Menolong Tanpa Pamrih
Jurnalis : Henny Laurence (Tzu Chi Makassar), Fotografer : Jacky Teguh W. (Tzu Chi Makassar)
|
| |
Gadis tersebut menceritakan kisah mengenai pasien tersebut kepada relawan Tzu Chi. Gadis itu mengatakan bahwa dirinya sudah berkeliling ke beberapa yayasan dengan harapan ada yang bisa membantu. Kebetulan ada satu yayasan dari Klenteng Xian Ma yang memberikan masukan kepada dirinya untuk meminta bantuan ke Tzu Chi Makassar. Itulah kisah bagaimana dirinya bisa datang ke Kantor Yayasan Buddha Tzu Chi Perwakilan Makassar. Diketahui bahwa perempuan paruh baya bernama Tan Bie Tjin (55), yang telah terlantar selama 3 hari lamanya di depan pelataran Polsekta Wajo. Menurut gadis itu, dirinya tidak mengenal Tan Bie Tjin, ia mendapat kabar dari warga sekitar yang melihat perempuan ini diantar oleh sebuah mobil taksi kemudian dibuang di dekat rumahnya bersama tas koper yang ada di taksi tersebut.
Keterangan :
Setelah informasi diterima, para relawan bersama pelapor langsung menuju ke tempat kejadian. Setelah tiba di tempat kejadian, Lenny Pupella Shijie mencoba berbicara dan menanyakan langsung kepada Tan Bie Tjin, ternyata Tan Bie Tjin tidak dapat mendengar dengan baik. Dalam hal berbicara pun kurang jelas, serta matanya tak dapat melihat dengan baik, dan Tan Bie Tjin juga mengalami keterbelakangan mental. Para relawan yang melihat kondisi Tan Bie Tjin pun merasa iba. Lalu Leny Shijie berinisiatif menghubungi Irene Sie Shijie untuk meminta saran. Iren Sie Shijie pun langsung menghubungi Panti Sosial Tresda Werdha di Makassar, menanyakan apakah pengurus di sana dapat membantunya. Keesokan harinya, kami bersama lima relawan Tzu Chi Makassar lainnya langsung membawa Tan Bie Tjin ke panti wreda. Setibanya di panti wreda, kami langsung diundang masuk ke aula oleh pengurus panti. Di sana relawan Tzu Chi bertemu dengan pimpinan pengurus panti Bapak Abas dan pengurus-pengurus panti lainnya untuk mengadakan rapat kecil bersama relawan Tzu Chi Makasar. Dalam rapat tersebut, pihak panti tidak berani menerima pasien yang kami bawa dengan alasan umurnya belum mencukupi 60 tahun dan pasien ini mengalami keterbelakangan. “Bukan kita tidak mau menerima, tetapi nanti dia bisa mengganggu oma-opa yang ada di sini. Karena ada kasus yang pernah seperti ini, mereka menganggu oma-opa sampai tidak dapat bisa tidur. Tetapi kami akan terima apabila dia sudah sembuh kejiwaannya,” ujar salah satu pengurus panti. Panti wreda ini sendiri telah mengenal Tzu Chi sejak lama, karena Tzu Chi juga bergerak dibidang sosial dan banyak membantu PSTW Makassar, seperti mengisi acara dengan menghibur dan memberikan bingkisan kepada opa dan oma. “Kedatangan relawan Tzu Chi ke panti ini mengubah suasana oma-opa menjadi bahagia sekali dari sebelum-sebelumnya. Bahkan kalau bisa Tzu Chi berkunjung sesering mungkin,” ujar pimpinan panti, Bapak Abas. Setelah berbicara selama 25 menit bersama pimpinan panti dan anggotanya, pimpinan Panti Sosial Tresna Wreda (PSTW) Makassar kemudian mengutus salah seorang anggota untuk membantu merujuk ke RS Jiwa bersama relawan Tzu Chi. Kami pun langsung membawa Tan Bie Tjin ke tempat tersebut. Berjalan bersama dengan seorang pengurus panti wreda kami sangatlah membantu, karena pengurus tersebut sangat membantu kami dalam mengurus surat rekomendasi ke Departemen Sosial dan dari Departemen Sosial kemudian diteruskan ke Polsekta Wajo. Selain itu, pengurus panti dan relawan Tzu Chi juga mengurus surat keterangan orang terlantar guna mendapatkan keringanan biaya (gratis) dari pemerintah.
| ||
Artikel Terkait
Merangkul Teman, Menebar Cinta Kasih
14 Desember 2023Tzu Chi Biak bersama dengan PSMTI Biak Numfor mengadakan acara perayaan Natal bersama di Desa Sundey Distrik Biak Timur, Biak Papua. Perayaan ini diikuti oleh 1.200 orang dan 50 relawan Tzu Chi Biak.
Serah Terima Renovasi Rumah Tzu Chi di Kabupaten Tangerang
18 September 2025Suasana haru bercampur bahagia menyelimuti peresmian renovasi rumah Program Gotong Royong Renovasi Rumah Merah Putih. Dari target 500 rumah, sebanyak 115 unit rumah telah direnovasi oleh Kementerian PKP, Tzu Chi, dan ASG.
Perpustakaan untuk Adik-adik di Madrasah Ibtidaiyah Nurul Islam Kamal Muara
12 Desember 2019Gabriella dan teman-temannya di Sekolah Tzu Chi Indonesia merasa sangat senang. Sebab, perpustakaan Madrasah Ibtidaiyah Nurul Islam Kamal Muara yang mereka kembangkan kini sudah bisa dimanfaatkan. Perpustakaan yang mereka beri nama Perpustakaan Anak Bangsa ini diharapkan bisa membuat adik-adik mereka di Madrasah Ibtidaiyah ini gemar membaca.








Sitemap