Minggu, 19 April 2026, Yayasan Buddha Tzu Chi Tanjung Balai Karimun mengadakan sosialisasi relawan baru. Kegiatan ini semakin bermakna dengan kehadiran siswa-siswi SMPS Vidya Sasana yang antusias mengenal lebih dalam nilai-nilai Tzu Chi, sekaligus belajar tentang cinta kasih dan welas asih dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam upaya menumbuhkan semangat kepedulian dan memperluas jangkauan pelayanan kemanusiaan, Yayasan Buddha Tzu Chi dari waktu ke waktu mengadakan sosialisasi bagi relawan baru. Kegiatan ini menjadi langkah awal yang penting untuk memperkenalkan nilai-nilai luhur Tzu Chi, sekaligus membekali para relawan dengan pemahaman dan kesiapan sebelum terjun langsung melayani masyarakat. Melalui sosialisasi ini, diharapkan setiap individu yang bergabung tidak hanya hadir sebagai sukarelawan, tetapi juga sebagai pembawa cinta kasih yang tulus dalam setiap tindakan. Seperti pada Minggu, 19 April 2026, Yayasan Buddha Tzu Chi di Tanjung Balai Karimun mengadakan kegiatan sosialisasi relawan baru.
Kegiatan sosialisasi relawan baru ini terasa istimewa karena turut dihadiri oleh siswa-siswi SMPS Vidya Sasana. Meskipun sosialisasi ini pada dasarnya diperuntukkan bagi orang dewasa, terjalinnya kerja sama antara Tzu Chi dan pihak sekolah membuka kesempatan bagi para pelajar untuk ikut berpartisipasi. Kehadiran mereka mencerminkan antusiasme generasi muda untuk mengenal lebih dekat nilai-nilai kemanusiaan.
Melalui kegiatan ini, para peserta diajak memahami lebih dalam mengenai Tzu Chi, berbagai program yang dijalankan bagi masyarakat, serta peran nyata organisasi ini dalam mewujudkan misi kemanusiaan di berbagai bidang.
Dengan penuh keseriusan, siswi SMPS Vidya Sasana menyimak tayangan yang diputar oleh relawan Tzu Chi, mencerminkan antusiasme dalam memahami nilai-nilai yang disampaikan.
Sukmawati menyampaikan pengenalan Tzu Chi, menjelaskan makna ‘Tzu’ sebagai welas asih dan ‘Chi’ sebagai melenyapkan penderitaan, serta mengajak partisipan merenungkan salah satu kata perenungnan Master Cheng Yen yang berbunyi, “Sertakan saya dalam perbuatan baik, jangan libatkan saya dalam perbuatan jahat.”
Sukmawati selaku Ketua Tzu Chi Tanjung Balai Karimun membawakan langsung materi pengenalan Tzu Chi, meliputi pengertian, visi dan misi, serta latar belakang berdirinya organisasi oleh Cheng Yen. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan makna Tzu Chi, “Apa itu Tzu Chi? Tzu adalah welas asih, Chi adalah melenyapkan penderitaan,” paparnya. Ia juga menyampaikan sebuah kata perenungan yang dapat dijadikan pedoman bagi para partisipan maupun relawan dalam menapaki jalan bodhisatwa, “Sertakan saya dalam perbuatan baik, jangan libatkan saya dalam perbuatan jahat,” ucapnya.
Pada kesempatan tersebut, Sukmawati turut membagikan berbagai kisah penerima bantuan yang telah merasakan manfaat nyata dari misi kemanusiaan Tzu Chi. Di antaranya terdapat pasien dengan penyakit tumor yang berhasil menjalani operasi, serta seorang anak yang mendapatkan penanganan hingga kondisi kaki bengkoknya dapat diperbaiki.
Kisah-kisah ini menjadi bukti nyata bagaimana nilai welas asih diwujudkan dalam tindakan nyata. Menutup materinya, ia kembali mengingatkan melalui kata perenungan, “Ketika setiap orang berbuat kebajikan, aliran kemurnian akan menghapus bencana dan penderitaan dunia,” sebagai ajakan bagi setiap peserta untuk terus menumbuhkan kebajikan dalam kehidupan sehari-hari.
Titi Sumariati (46) mengikuti kegiatan dengan penuh antusias. Berawal dari pengalamannya sebagai peserta bakti sosial pada tahun 2023, ia kini terdorong untuk melibatkan anaknya dalam kelas budi pekerti. Melalui kegiatan Tzu Chi, ia berharap dapat terus belajar dan memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih baik.
Untuk mencairkan suasana setelah sesi materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi permainan yang dipandu oleh relawan. Para partisipan diajak mengikuti permainan dengan mendengarkan arahan secara saksama. Suasana pun menjadi semakin hangat dan penuh keceriaan. Terlihat para peserta berbaur dengan penuh kebahagiaan, bahkan tak jarang terdengar tawa lepas saat permainan berlangsung. Permainan yang membutuhkan ketelitian dalam mendengar serta kecepatan dalam merespons ini membuat para peserta semakin antusias untuk berpartisipasi dan berusaha memenangkan setiap tantangan yang diberikan.
Salah satu peserta, Titi Sumariati (46), mengungkapkan bahwa ketertarikannya terhadap kegiatan Tzu Chi berawal saat dirinya menjadi peserta dalam bakti sosial pada tahun 2023. Ia menuturkan, “Awalnya saya menjadi peserta bakti sosial di Tzu Chi pada tahun 2023. Kemudian, pada akhir tahun 2025, saya sempat bertanya kepada teman saya yang juga merupakan relawan di sini. Dari media sosial seperti Facebook dan Instagram, saya melihat adanya kelas budi pekerti untuk anak sekolah. Dari situ, saya tertarik untuk mendaftarkan anak saya mengikuti kelas tersebut.”
Seiring berjalannya waktu, setelah anaknya aktif mengikuti kegiatan, Titi merasakan ketertarikan yang semakin besar untuk turut terlibat. “Lama-kelamaan, saya juga semakin tertarik untuk mengikuti kegiatan-kegiatan di sini. Jadi, ada beberapa kegiatan yang saya usahakan untuk hadir dan ikut membantu,” ujarnya.
Para siswi Vidya berbagi pengalaman setelah beberapa kali mengikuti kegiatan Tzu Chi. Mereka mengungkapkan ketertarikannya untuk bergabung dalam kelas Tzu Shao serta menjadi bagian dari muda-mudi Tzu Shao.
Titi juga mengungkapkan ketertarikannya terhadap berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan yang dijalankan Tzu Chi. “Saya sangat tertarik karena banyak kegiatan kebaikan yang dilakukan. Hal tersebut membuat saya ingin berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Kita sebagai manusia tentu tidak sempurna, mungkin masih ada sisi dalam diri saya yang belum mampu melakukan berbagai kebaikan. Oleh karena itu, saya ingin belajar dari sini untuk terus memperbaiki diri, terutama diri saya sendiri,” tuturnya.
Melalui sosialisasi ini, tidak hanya pengetahuan yang diperoleh, tetapi juga tumbuhnya kesadaran dan tekad untuk menapaki jalan kebajikan. Semangat yang terbangun diharapkan dapat terus berkembang, sehingga semakin banyak individu yang tergerak untuk menebarkan cinta kasih dan menghadirkan manfaat bagi sesama.
Editor: Metta Wulandari