Menumbuhkan Budi Pekerti Sejak Dini
Jurnalis : Rosy Velly Salim (He Qi Pusat), Fotografer : Rosy Velly Salim, Efendi Wijaya (He Qi Pusat)
Kelas berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab. Tampak Berliency (memegang mikrofon) dan Clarista (di sebelahnya) yang turut menjawab.

Kelly Teresa Carissa bersama ayahnya, berbagi kisah dan kesan dari persembahan tulisan yang Kelly berikan untuk sang ayah.

Suasana kelas bimbingan budi pekerti Tzu Shao berlangsung hangat. Para murid belajar kembali tata krama dalam duduk, berjalan, berbaris, hingga cara makan yang berbudaya humanis.

Sepuluh murid Tzu Shao dengan penuh semangat berlatih isyarat tangan lagu “Papa Mama Xie-Xie Ni”, yang akan dipersembahkan sebagai ungkapan tulus rasa terima kasih kepada ayah dan ibunya.
Artikel Terkait
Satu Hari Tanpa Gadget
28 Juni 2016Kali ini kelas budi pekerti Tzu Shao diadakan di outdoor dengan menyajikan berbagai permainan dan perlombaan yang bertujuan untuk mengakrabkan para Tzu Shao tanpa fokus pada gadget masing-masing.
Belajar Menghargai Berkah
23 Oktober 2015Pada 18 Oktober 2015, kelas budi pekerti Tzu Chi Tanjung Balai Karimun diadakan dengan tema “Saya Bisa Hasiskan Makanan Saya” dengan harapan anak-anak belajar untuk menghargai berkah dari makanan. Sebanyak 121 anak dengan penuh semangat mengikuti pembelajaran ini hingga mempraktikkannya pada sesi makan bersama.
Kelas Budi Pekerti: Belajar Peduli Lingkungan Sejak Dini
21 September 2022Kelas Budi Pekerti di Tzu Chi Tanjung Balai Karimun kali ini sedikit berbeda karena dilaksanakan di Pantai Ketam. Setibanya di lokasi, para Da Ai Mama mengajak siswa-siswi memperagakan isyarat tangan berjudul Ren Ren Zuo Huan Bao.







Sitemap