Menumbuhkan Harapan dan Semangat Berbuat Baik

Jurnalis : Merry Oktavia (Tzu Chi Singkawang), Fotografer : Joni Willianto (Tzu Chi Singkawang)

Angpau berkah ke-60 dari Master Cheng Yen melambangkan perjalanan panjang gerakan kemanusiaan Tzu Chi yang berawal dari semangat celengan bambu.

Di tengah semarak perayaan Imlek dan Cap Go Meh yang mewarnai Kota Singkawang, suasana khidmat terasa di Pemberkahan Awal Tahun 2026 yang diselenggarakan Tzu Chi Singkawang, (28/2/2026). Sebanyak 269 peserta hadir mengikuti kegiatan ini, sementara 24 panitia dengan penuh semangat melayani jalannya acara.

Pemberkahan Awal Tahun merupakan kegiatan tahunan Tzu Chi sebagai ungkapan rasa syukur atas dukungan para donatur, relawan, dan masyarakat yang selama ini bersama-sama mewujudkan berbagai misi kemanusiaan. Melalui kegiatan ini, peserta diajak sejenak berhenti dari rutinitas, merenungkan perjalanan hidup sepanjang tahun yang telah berlalu, mensyukuri berkah yang telah diterima, sekaligus menumbuhkan tekad baru untuk terus menebarkan kebaikan di tahun yang akan dijalani.

Tahun ini, kegiatan pemberkahan mengusung tema “Jangan Lupakan Tekad Awal Masa Celengan Bambu, Selamanya Mengingat Ikrar Agung Silsilah dan Mazhab Tzu Chi.” Tema tersebut mengingatkan kembali pada kisah awal berdirinya Tzu Chi.

Saat itu, Master Cheng Yen mengajak para ibu rumah tangga menabung uang receh ke dalam celengan bambu setiap hari. Dari kebiasaan sederhana itu, terkumpul dana kecil yang digunakan untuk membantu mereka yang membutuhkan. Langkah kecil yang dilakukan dengan ketulusan tersebut kemudian berkembang menjadi gerakan kemanusiaan yang kini menjangkau berbagai penjuru dunia.

Melalui tema ini, para peserta diajak untuk kembali mengingat niat awal dalam berbuat baik, bahwa kebaikan sering kali dimulai dari hal yang sederhana, namun dilakukan dengan ketulusan dan konsistensi.

Celengan bambu Tzu Chi melambangkan semangat awal gerakan kemanusiaan yang diajarkan oleh Master Cheng Yen, kebiasaan menyisihkan koin kecil setiap hari sebagai wujud kepedulian terhadap sesama.

Jalinan Jodoh yang Membawa Harapan
Di tengah rangkaian kegiatan, para peserta diajak menyimak kisah inspiratif dari pasangan Ignasius Perda Katrianus dan istrinya, Devi Valentina, penerima bantuan Tzu Chi. Kehadiran mereka dalam sesi talk show menjadi pengingat bahwa di balik masa-masa sulit, selalu ada harapan ketika banyak tangan bersedia saling membantu.

Ignasius, seorang anggota TNI, didiagnosis mengidap tumor otak pada Maret 2024. Kabar tersebut menjadi pukulan berat bagi dirinya dan keluarga. Hari-hari pun dipenuhi kecemasan, sekaligus harapan agar jalan keluar segera ditemukan.

Hingga pada April 2025, sebuah jalinan jodoh mempertemukannya dengan Tzu Chi melalui dr. Sony, seorang dokter yang mengenal aktivitas kemanusiaan Tzu Chi. Pertemuan itulah yang kemudian membuka jalan bagi hadirnya dukungan dari para relawan.

Sejak saat itu, relawan Tzu Chi mulai memberikan pendampingan dan dukungan kepada Ignasius dan keluarganya. Setelah melalui berbagai pertimbangan medis, Ignasius disarankan untuk menjalani operasi di Jakarta. Berkat dukungan relawan Tzu Chi, baik di Singkawang maupun Jakarta, proses pengobatan hingga operasi dapat dijalani dengan lebih tenang.

Penampilan Isyarat Tangan 第一道曙光 (Dì yī dào shǔ guāng) melambangkan hadirnya cahaya harapan dan awal baru untuk terus menebarkan kebaikan.

Perjalanan pemulihan memang tidak singkat. Namun perlahan kondisi Ignasius membaik, hingga akhirnya ia dapat kembali ke Singkawang pada Juni 2025.

Dengan penuh rasa syukur, Ignasius dan Devi mengenang kembali jalinan jodoh yang mempertemukan mereka dengan Tzu Chi di tengah masa sulit yang mereka hadapi.

“Tzu Chi hadir dengan begitu banyak kasih dan ketulusan. Kami sangat bersyukur bisa bertemu dengan para relawan yang selalu memberikan dukungan dan semangat,” ungkap Ignasius.

Ia pun berharap semangat kemanusiaan ini dapat terus menjangkau lebih banyak orang yang membutuhkan.

Menginspirasi Gerakan Pelestarian Lingkungan
Semangat kebaikan yang ditanamkan Tzu Chi tak hanya dirasakan oleh para relawan dan penerima bantuan, tetapi juga menginspirasi berbagai komunitas di masyarakat. Salah satunya adalah komunitas SSS (Siaga Sampah Singkawang) yang turut hadir dalam kegiatan Pemberkahan Awal Tahun ini.

Bagi komunitas yang bergerak dalam pelestarian lingkungan dan pengelolaan sampah tersebut, nilai-nilai yang dibawa oleh Tzu Chi menjadi sumber inspirasi dalam menjalankan gerakan mereka.

Pak Adil, salah satu perwakilan komunitas SSS, menyampaikan bahwa kepedulian terhadap lingkungan yang mereka lakukan sejalan dengan semangat cinta kasih universal yang selalu ditekankan oleh Tzu Chi.

Melalui berbagai kegiatan yang mereka lakukan, komunitas ini berupaya mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan, mulai dari mengurangi sampah, memilah limbah, hingga menumbuhkan kesadaran bersama untuk menjaga bumi sebagai rumah bagi semua makhluk hidup.

Mengenal Tzu Chi Lebih Dekat
Kesan mendalam juga dirasakan oleh dr. Alexander, relawan TIMA Singkawang. Melalui pemberkahan ini, ia mengaku semakin memahami luasnya gerakan kemanusiaan yang dijalankan Tzu Chi. Menurutnya, masyarakat Singkawang masih sangat membutuhkan berbagai kegiatan yang tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga edukasi dalam kehidupan sehari-hari.

“Masyarakat tidak hanya membutuhkan layanan kesehatan, tetapi juga edukasi tentang menjaga lingkungan, mengelola keuangan, hingga mendidik anak,” tambahnya.

Pengalaman tersebut juga membuka pandangannya bahwa Tzu Chi merupakan gerakan kemanusiaan yang terbuka bagi siapa saja.

Dalam suasana doa dan lagu Cinta dan Damai, harapan dipanjatkan agar niat awal Master Cheng Yen terus berlanjut, menumbuhkan cinta kasih dan kebajikan bagi semua makhluk.

Melalui kegiatan Pemberkahan Awal Tahun ini, diharapkan semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan kehangatan cinta kasih serta bersama-sama menumbuhkan semangat untuk berbuat baik. Sebab dari langkah-langkah kecil yang dilakukan dengan tulus, benih-benih kebajikan akan terus tumbuh—memberi harapan dan manfaat bagi semakin banyak orang.

Editor: Khusnul Khotimah

Artikel Terkait

PAT 2025: Tanggap Darurat Bencana Sumatera, Cerminan Tekad Awal Yang Terus Menguat

PAT 2025: Tanggap Darurat Bencana Sumatera, Cerminan Tekad Awal Yang Terus Menguat

02 Februari 2026

Pemberkahan Akhir Tahun 2025 Tzu Chi menghadirkan refleksi tekad awal dan kisah nyata tanggap darurat bencana di Sumatera sebagai wujud welas asih dan kemanusiaan.

PAT 2025: Tzu Chi Surabaya Satukan Tekad dan Cinta Kasih

PAT 2025: Tzu Chi Surabaya Satukan Tekad dan Cinta Kasih

26 Februari 2025

Tzu Chi Surabaya kembali mengadakan Acara Pemberkahan Awal Tahun 2025. Acara ini merupakan momen para insan Tzu Chi berkumpul bersama untuk menyatukan tekad, semangat dan doa bersama dalam melangkah di tahun 2025. 

Kebersamaan Relawan He Qi Jakarta Pusat dan Donatur di Pemberkahan Awal Tahun 2026

Kebersamaan Relawan He Qi Jakarta Pusat dan Donatur di Pemberkahan Awal Tahun 2026

09 Maret 2026

Relawan He Qi Jakarta Pusat mengadakan PAT 2026. Acara berisi penampilan dan kisah kemanusiaan untuk mengingat tekad celengan bambu dan semangat berbagi.

Cara kita berterima kasih dan membalas budi baik bumi adalah dengan tetap bertekad melestarikan lingkungan.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -