakit, Alim adalah sosok yang aktif bekerja. Namun penyakit TB usus yang dideritanya membuat ia harus berhenti sementara dari pekerjaannya dan fokus menjalani perawatan. Untuk saat ini, selama masa pemulihan, Alim masih harus menggunakan kantung kolostomi. Kondisi tersebut tentu bukan hal mudah, tetapi dukungan keluarga dan perhatian relawan membuat Alim perlahan menemukan kembali semangatnya.

Kondisi Alim selama menjalani perawatan di rumah sakit. Saat itu kondisi Alim sangat memprihatinkan dengan kondisi badan yang sangat kurus.

Kini, meski belum sepenuhnya pulih, Alim sudah mulai dapat melakukan aktivitas ringan di rumah. Dari yang sebelumnya hanya bisa berbaring, ia mulai berusaha melatih tubuhnya kembali dengan peregangan sederhana. Harapannya untuk kembali bekerja juga menjadi salah satu alasan baginya untuk terus berjuang.

“Sekarang di rumah aktivitas saya ya buat peregangan tubuh semenjak di rumah sakit hanya rebahan mulu. Semakin semangat juga karena dibantu dan diperhatiin relawan. Saya mau kerja lagi karena bosan juga di rumah, karena satu tahun udah enggak kerja, pokoknya mau pulih total dulu,” ujar Alim.

Bagi Edah, bantuan dan perhatian yang diberikan relawan Tzu Chi menjadi sumber kekuatan tersendiri. Ia merasa tidak berjalan sendiri dalam mendampingi proses pengobatan anaknya. Di tengah rasa khawatir dan lelah yang dirasakan, kepedulian para relawan membuat beban itu terasa lebih ringan.

“Saya bersyukur banget, alhamdulillah saya dapat bantuan dari Tzu Chi. Bukan hanya bantuan aja, semua dukunganya pun saya berterima kasih banget, lebih meringankan beban saya juga,” ungkap Edah.

Saat ini Alim tengah menjalani masa pemulihan. Dengan kondisinya sekarang yang telah membaik, Alim dapat melakukan aktivitas-aktivitas ringan secara mandiri.

Pendampingan Tulus Relawan
Jalinan jodoh baik antara keluarga Alim dan relawan Tzu Chi bermula ketika relawan melakukan survei kasus di RSCK Tzu Chi. Saat itu, relawan belum dapat bertemu langsung dengan Alim karena ia masih menjalani perawatan. Namun pertemuan dengan Edah, ibunda Alim, membuka jalan bagi relawan untuk memahami kondisi keluarga ini lebih dekat.

Wijiarti, relawan Tzu Chi komunitas He Qi Jakarta Barat 1, bersama relawan lainnya kemudian terus memberikan perhatian kepada Alim dan keluarganya. Dari pertemuan awal itulah, relawan mengetahui adanya kebutuhan biaya yang tidak ditanggung oleh BPJS.

“Kami sama teman-teman relawan survei kasus ke RSCK, cuma tidak bisa temui pasien (Alim). Saya sama teman-teman cuma ngobrol sama ibunya Alim yang sungguh luar biasa. Di situ ibunya minta bantuan untuk biaya yang tidak dicover BPJS,” tutur Wijiarti.

Edah membantu Alim untuk mengganti kantong kolostomi yang ia gunakan selama masa pemulihan. Berkat kesabaran dan perjuangan Ibunya yang pantang lelah mendampingi Alim, kini Alim menjadi lebih semangat untuk pulih total.

Setelah beberapa waktu tidak berkunjung, Wijiarti dan relawan Tzu Chi lainnya kembali melakukan kunjungan kasih ke rumah Alim di Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat pada Selasa, 30 Juni 2026. Ia merasa haru sekaligus senang melihat perubahan kondisi Alim yang jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya. Dalam ingatannya, kondisi Alim dahulu sangat memprihatinkan.

“Saya sudah lama tidak berkunjung ke rumah Alim, dikasih tahu (foto) kondisi Alim yang sekarang saya sampai tidak mengenali. Dulu benar-benar memang memprihatinkan sekali, badannya kurus banget seperti kakek-kakek. Mohon maaf (dengan meneteskan air mata), kaya enggak ada harapan dulu,” kenang Wijiarti.

Selama Alim menjalani operasi dan perawatan, perhatian relawan tidak pernah terputus. Komunikasi dengan Edah terus terjalin melalui telepon. Dari sana, relawan mengetahui perkembangan kondisi Alim, sekaligus terus memberikan semangat kepada mereka agar tetap kuat melewati proses tindakan medis yang dijalani.

Setelah melakukan kunjungan kasih, relawan Tzu Chi berpamitan dan tak lupa mendoakan Alim agar segera pulih total.

Bagi Wijiarti, perjuangan Edah sebagai seorang ibu adalah hal yang luar biasa. Ia melihat bagaimana Edah tidak lelah mendampingi Alim, dari masa sakit hingga perlahan mulai pulih. Harapan pun ia titipkan kepada Alim agar kelak, ketika kesehatannya sudah kembali, ia dapat melanjutkan hidup dengan lebih baik dan tidak melupakan perjuangan sang ibu.

“Harapan saya ke Alim kalau nanti sudah benar-benar sembuh, cari kerja yang benar dan ingat perjuangan ibu. Untuk sampai saat sekarang si Alim bisa pulih seperti biasa itu memang perjuangan seorang ibu yang tidak mengenal lelah,” harap Wijiarti.

Perjalanan Alim menuju pulih memang belum selesai. Namun di tengah proses panjang itu, kasih sayang seorang ibu serta pendampingan relawan Tzu Chi menjadi penguat yang menyalakan kembali harapan. Dari perhatian yang diberikan, Alim dan keluarganya tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga merasakan bahwa mereka tidak sendirian dalam menghadapi ujian ini.

Editor: Metta Wulandari

Artikel Terkait

Jalinan Jodoh Pestus Bersama Tzu Chi

Jalinan Jodoh Pestus Bersama Tzu Chi

15 Juli 2024

Pestus Jurumanto Situmorang mendapatkan musibah ketika sedang berjuang untuk keluarga. Bersyukur ia dapat tertangani dengan baik berkat perawatan dokter dan dukungan Tzu Chi. Sebagai bentuk rasa syukur, Pestus juga tergerak untuk ikut membantu orang lain. 

Aaron yang Kini Sudah Dapat Berkomunikasi dengan Sempurna

Aaron yang Kini Sudah Dapat Berkomunikasi dengan Sempurna

13 Mei 2024

Jie Tju Foeng, Denasari, juga Lie San Ying begitu gembira saat bertemu Aaron, penerima bantuan Tzu Chi berupa biaya implan koklea tahun 2014 dan 2017. Ketiga relawan senior ini sekaligus takjub karena Aaron dapat berkomunikasi dengan sempurna.

Berfikir Positif Itu Harus

Berfikir Positif Itu Harus

02 Desember 2024

Kegiatan bernama kunjungan kasih dapat membuka pandangan seseorang dalam menatap kehidupan. Seperti kunjungan kasih yang rutin diikuti para relawan di Komunitas He Qi Pusat diharapkan dapat membuka pandangan 76 relawan dalam menatap kehidupan.

Menghadapi kata-kata buruk yang ditujukan pada diri kita, juga merupakan pelatihan diri.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -