Tumbuhnya Barisan Relawan Tzu Chi di Takengon

Jurnalis : Nuraina Ponidjan (Tzu Chi Medan), Fotografer : Amir Tan (Tzu Chi Medan)

Pada Sabtu, 23 Mei 2026, sebanyak 21 relawan dari Takengon, Aceh mengikuti pelatihan relawan Abu Putih yang diadakan di Wihara Buddha Takengon.

Ketika bencana banjir bandang melanda Aceh pada akhir tahun 2025, Kota Takengon menjadi salah satu wilayah yang turut terdampak. Namun, karena akses jalan yang sulit dilalui, perhatian dan bantuan ke wilayah ini masih sangat terbatas.

Mariana, salah satu warga Takengon yang kini lebih banyak tinggal di Medan, saat itu merasa sangat khawatir terhadap keluarganya yang masih berada di Takengon. Di tengah kekhawatiran tersebut, ia berusaha menggalang donasi untuk membantu memenuhi kebutuhan sembako bagi warga terdampak di kampung halamannya.

“Kala itu saya sangat mengharapkan ada yang bisa membantu menyalurkan bantuan dan saya sendiri ada menggalang donasi untuk membantu kebutuhan sembako di Takengon, namun kala itu tidak tahu siapa yang bisa membantu menyalurkan bantuan kesana. Niat baik saya akhirnya terlaksana karena ada jodoh bertemu dengan teman saya yang merupakan relawan Tzu Chi yaitu Lukman yang merupakan Ketua Tzu Chi Medan. Dan saya salut dengan cara kerja dari Yayasan Buddha Tzu Chi yang dengan cepat bergerak dan saat itu saya juga mengajak teman-teman di Takengon untuk membantu relawan Tzu Chi di dalam menyalurkan bantuan,’’ jelas Mariana.

Dari jalinan jodoh yang terbangun saat bencana tersebut, Mariana kemudian mengajak teman-temannya untuk bergabung dalam barisan relawan Tzu Chi. Pada Sabtu, 23 Mei 2026, sebanyak 21 relawan dari Takengon mengikuti pelatihan relawan Abu Putih yang diadakan di Wihara Buddha Takengon.

Pembina relawan Tzu Chi Aceh, Shu Tjeng, menjelaskan kepada peserta mengenai Sejarah berdirinya Yayasan Buddha Tzu Chi.

Salah satu peserta Pelatihan relawan Abu Putih, Mariana, tergerak menjadi relawan karena melihat sendiri bagaimana Tzu Chi menyalurkan bantuan disaat bencana melanda Takengon.

Melihat antusiasme para relawan Tzu Chi di Takengon, sebanyak sembilan relawan dari Medan turut hadir untuk mendukung pelaksanaan pelatihan tersebut. Mereka menempuh perjalanan selama 12 jam dari Medan menuju Takengon. Selain itu, enam relawan dari Banda Aceh juga turut memberikan dukungan dalam kegiatan pelatihan relawan Abu Putih ini.

Dalam pelatihan tersebut, Pembina relawan Tzu Chi Aceh, Shu Tjeng, menjelaskan kepada peserta tentang apa itu Tzu Chi, asal mula berdirinya Tzu Chi, serta pendiri Yayasan Buddha Tzu Chi, yaitu Master Cheng Yen. Sebagai organisasi yang menjadikan misi amal sebagai salah satu misi utama, relawan Tzu Chi lainnya, Ardi, juga memberikan pengarahan mengenai bagaimana menjalankan misi amal di Tzu Chi.

Sementara itu, Hui Chin membagikan pengetahuan tentang tata krama Tzu Chi. Yayasan Buddha Tzu Chi dikenal dengan nilai kerapian, kelembutan, dan keindahan. Karena itu, dalam bertutur kata, bertindak, berpakaian, maupun menjalankan misi, relawan diharapkan dapat mengikuti tata krama Tzu Chi.

Amir, salah satu relawan Zhen Shan Mei (relawan dokumentasi) asal Medan, juga mengajak para relawan Takengon untuk membiasakan diri merekam, mengabadikan, dan menuliskan setiap kegiatan kerelawanan. Menurutnya, dokumentasi dalam bentuk foto, video, maupun artikel akan menjadi bagian dari sejarah perjalanan Tzu Chi di Takengon pada masa mendatang.

Salah satu relawan Tzu Chi, Supandi, memberikan motivasi kepada para relawan Tzu Chi di Takengon untuk selalu semangat menjalankan Visi dan Misi Tzu Chi.

Selain Mariana, Rose Mery juga ikut memperpanjang barisan relawan Tzu Chi Takengon. Ia bertekad mengajak lebih banyak masyarakat Takengon untuk bergabung bersama Tzu Chi. Setelah mengikuti pelatihan dan mendengarkan penjelasan mengenai Visi dan Misi Tzu Chi, Rose Mery semakin memahami nilai-nilai yang dijalankan Tzu Chi. Ia berharap semakin banyak masyarakat Takengon yang tergerak untuk berbuat kebajikan bersama Tzu Chi.

Dalam Pelatihan Relawan Abu Putih kali ini, dari 21 peserta hadir Ferry Siswanto, ia mengenal Tzu Chi saat membantu bagian logistik dalam penyaluran bantuan bencana banjir di Takengon pada akhir tahun 2025.

‘’Saya kagum dengan bantuan yang disalurkan Tzu Chi, bukan hanya sembako tetapi juga kebutuhan hidup sehari-hari, selain itu relawan juga turun ke lapangan memberikan langsung bantuan ke masyarakat yang membutuhkan dengan teratur, terarah, dan benar-benar sampai ke tangan yang membutuhkan. Dan inilah yang mendorong saya bergabung di barisan Tzu Chi hari ini,’’ ungkap Ferry.

Relawan senior dari Banda Aceh, Supandi, juga turut memberikan semangat kepada para peserta pelatihan. Ia membagikan pengalamannya sebagai relawan sejak bergabung dengan Tzu Chi, termasuk saat membantu masyarakat Aceh ketika dilanda bencana tsunami.

Dalam pelatihan kali ini, para peserta diajak untuk memperagakan Isyarat Tangan Tzu Chi, yang merupakan sebuah seni gerak tangan dan tubuh yang dipadukan dengan lagu-lagu bermakna.

Dalam suasana yang penuh keakraban, para relawan juga mengajak peserta untuk bersama-sama memperagakan isyarat tangan “Satu Keluarga”. Kegiatan ini membuat suasana pelatihan menjadi semakin hangat dan penuh rasa kekeluargaan.

‘’Melihat semangat dari para relawan Takengon dan mereka juga sangat berpotensi, serta mengingat daerah Takengon yang sangat rentan terhadap bencana maka kita harapkan dengan adanya relawan Tzu Chi di Takengon, maka kedepannya akan bisa menebarkan lebih banyak cinta kasih dan semoga dengan demikian bencana akan berkurang,’’ tutup Shu Tjeng.

Editor: Fikhri Fathoni

Artikel Terkait

Pelatihan 4 in 1: Setia Hati Mengemban Ajaran Jing Si

Pelatihan 4 in 1: Setia Hati Mengemban Ajaran Jing Si

01 Juni 2016

Pada tanggal 28-29 Mei 2016, diadakan kamp pelatihan relawan 4 in 1 di Aula Jing Si, Tzu Chi Center, Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara. Kegiatan yang berlangsung selama 2 hari ini diikuti oleh 710 relawan yang berasal dari Jakarta, kantor perwakilan dan kantor penghubung Tzu Chi di seluruh Indonesia.

Mendalami Tekad Pelatihan Diri

Mendalami Tekad Pelatihan Diri

25 April 2017

Minggu, 16 April 2017, diadakan kegiatan training Abu Putih yang kedua di tahun 2017 bagi komunitas relawan Tzu Chi He Qi Utara 1 dan He Qi Utara 2. Kegiatan yang berlangsung di Aula Jing Si, Tzu Chi Center, PIK diikuti sebanyak 160 relawan abu putih.

Melangkah dengan Yakin

Melangkah dengan Yakin

18 April 2016 Walau selama ini Jakiman sudah sering mengantar Shelly ke kegiatan, ikut baksos, bagi beras, mengantar celengan bambu, ke pondok pesantren dan kegiatan amal sosial lain, tapi hatinya masih belum tertarik untuk jadi relawan. Melalui baksos inilah, ia memantapkan hatinya untuk mulai melangkah di Tzu Chi.
Tak perlu khawatir bila kita belum memperoleh kemajuan, yang perlu dikhawatirkan adalah bila kita tidak pernah melangkah untuk meraihnya.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -