Menumbuhkan Kepedulian, Membangun Kesiapsiagaan Bencana

Jurnalis : Rizki Hermadinata (Tzu Chi Bandung) , Fotografer : Muhammad Dayar (Tzu Chi Bandung)

Dalam seminar tersebut, perwakilan dari relawan Tzu Chi, TIMA Indonesia serta BPBD Jawabarat memberikan pengetahuan tentang kesiapsiagaan terhadap bencana kepada para peserta.

Bencana yang telah terjadi dalam kurun waktu dekat mengharuskan kita sigap untuk menanganinya. Hal tersebut bisa datang tanpa mengenal waktu dan tempat dapat terjadi dalam hitungan menit, meninggalkan dampak yang begitu besar. Bukan hanya kerusakan secara fisik dan korban jiwa tetapi kepanikan yang terjadi meninggalkan luka trauma yang sulit silang.

Kesadaran pentingnya kesiapsiagaan ini, menjadi pehatian khusus dari relawan medis Tzu Chi Internasional Medical Assosiation (TIMA) Bandung menggelar seminar yang bertajuk “Bincang Kebencanaan”. Seminar ini mengajak para relawan Tzu Chi Bandung untuk lebih memahami ancaman bencana yang dapat terjadi serta cara yang bisa dilakukan untuk menanggulanginya.

“Jadi ini sebetulnya satu hal yang sangat penting untuk kerelawanan. Disini kita belajar membuka mata kita. Apa itu bencana? Apa ancaman buat Bandung khususnya? Bahwa Bandung yang tenang-tenang ini sebetulnya punya potensi bencana yang sangat besar. Tapi yang penting adalah kesiapan kita kalau ada bencana itu apa yang harus dilakukan” ucap Ketua TIMA Bandung, dr. Subekti.

Para peserta tampak semangat dan fokus mendengarkan sesi materi yang disampaikan oleh salah satu relawan TIMA Indonesia.

Secara geografis Kota Bandung dikeliligin penggunungan dan berada dalam cekungan atau mangkuk besar. Hal ini bukan bebas dari bencana, melainkan punya ancaman yang begitu besar bagi pendudukannya. kepala Dinas kesehatan Provinsi Jawa Barat, dr. Rd. Vini Adiani Dewi, MMRS, mengungkapkan tentang berbagai ancaman yang akan muncul jika terjadi bencana, namun ia juga menakankan bahwa  Relawan Tzu Chi  juga bisa turut berperan dalam upaya penanggulangan bencana.

“ketika bencana datang kita butuh peran masyarakat dalam menggulangi bencana apa lgi relawan. Tetapi kita juga harus memperhatikan tata cara dan ilmu bagaimana relawan itu punya pengetahuan tentang kesiapan bencana juga bagaiamana menbantu korban agar dapat menyelamatkannya dengan baikk” ucap dr. Rd. Vini Adiani Dewi, MMRS.  

Bagi Tzu Chi, kesiapsiagaan bukan hanya tentang mengetahui apa yang harus dilakukan ketika bencana terjadi. Lebih dari itu, kesiapsiagaan merupakan bentuk kepedulian kepada diri sendiri, keluarga, lingkungan, dan masyarakat sekitar. Dalam situasi bencana, kepanikan sering kali membuat seseorang sulit mengambil keputusan. Karena itu, pengetahuan menjadi bekal penting agar relawan mampu bertindak lebih cepat dan tepat ketika membantu dalam bencana.

“Bencana bukan peristiwa sesaat begitu saja, relawan yang non medis juga harus punya rasa kemanusiaan untuk membantu dan kesiapan untuk menghadapinya. Tentunya mempunyai bekal yang mumpuni untuk dapat bertindak cepat dan tepat dalam situasi yang sulit” tambah dr. Rd. Vini Adiani Dewi, MMRS.

dr. Rd. Vini Adiani Dewi, MMRS. (kanan) kepala dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat bersama dr. Subekti N. Kartasasmita (kiri) berdiskusi dengan para peserta mengenai keresahan bagaimana cara menanggulagi bencana yang sewaktu-waktu terjadi.

Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia sebagai lembaga sosial, telah lama berkiprah dalam penanggulangan bencana, hal tersebut bukan menjadi sesuatu yang baru dihadapinya. Tzu Chi Indonesia punya kesiapan untuk menanggulangi bencana besar juga hadir untuk siap membantu kepada masyarakat yang terdampak. Kesiapan itu tentunya harus memilki bekal dan pemahaman untuk menangangi bencana.

Kepala pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat, Teten Ali Mulku Engkun, Ph.D, mengapresiasi relawan Tzu Chi yang kerap kali hadir dalam membantu upaya penanggulangan bencana di daerah Jawa Barat.

“Saya akui relawan Tzu Chi ini hadir kalau ada bencana di Jawa Barat ini, kita sama-sama  membantu korban jika terjadi bencana. Keterbatas dari pemerintah menjadi salah satu kendala,  peran dari masyarakat sangat penting untuk bencana. Relawan juga harus memiliki pemahaman tentunya menghadapi bencana” tutur Teten Ali Mulku Engkun

Bagi peserta, seminar ini menjadi kesempatan untuk menambah wawasan sekaligus mengingat kembali bahwa bencana merupakan risiko yang perlu dihadapi bersama. Materi yang diberikan tidak hanya bermanfaat bagi mereka yang terlibat dalam kegiatan sosial, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam menghadapi kondisi darurat bersama keluarga.

Kepala Pelaksana BPBD Jawa Barat, Teten Ali Mulku Engkun, Ph.D, memberikan apresiasinya kepada relawan Tzu Chi yang sigap dalam membantu menanggulangi bencana di Jawa Barat.

Relawan Tzu Chi, Sunawan yang selalu membantu dalam penyaluran bantuan bencana Tzu Chi juga memberikan ungkapan. Menurutnya sebagai relawan tanggap bencana Tzu Chi, kesiapan dan pemahaman merupakan bekal penting  terlebih bantuan bukan hanya sekedar menyalurkan barang tetapi bagaimana relawan memberikan penanganan dan perhatian terhadap para penyintas bencana.

“saya cukup sering ya ke bencana bersama Tzu Chi, seminar ini juga bermanfaat bagi kita relawan bencana bagaimana kita membantu para korban bencana bukan hanya sekedar memberikan bantuan barang tetapi bagaimana kita siap terhadap bencana dan juga memberikan perhatian kepada mereka” ucap salah saru relawan Tzu Chi, Sunawan.

Kesadaran tersebut menjadi penting karena ketika bencana terjadi, pertolongan pertama tidak selalu datang dari petugas. Orang-orang yang berada di sekitar lokasi kejadian justru sering menjadi pihak pertama yang membantu korban.

Sebagai organisasi kemanusiaan, Tzu Chi memiliki pengalaman panjang dalam memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak bencana. Namun, respons yang baik tidak hanya membutuhkan kepedulian, melainkan juga kesiapan, koordinasi, dan pemahaman mengenai kondisi lapangan.

Seminar ini menjadi bagian dari upaya membangun kapasitas tersebut. Relawan diharapkan tidak hanya memiliki semangat untuk membantu, tetapi juga memahami bagaimana memberikan bantuan secara tepat, aman, dan tetap menghormati kondisi para penyintas.

Editor : Nur Al Fajar Rumsari

Artikel Terkait

Mengenal Layanan Paliatif Lebih Dekat

Mengenal Layanan Paliatif Lebih Dekat

09 Juli 2018
Memberikan edukasi bagi paramedis dan masyarakat umum akan perkembangan dalam misi kesehatan terus dilakukan oleh Tzu Chi International Medical Association (TIMA) Indonesia. Yang paling baru, Minggu 8 Juli 2018 kemarin, TIMA menggelar Seminar Kesehatan dengan tema Peluang dan Tantangan Perawatan Paliatif di Indonesia.
Hidup Itu Bermakna, Ikhlas dan Berjuang

Hidup Itu Bermakna, Ikhlas dan Berjuang

31 Maret 2015 Materi dalam seminar ini tergolong lengkap mulai dari penjelasan mengenai apa itu kanker, sifat sel kanker, perbedaan kanker dengan tumor, cara pendeteksian dini, hingga penyebab kanker dan diet yang tepat bagi penderita kanker.
Menumbuhkan Kepedulian, Membangun Kesiapsiagaan Bencana

Menumbuhkan Kepedulian, Membangun Kesiapsiagaan Bencana

18 September 2026

Kesiapsiagaan bencana bukan hanya tentang menghadapi keadaan darurat. Melalui seminar “Bincang Bencana”, relawan Tzu Chi Bandung mengajak masyarakat untuk lebih peduli dan siap menghadapi berbagai risiko bencana.

Setiap manusia pada dasarnya berhati Bodhisatwa, juga memiliki semangat dan kekuatan yang sama dengan Bodhisatwa.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -