Menolong Tanpa Pamrih

Jurnalis : Henny Laurence (Tzu Chi Makassar), Fotografer : Jacky Teguh W. (Tzu Chi Makassar)

fotoPara relawan dengan penuh welas asih menghampiri Tan Bie Tjin untuk menghibur dan menenangkan dirinya.

 

Selasa sore, 15 September 2011, seorang gadis remaja dengan tergesa-gesa mendatangi  Kantor Yayasan Buddha Tzu Chi Makassar. Ia datang untuk meminta bantuan Tzu Chi Makassar  agar dapat menolong seorang perempuan paruh baya untuk diselamatkan. Secara tidak sengaja, gadis tersebut bertemu dengan beberapa relawan Tzu Chi, di antaranya Ivy Shijie, Lenny Pupella Shijie, dan Shie Hwa Shijie yang baru saja kembali dari melayat ke rumah salah satu relawan Tzu Chi.

 

Gadis tersebut menceritakan kisah mengenai pasien tersebut kepada relawan Tzu Chi. Gadis itu mengatakan bahwa dirinya sudah berkeliling ke beberapa yayasan dengan harapan ada yang bisa membantu. Kebetulan ada satu yayasan dari Klenteng Xian Ma yang memberikan masukan kepada dirinya untuk meminta bantuan ke Tzu Chi Makassar. Itulah kisah bagaimana dirinya bisa datang ke Kantor Yayasan Buddha Tzu Chi Perwakilan Makassar.

Diketahui bahwa perempuan paruh baya bernama Tan Bie Tjin (55),  yang telah terlantar selama 3 hari lamanya di depan pelataran Polsekta Wajo. Menurut gadis itu, dirinya tidak mengenal Tan Bie Tjin, ia mendapat kabar dari warga sekitar yang melihat perempuan ini diantar oleh sebuah mobil taksi kemudian dibuang di dekat rumahnya bersama tas koper yang ada di taksi tersebut.

foto  foto

Keterangan :

  • Shijie Lenny Pupella relawan Tzu Chi Makassar mencoba berkomunikasi dengan Tan Bie Tjin yang ditemukan dalam kondisi terlantar di halaman Polsek Wajo Makassar.(kiri)
  • Relawan mencoba mendekati Tan Bie Tjin dan berbicara dengannya untuk mengajaknya pergi ke panti wreda.(kanan)

Setelah informasi diterima, para relawan bersama pelapor langsung menuju ke tempat kejadian. Setelah tiba di tempat kejadian, Lenny Pupella Shijie mencoba berbicara dan menanyakan langsung kepada Tan Bie Tjin, ternyata Tan Bie Tjin  tidak dapat mendengar dengan baik. Dalam hal berbicara pun kurang jelas, serta matanya tak dapat melihat dengan baik, dan Tan Bie Tjin juga mengalami keterbelakangan mental.  Para relawan  yang melihat kondisi Tan Bie Tjin pun merasa iba. Lalu Leny Shijie berinisiatif menghubungi Irene Sie Shijie untuk meminta saran. Iren Sie Shijie pun langsung menghubungi Panti Sosial Tresda Werdha di Makassar, menanyakan apakah pengurus di sana dapat membantunya.

Keesokan harinya, kami bersama lima relawan Tzu Chi Makassar lainnya langsung membawa Tan Bie Tjin ke panti wreda. Setibanya di panti wreda, kami langsung diundang masuk ke aula oleh pengurus panti. Di sana relawan Tzu Chi bertemu dengan pimpinan pengurus panti Bapak Abas dan  pengurus-pengurus panti lainnya untuk mengadakan rapat kecil bersama relawan Tzu Chi Makasar. Dalam rapat tersebut, pihak panti tidak berani menerima pasien yang kami bawa dengan alasan umurnya belum mencukupi 60 tahun dan pasien ini  mengalami keterbelakangan. “Bukan kita tidak mau menerima, tetapi nanti dia bisa mengganggu oma-opa yang ada di sini. Karena ada kasus yang pernah seperti ini, mereka menganggu oma-opa sampai tidak dapat bisa tidur. Tetapi kami akan terima apabila dia sudah sembuh kejiwaannya,” ujar salah satu pengurus panti.

Panti wreda ini sendiri telah mengenal Tzu Chi sejak lama, karena Tzu Chi juga bergerak dibidang sosial dan banyak membantu PSTW Makassar, seperti mengisi acara dengan menghibur dan memberikan bingkisan kepada opa dan oma. “Kedatangan relawan Tzu Chi ke panti ini mengubah suasana  oma-opa menjadi bahagia sekali dari sebelum-sebelumnya. Bahkan kalau bisa Tzu Chi berkunjung sesering mungkin,” ujar pimpinan panti, Bapak Abas. Setelah berbicara selama 25 menit bersama pimpinan panti dan anggotanya, pimpinan Panti Sosial Tresna Wreda (PSTW) Makassar kemudian mengutus salah seorang anggota untuk membantu merujuk ke RS Jiwa bersama relawan Tzu Chi. Kami pun langsung membawa Tan Bie Tjin ke tempat tersebut.

Berjalan bersama dengan seorang pengurus panti wreda kami sangatlah membantu, karena pengurus tersebut sangat membantu kami dalam mengurus surat rekomendasi ke Departemen Sosial dan dari Departemen Sosial kemudian diteruskan ke Polsekta Wajo. Selain itu, pengurus panti dan relawan Tzu Chi  juga mengurus surat keterangan orang terlantar guna mendapatkan keringanan biaya (gratis) dari pemerintah.

 


Artikel Terkait

Menabur Berkah dan Kebijaksanaan di Awal Tahun

Menabur Berkah dan Kebijaksanaan di Awal Tahun

17 Februari 2017

Selasa, 7 Februari 2017, Yayasan Budha Tzu Chi Indonesia Kantor Penghubung Singkawang melaksanakan acara Pemberkahan Awal Tahun 2017 sekaligus Ramah Tamah Tahun Baru Imlek 2568. Acara ini diadakan pada salah satu gedung serba guna Singkawang dan dihadiri oleh relawan Tzu Chi Singkawang serta para donatur yang berjumlah 500 orang lebih

Mendampingi dengan Ketulusan dan Cinta Kasih

Mendampingi dengan Ketulusan dan Cinta Kasih

02 Juni 2021
Sejak awal Tzu Chi berdiri tahun 1966 di Taiwan, metode pendampingan dan perhatian untuk para penerima bantuan Tzu Chi tidaklah berubah hingga saat ini.
Bersyukur dan Menjaga Kepercayaan Donatur

Bersyukur dan Menjaga Kepercayaan Donatur

19 Februari 2020

Tzu Chi Medan mengadakan acara Pemberkahan Awal Tahun 2020 di Tiara Convention Center Medan pada 9 Februari 2020. Semua relawan ikut mementaskan Sutra Wu Liang Yi Jing yang telah dipelajari sejak bulan Juni 2019. Sesi siang diperuntukan bagi para donatur dan masyarakat umum. Dalam kegiatan ini juga disampaikan apa-apa saja yang sudah dilakukan Tzu Chi Medan selama tahun 2019.

Lebih mudah sadar dari kesalahan yang besar; sangat sulit menghilangkan kebiasaan kecil yang buruk.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -