Menumbuhkan Keindahan dan Kebajikan Dalam Memanfaatkan Kehidupan

Jurnalis : Suyanti (He Qi Jakarta Barat 1), Fotografer : Merry Lie, Rachmat Sudarmanto, Jenny Tandika, Yennie (He Qi Jakarta Barat 1)

Salah satu relawan, Christine sedang memberikan materi kepada para peserta.

Pada Minggu, 30 Agustus 2026, sejak pukul 06.00 pagi sudah tampak kesibukan panitia training relawan Tzu Chi komunitas He Qi Jakarta Barat 1 mempersiapkan acara Pelatihan Relawan Abu Putih ke-4 yang di Tzu Chi Center, PIK, Jakarta Utara. Acara berlangsung dari pukul 08.00 sampai 14.30 WIB.

Para peserta dengan antusias melakukan pendaftaran untuk mengikuti acara ini yang akan berlangsung sampai dengan selesai, kegiatan ini dihadiri 57 peserta serta di dampingi 68 relawan Tzu Chi, Fiona dan Jusui selaku PIC kegiatan tersebut.

Acara itu dimulai oleh Franky sebagai MC yang membuka acara dengan memberikan penghormatan kepada Buddha dan Master Cheng Yen. Dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Mars Tzu Chi dan membacakan 10 sila Tzu Chi bersama sama.

“Kekhawatiran Master Cheng Yen” adalah materi pertama dan dibawakan oleh Christine Desyliana dengan sangat menyentuh. Betapa Master mengerahkan segenap tenaga, waktu dan pikiran untuk membimbing para muridnya supaya bisa menumbuhkan kebijaksanaan dan mengikis tiga macam kekotoran batin, yaitu ketamakan, kebencian, dan kebodohan.

Linda, menyampaikan materi Benteng Penjaga Jiwa Kebijaksanaan yang di simak oleh para peserta dengan penuh perhatian.

Selanjutnya Linda Budiman membawakan materi kedua, dengan topik “Benteng Penjaga Jiwa Kebijaksanaan”, dengan memberi pertanyaan tentang apa yang dimaksud dengan benteng penjaga jiwa kebijaksanaan? Itu adalah sila. Sila memberi jalur dalam hubungan antar manusia agar tidak mudah terjadi gesekan.

Dalam dunia Tzu Chi, dikenal dengan adanya 10 Sila, dalam sila itu terdapat Pedoman hidup untuk kebajikan, kesehatan, dan kedamaian. Pedoman perilaku yang menuntun kita untuk hidup penuh cinta kasih, kejujuran, tanggung jawab dan menjadi insan yang bermanfaat untuk sesama.

10 Sila Tzu Chi diantaranya, tidak membunuh, tidak mencuri, tidak berbuat asusila, tidak berbohong, tidak minum alkohol, tidak merokok, narkoba, makan pinang, tidak berjudi berspekulasi, berbakti pada orang tua, menjaga tutur kata dan sikap, mematuhi peraturan lalu lintas dan tidak berpolitik atau ikut demonstrasi.

Shou Yu dengan lagu Da Ai yang di bawakan oleh relawan Tzu Chi dengan indah dan penuh makna.

Sebelum lanjut ke materi berikutnya, relawan Tzu Chi mengajak para peserta untuk bermain games seru dan menyenangka agar menjadi rileks sehingga siap untuk mengikuti kegiatan selanjutnya.

Kegiatan berikutnya diisi oleh Merry Christine dan Rachmat Sudarmanto dengan materi Zhen Shan Mei (ZSM) yang memiliki arti kebenaran, kebaikan dan keindahan. ZSM di dunia Tzu Chi adalah dunia media yang merekam dan mencatat kegiatan sosial, bantuan kemanusiaan, dan pendidikan yang dijalankan oleh Yayasan Buddha Tzu Chi.

Tujuan yang dilakukan oleh ZSM adalah menyebarkan nilai kemanusiaan, kebajikan dan cinta kasih berdasarkan ajaran Dharma Master Cheng Yen dan mewariskan nilai tersebut kepada generasi berikutnya. Setelah materi ZSM dibawakan, selanjutnya penampilan Shou Yu dengan lagu berjudul Da Ai dibawakan relawan dengan penuh keceriaan.

Edy Supeno dengan penuh semangat menguraikan misi pendidikan dengan sangat lengkap dan jelas kepada peserta.

Setelah itu, materi mengenai Misi Pendidikan disampaikan oleh Edy Supeno, Master sangat menaruh perhatian kepada misi pendidikan, “Pendidikan adalah salah satu upaya menjernihkan hati dan pikiran manusia. Jika dilakukan dengan baik, pendidikan adalah sumber harapan dan kekuatan untuk menstabilkan masyarakat” ujar Edy. Misi Pendidikan Tzu Chi di Taiwan dimulai dari pendirian Perguruan Tinggi Keperawatan Tzu Chi di Hualien, Taiwan pada tahun 1989.

Tzu Chi memberikan beasiswa kepada anak-anak kurang mampu di Hualien supaya mereka bisa bersekolah dan bisa mengubah masa depan mereka, serta memberikan bantuan biaya hidup kepada keluarga mereka untuk membantu perekonomian keluarga.

Namun, di Indonesia Misi Pendidikan dimulai pada tahun 2003, diawali dengan membangun Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi di Cengkareng, membuka kelas budi pekerti, kelas muda-mudi Tzu Chi (Tzu Ching), memberikan bantuan pembangunan sekolah, juga bantuan beasiswa dan program DAAI Mama.

Kemudian dilanjutkan secara bertahap dengan membangun Sekolah Tzu Chi di PIK, dan sekolah Tzu Chi di Singkawang. Filosofi dasar dari penyelenggaraan pendidikan adalah mendidik perilaku penuh tata krama, membina akhlak yang mulia, mewariskan jalan kebenaran dan membimbing dengan prinsip kebenaran.

Para peserta tampak bersemangat mengikuti kegiatan pelatihan relawan Abu Putih ke-4 di Tzu Chi Center.

Rangkaian kegiatan pelatihan relawan juga diisi dengan sesi Budaya Humanis Tzu Chi dan Tata Krama yang dibawakan oleh Lasmi, dimulai dari cara berdiri, berjalan, duduk dan berbaring serta aturan saat memakai seragam , saat makan, semua diuraikan dengan mendetail.

Hal yang menarik adalah masuknya satu team panitia dengan seragam dan atribut yang berantakan sehingga membuat suasana yang sebelumnya tenang dan serius menjadi seru dan mengundang gelak tawa dari para peserta. Lasmi memberikan contoh bagaimana memakai seragam dan atribut yang benar. Melalui cara seperti itu menjadikan materi lebih mudah dipahami karena melihat langsung contoh nyata.

Waktu sudah menunjukkan pukul 12.15 WIB, para peserta mulai bersiap ke ruang makan, diarahkan oleh Suhermin sebagai PIC Alur. Kemudian, setelah makan siang, dilanjutkan dengan sesi foto bersama, doa, dan sharing peserta.

Salah satu peserta Kok Chin, memberikan kesannya selama mengikuti kegiatan pelatihan Abu Puti tersebut, “Selama kita hidup harus senantiasa melakukan hal yang baik, supaya hidup kita bisa bermakna. Bersatu hati melakukan kebajikan,” ucapnya.

Peserta lainnya Sumiyati juga menyampaikan, “Saya sangat berterima kasih kepada seluruh panitia yang sudah menyiapkan acara pelatihan hari ini,” ucap Sumiyati.

Relawan Tzu Chi memberikan materi mengenai tentang Master Cheng Yen adalah relawan ZSM yang pertama, mengabadikan sebuah peristiwa dalam kegiatan Tzu Chi.

Acara selanjutnya adalah mendengarkan ceramah Master Cheng Yen dengan tema “ Menumbuhkan Keindahan dan Kebajikan dengan Memanfaatkan Kehidupan Saat Ini” Master mengingatkan kita untuk terus bersumbangsih bagi dunia, saling mendoakan, melakukan inventarisasi nilai kehidupan, apakah hidup kita sudah memberikan manfaat kepada sesama, melakukan intropeksi diri, terus memperbaiki dan menambal kekurangan serta bertobat.

Menutup acara hari ini, peserta mendapatkan souvenir yang telah dibuat oleh salah satu relawan Tzu Chi, Gianny, dengan berbagai pesan indah di dalamnya. Fiona  selaku PIC acara ini, berharap supaya ilmu yang diberikan dalam acara pelatihan ini bisa berguna untuk para peserta dan bisa diterapkan dalam kehidupan sehari hari.

Berkat kerja sama dari para panitia dan para peserta, acara Pelatihan Relawan Abu Putih ke-4 dapat berjalan lancar, tertib dan rapi.

Editor : Nur Al Fajar Rumsari

Artikel Terkait

Tumbuhnya Barisan Relawan Tzu Chi di Takengon

Tumbuhnya Barisan Relawan Tzu Chi di Takengon

26 Mei 2026

Sebanyak 21 relawan Tzu Chi dari Takengon mengikuti Pelatihan Relawan Abu Putih yang diadakan di Wihara Buddha Takengon dengan pendalaman materi mulai dari sejarah, nilai kemanusiaan, dan Misi Tzu Chi.

 Menguatkan dan Membangkitkan Semangat Kerelawanan

Menguatkan dan Membangkitkan Semangat Kerelawanan

01 Juli 2019

Sebanyak 169 relawan Tzu Chi Perwakilan Sinar Mas dari berbagai wilayah di Indonesia menyatukan hati di Jing Si Tang, Tzu Chi Center, Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara untuk mengikuti Kamp Pelatihan Relawan Abu Logo 2019. Ada pula pelantikan Duta Dharma Wanita Tzu Chi Perwakilan Sinar Mas.

Sesuatu yang Benar, Lakukan Saja!

Sesuatu yang Benar, Lakukan Saja!

07 Juni 2023

Tzu Chi Pekanbaru mengadakan traning relawan pada Minggu 28 Mei 2023. Traning Abu Putih ini berlangsung di kantor Yayasan Tzu Chi Pekanbaru. Pelatihan ini diikuti oleh 96 relawan, mulai dari relawan komite hingga muda-mudi Tzu Chi (Tzu Ching).

Benih yang kita tebar sendiri, hasilnya pasti akan kita tuai sendiri.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -