Menjalin kekeluargaan di Festival Dongzhi, Senantiasa Melakukan Kebajikan

Jurnalis : Rizki Hermadinata (Tzu Chi Bandung), Fotografer : Muhammad Dayar (Tzu Chi Bandung)

Festival Dongzhi atau di Indonesia dikenal dengan Hari Wedang Ronde adalah tradisi masyarakat Tionghoa yang mengandung unsur kekeluargaan dan untuk menghormati titik balik matahari musim dingin.

Relawan Tzu Chi Bandung merayakan Festival Dongzhi (hari dengan siang terpendek malam terpanjang di bumi bagian utara). Dongzhi memiliki makna yang luas dan mengandung unsur kekeluargaan. Di Indonesia dikenal dengan Hari Wedang Ronde, tradisi budaya Tionghoa untuk menghormati titik balik matahari musim dingin.

Perayaan ini digelar di Aula Jing Si Tzu Chi Bandung pada 12 Desember 2021. Ada enam Xie Li yang berkumpul untuk merayakan Hari Wedang Ronde ini. Perayaan di mulai dengan pembuatan Wedang Ronde dipagi harinya.

Para relawan Tzu Chi Bandung sedang membuat ronde untuk merayakan Hari Wedang Ronde, kegiatan ini menjadi momen untuk terus menjalin jodoh baik sesama relawan Tzu Chi untuk terus menebar kebajikan di masa pandemi Covid 19.

Ruchiyat Kurniadi dalam sambutannya di festival Dongzhi berharap dengan adanya kegiatan ini bisa memperkuat jalinan jodoh yang baik dalam barisan Tzu Chi.

Ada 4 Kg ronde yang dibuat oleh relawan Tzu Chi Bandung. Pada siang harinya Wakil Ketua Hu Ai Tzu Chi Bandung, Yulistina mengadakan lomba untuk menghangatkan suasana. Para relawan yang hadir dibagi menjadi enam kelompok untuk berlomba membuat ronde sebanyak mungkin dan pemenangnya akan mendapat kesempatan pertama untuk memakan wedang ronde.

“Kita telah berkumpul bersama-sama untuk membuat ronde, mengapa ronde karena untuk menjelang datangya tahun baru dengan harapan baru penuh dengan sukacita, dengan kebahagian menyambut datangnya tahun baru kita orang orang Tzu Chi semua berkumpul bersatu hati untuk membuat ronde,” Ujar Pepeng Kuswati.

Para relawan Tzu Chi yang dibagi menjadi enam kelompok bertempat di ruang pantry Aula Jing si Bandung berlomba membuat ronde sebanyak mungkin dan akan di berikan kesempatan untuk memakan wedang ronde pertama.

Pepeng Kuswati (tengah) salah satu relawan yang turut hadir memeriahkan festival Dongzhi membuat ronde bersama relawan Tzu Chi Bandung yang sudah lama dimasa pandemi Covid 19 tidak berkumpul bersama.

Ronde ( Tangyuan ) yang disajikan dalam keadaan hangat di perayaan Imlek, diharapan para keluarga tetap bersatu, erat, harmonis, bahagia tidak terpisahkan. Harapan itulah yang bisa mengikat tali kekeluargaan para relawan Tzu Chi agar senantiasa melakukan kebajikan dan selalu berjalan di jalan Bhodisatva.

“Ini adalah kegiatan yang luar biasa selama pada masa pandemi ini kita sudah lama tidak bisa berkumpul ternyata, hari ini dengan membuat ronde kita bisa bersama-sama berkumpul untuk menambah suasana akrab dengan relawan-relawan lainnya supaya mendapat semangat baru. Ada tenaga tenaga muda baru supaya bisa meneruskan pekerjaan yang telah kita kerjakan” tutur Ruchiyat Kurniadi.

Para relawan Tzu Chi Bandung bersemangat mengikuti festival Dongzhi. Para relawan bersatu hati bisa berkumpul kembali.

Pada kegiatan Festival Dongzhi ini para relawan Tzu Chi sangat berharap di tahun 2022 situasi dan kondisi Indonesia makin membaik sehingga kegiatan Misi Amal kemanusiaan Tzu Chi bisa berjalan dengan baik dan relawan Tzu Chi Indonesia dapat terus menebar cinta kasih universal.

Editor: Anand Yahya

Artikel Terkait

Menjalin kekeluargaan di Festival Dongzhi, Senantiasa Melakukan Kebajikan

Menjalin kekeluargaan di Festival Dongzhi, Senantiasa Melakukan Kebajikan

16 Desember 2021

Relawan Tzu Chi Bandung merayakan Hari Wedang Ronde sebagai harapan untuk saling Bersatu sesama insan Tzu Chi.

Saat membantu orang lain, yang paling banyak memperoleh keuntungan abadi adalah diri kita sendiri.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -