Pemberkahan Awal Tahun 2026: Melihat Kembali Masa Celengan Bambu untuk Melangkah Lebih Mantap

Jurnalis : Ronaldo (Tzu Chi Aceh), Fotografer : Ismanova (Tzu Chi Aceh)

Meja altar yang dihiasi oleh celengan bambu untuk mengingat kembali masa celengan bambu pada penyelengaraan Pemberkahan Awal Tahun 2026 Tzu Chi Banda Aceh.

Jejak langkah cinta kasih Tzu Chi berawal dari masa celengan bambu. Dari praktik sederhana inilah, Tzu Chi menapakkan langkahnya hingga menjangkau berbagai negara di penjuru dunia. Mengusung tema “Jangan Lupakan Masa Celengan Bmbu, Selamanya Mengingat Ikrar Agung Silsilah dan Mazhab Tzu Chi”, relawan Tzu Chi komunitas Banda Aceh menggelar kegiatan pemberkahan awal tahun 2026 pada Minggu, 1 Maret 2026, di Depo Pelestarian Lingkungan Tzu Chi Banda Aceh.

Kegiatan ini berlangsung dalam suasana hangat dan sarat makna. Para relawan, peserta, serta tamu undangan bersama-sama mengenang kembali perjalanan cinta kasih Tzu Chi yang dimulai dari langkah kecil, tetapi dilakukan dengan ketulusan dan konsistensi. Semangat inilah yang terus hidup dan diwariskan hingga sekarang, menjadi pengingat bahwa kebajikan dapat tumbuh besar bila dirawat dengan hati yang tulus.

Salah satu relawan Komite Tzu Chi, Supandi, memberikan kata sambutan kepada para peserta dan tamu undangan yang hadir.

Pembimas Agama Buddha Provinsi Aceh, Suwarno, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Tzu Chi atas kiprahnya dalam menebarkan kebajikan kepada masyarakat.

Acara ini turut dihadiri oleh Pembimas Agama Buddha Provinsi Aceh, Suwarno. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Tzu Chi atas kiprahnya dalam menebarkan kebajikan kepada masyarakat.

“Berbuat kebaikan tidak hanya untuk orang yang mampu, kita tidak tahu kapan ketidakkekalan datang, maka segeralah berbuat baik,” tutur Suwarno.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan pemutaran kilas balik perjalanan Tzu Chi Internasional, Tzu Chi Indonesia, serta Tzu Chi komunitas Banda Aceh. Tayangan tersebut membawa para peserta dan tamu menelusuri jejak cinta kasih yang telah menjangkau begitu banyak kehidupan. Berbagai aksi kemanusiaan yang telah dilakukan menjadi bukti nyata bahwa kepedulian yang lahir dari hati dapat menghadirkan harapan bagi mereka yang membutuhkan.

Ahmad, seoarang anak penerima bantuan Tzu Chi hadir dalam Pemberkahan Awal Tahun, serta menerima angpao berkah kebijaksanaan.

Kehangatan cinta kasih Tzu Chi juga dirasakan langsung oleh Rosmaidar, ibu dari Ahmad, penerima bantuan bulanan susu formula yang menderita down syndrome. Dengan penuh haru, ia membagikan pengalamannya menerima perhatian dan dukungan yang berkelanjutan dari Tzu Chi.

“Saya telah mendapatkan rumah cinta kasih dan juga saya masih diperhatikan hingga saat ini, saya berterima kasih kepada Tzu Chi,” tutur Rosmaidar.

Rasa syukur Rosmaidah, menggambarkan bahwa bantuan yang diberikan bukan sekadar memenuhi kebutuhan material, tetapi juga menghadirkan perhatian.

Hal serupa turut dirasakan oleh para relawan Tzu Chi yang mendampingi Rosmaidah dan Ahmad, mereka menyaksikan sendiri bagaimana Ahmad dapat bertumbuh dengan baik dan lincah berkat cinta kasih yang terus mengalir. Kebahagiaan seorang penerima manfaat menjadi kebahagiaan bersama, sekaligus menjadi penguat tekad para relawan untuk terus melangkah di jalan kebajikan.

Salah satu relawan Tzu Chi, Asnawi, membagikan pengalamannya sebagai bagian dari Tim Tanggap Darurat (TTD) Tzu Chi.

Pada kesempatan yang sama, Asnawi juga membagikan pengalamannya sebagai bagian dari Tim Tanggap Darurat (TTD) Tzu Chi. Dengan tulus, ia menceritakan kondisi di lapangan saat memberikan bantuan kepada warga terdampak bencana.

“Saya dapat melihat bahwa yang terdampak bencana lebih menderita daripada kita yang di daerah yang aman, walaupun mati Listrik dan terbatas kita harus tetap semangat dalam memberikan bantuan kepada sesama,” ujar Asnawi.

Acara kemudian dilanjutkan dengan menyaksikan penjelasan mengenai makna angpao berkah kebijaksanaan dari Master Cheng Yen, pendiri Yayasan Buddha Tzu Chi. Angpao tersebut memiliki makna yang istimewa karena memuat koin bertuliskan 60 tahun Tzu Chi serta foto Griya Jingsi dengan tulisan “Tidak Tergoyahkan Selama Milyaran Kalpa”. Bagi para relawan, angpao berkah kebijaksanaan menjadi penyemangat untuk terus melangkah mantap mengikuti jejak Master Cheng Yen dalam menyebarkan cinta kasih kepada sesama.

Berangkat dari celengan bambu yang sederhana, perjalanan Tzu Chi telah membuktikan bahwa kebajikan kecil yang dilakukan dengan tekun dapat tumbuh menjadi kekuatan besar yang mengubah kehidupan banyak orang. Melalui kegiatan pemberkahan awal tahun 2026 ini, relawan dan para peserta kembali diingatkan untuk tidak melupakan awal mula perjalanan tersebut, sekaligus meneguhkan ikrar untuk terus menapaki jalan cinta kasih.

Editor: Fikhri Fathoni

Artikel Terkait

Satukan Langkah dan Hati, Menjalin Jodoh Baik dalam Semangat Berbagi

Satukan Langkah dan Hati, Menjalin Jodoh Baik dalam Semangat Berbagi

11 Februari 2026
Pemberkahan Akhir Tahun 2025 Tzu Chi Palembang menjadi ajang refleksi dan syukur atas perjalanan misi kemanusiaan sepanjang tahun, sekaligus mengajak lebih banyak hati untuk bersama-sama menebar welas asih dan kebajikan.
PAT 2025: Sebuah Perayaan Kebersamaan dan Harapan Baru dari Tzu Chi

PAT 2025: Sebuah Perayaan Kebersamaan dan Harapan Baru dari Tzu Chi

28 Februari 2025

Sebanyak 420 tamu undangan, 45 relawan, serta donatur hadir dalam Pemberkahan Awal Tahun Tzu Chi Padang yang diadakan di Hotel Mercure Padang, Minggu 23 Februari 2025.

"Menyebar Kebajikan, Merangkai Kebahagiaan di Awal Tahun"

16 Januari 2025

Relawan Tzu Chi Tanjung Balai Karimun menyambut tahun baru dengan semangat kebajikan, membagikan undangan digital untuk acara Pemberkahan Akhir Tahun. Sebuah ide yang unik sekaligus menarik perhatian.

Menyayangi diri sendiri adalah wujud balas budi pada orang tua, bersumbangsih adalah wujud dari rasa syukur.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -