Menumbuhkan Rasa Gan En dalam Keluarga Besar Tzu Chi

Jurnalis : Atika N. Sari (He Qi Jakarta Utara 2), Fotografer : Raymond Anthoni (He Qi Jakarta Utara 2), Charlie (He Qi Jakarta Utara 1)

66 relawan Tzu Chi komunitas He Qi Jakarta Utara 2 yang mengikuti Training Abu Putih ke-3 meneriakkan yel-yel, "Keluarga Besar Tzu Chi, Satu Hati, Satu Langkah." Dengan penuh tekad dan semangat.

"Suara yel-yel 'Keluarga Besar Tzu Chi, Satu Hati, Satu Langkah' menggema di Fu Hui Ting..."

"Saya ingin para relawan lebih merasakan Gan En. Setelah pulang dari training ini, mereka tetap membawa pulang rasa syukur itu." Harapan tersebut disampaikan oleh Yee Con Tong, PIC Training Abu Putih He Qi Jakarta Utara 2, pada Training Abu Putih ke-3 yang diselenggarakan pada Minggu, 2 Agustus 2026, di Fu Hui Ting, Tzu Chi Center Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara.

Mengusung tema "Keluarga Besar Tzu Chi", pelatihan ini diikuti oleh 66 relawan yang terdiri atas relawan abu-putih, relawan kembang, serta relawan yang baru mengenakan seragam abu-putih. Kegiatan ini juga didukung oleh 62 panitia.

Melalui berbagai materi dan aktivitas, para peserta diajak memahami makna menjadi bagian dari keluarga besar Tzu Chi yang dipersatukan oleh jalinan jodoh baik, saling menghargai, dan melangkah bersama di Jalan Bodhisatwa.

Menurut Yee Con Tong, para relawan berasal dari latar belakang yang beragam. Namun, ketika bergabung di Tzu Chi, mereka menjadi satu keluarga yang memiliki tujuan yang sama, yaitu menebarkan cinta kasih kepada sesama. Karena itu, setiap relawan diharapkan datang mengikuti kegiatan dengan sukacita dan pulang membawa hati yang dipenuhi rasa syukur.

Bagi Yee Con Tong, Gan En bukan sekadar ungkapan terima kasih, melainkan sebuah cara menjalani kehidupan (the way of life). Dengan memandang setiap peristiwa dari sisi yang positif, seseorang akan lebih mudah menumbuhkan rasa syukur, memperluas toleransi, serta memupuk welas asih kepada sesama.

Semangat tersebut sudah terasa sejak awal kegiatan ketika seluruh peserta bersama-sama meneriakkan yel-yel, "Keluarga Besar Tzu Chi, Satu Hati, Satu Langkah."

Ernie Lindawati menyampaikan materi training "Empat Sup Tzu Chi" kepada para peserta Training Abu Putih ke-3 yang berlangsung di Fu Hui Ting, Tzu Chi Center Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara.

Ali Saleh Al Ayyubi berbagi pemahaman mengenai nilai-nilai Empat Sup Tzu Chi serta rasa syukur dirinya bisa bergabung menjadi keluarga besar Tzu Chi.

Pelatihan kemudian dilanjutkan dengan materi Empat Sup Tzu Chi yang dibawakan oleh Ernie Lindawati. Empat "Ramuan Kehidupan", yaitu berpuas diri, bersyukur, pengertian, dan toleransi, diperkenalkan sebagai bekal untuk membangun hubungan yang harmonis, baik di lingkungan Tzu Chi maupun dalam kehidupan keluarga.

Salah seorang peserta, Ali Saleh Al Ayyubi, merasakan bahwa materi Empat Sup Tzu Chi sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Menurutnya, keempat "ramuan" tersebut selaras dengan tema Keluarga Besar Tzu Chi karena mengajarkan setiap relawan untuk saling memahami, bertoleransi, dan senantiasa bersyukur atas kesempatan bertumbuh bersama dalam lingkungan yang penuh manfaat.

Sebagai guru olahraga di Tzu Chi School, Ali meyakini bahwa seorang relawan Tzu Chi hendaknya berbagi kepada siapa pun tanpa membedakan latar belakang. Baginya, berpuas diri berarti merasa cukup atas apa yang dimiliki, sedangkan bersyukur berarti menerima setiap keadaan tanpa banyak mengeluh. Nilai pengertian dan toleransi menjadi pelengkap agar hubungan antarsesama tetap harmonis.

"Keempat ramuan ini tidak bisa dipisahkan. Melalui materi ini, saya diingatkan untuk terus bersyukur dan melihat bahwa setiap orang memiliki kebaikannya masing-masing," ujar Ali. Ia juga mengaku semakin memahami bahwa setiap sudut di lingkungan Tzu Chi memiliki makna yang mendalam dan menjadi pengingat untuk terus belajar.

Mengenal "Rumah" Tempat Bertumbuh
Dalam training ini, peserta juga diajak mengenal lebih dekat "rumah" tempat mereka bertumbuh sebagai relawan melalui sesi Amazing Jing Si Tang.

Sembilan kelompok peserta training berkeliling Jing Si Tang mulai dari lantai satu hingga lantai empat untuk mengenal sejarah Tzu Chi, makna relief, fungsi setiap ruangan, hingga replika rumah Master Cheng Yen. Di setiap titik, peserta memperoleh penjelasan sekaligus petunjuk yang digunakan untuk menjawab pertanyaan pada akhir sesi.

Sugiharto Widjaja  menjelaskan relief "Perjalanan Hidup Manusia dan Misi Tzu Chi Indonesia" kepada para peserta dalam sesi Amazing Jing Si Tang.

Para peserta mencatat berbagai penjelasan yang disampaikan relawan Tzu Chi selama mengikuti sesi Amazing Jing Si Tang.

Bagi Elsye Noverita, relawan abu-putih, sesi Amazing Jing Si Tang menjadi pengalaman yang paling berkesan. Selama berkeliling bersama kelompoknya, ia baru menyadari bahwa setiap aula, relief, dan ruangan di Jing Si Tang memiliki filosofi yang mencerminkan nilai-nilai budaya humanis Tzu Chi.

Aula Jiang Jing Tang di lantai empat menjadi tempat yang paling membekas di hatinya, terutama makna Rupang Buddha yang memegang bola dunia sebagai lambang cinta kasih yang menaungi seluruh umat manusia.

Training ini juga menjadi tonggak penting dalam perjalanan Elsye sebagai relawan Tzu Chi. Ketertarikannya bermula ketika mengikuti kegiatan donor darah yang diselenggarakan Tzu Chi. Sejak saat itu, ia semakin aktif mengikuti berbagai kegiatan hingga akhirnya resmi mengenakan seragam abu-putih.

Bagi Elsye, mengenakan seragam abu-putih bukan sekadar pergantian pakaian, melainkan sebuah perjalanan untuk menjadi bagian dari keluarga besar Tzu Chi. Bersama para relawan lainnya, ia berharap dapat terus bergandengan tangan menjalankan misi kemanusiaan dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

Menghidupi Nilai-Nilai Humanis Tzu Chi
Semangat melayani juga diperkuat melalui materi Misi Kesehatan yang disampaikan oleh Andre Prawira P. Dalam sesi tersebut, peserta diperkenalkan pada berbagai pelayanan kesehatan yang dijalankan oleh Yayasan Tzu Chi.

Melalui Misi Kesehatan, para relawan diajak memahami bahwa melayani masyarakat tanpa membedakan suku, agama, ras, maupun latar belakang merupakan salah satu wujud nyata semangat keluarga besar Tzu Chi.

Keceriaan para peserta mewarnai rangkaian kegiatan Training Abu Putih 3.

Rangkaian training ditutup dengan materi Budaya Humanis Tzu Chi yang dibawakan oleh Dora Tan. Dalam sesi ini, peserta diajak mempraktikkan Budaya Humanis dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari cara berjalan, berbicara, makan, hingga berinteraksi dengan orang lain.

Kebiasaan-kebiasaan sederhana tersebut menjadi wujud rasa hormat, kepedulian, dan ketulusan yang menjaga keharmonisan dalam keluarga besar Tzu Chi.

Sejalan dengan ajaran Master Cheng Yen, "Dengan hati yang dipenuhi rasa syukur, hormat, dan cinta kasih, kita dapat menciptakan keharmonisan di antara sesama."

Melalui Training Abu Putih ke-3 ini, para peserta tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai nilai-nilai Tzu Chi, tetapi juga semakin menghayati bahwa mereka menjadi bagian dari keluarga besar Tzu Chi. Berbekal rasa Gan En, pengertian, toleransi, dan welas asih, setiap relawan diharapkan terus melangkah di Jalan Bodhisatwa serta menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

Editor: Anand Yahya

Artikel Terkait

Pelayanan Paliatif Meningkatkan Kualitas Hidup

Pelayanan Paliatif Meningkatkan Kualitas Hidup

21 Juni 2022

Melanjutkan tiga pelatihan sebelumnya, pelatihan paliatif yang keempat di Tzu Chi Hospital diadakan pada 17 Juni 2022. Pelatihan ini diikuti oleh 49 peserta yang terdiri dari relawan Tzu Chi dan perawat.

He Qi Tangerang Gelar Training Abu Putih: Memahami Filosofi dan Jejak Misi Kemanusiaan

He Qi Tangerang Gelar Training Abu Putih: Memahami Filosofi dan Jejak Misi Kemanusiaan

27 November 2025

Komunitas Tzu Chi He Qi Tangerang menggelar Training Seragam Abu Putih ke-1 (23/11/2025) di ruang Xi Shi Ting Gedung Aula Jing si, PIK dengan semangat cinta kasih dan welas asih.

Melatih Diri Menjadi Pribadi yang Lebih Baik

Melatih Diri Menjadi Pribadi yang Lebih Baik

24 April 2018

Relawan Tzu Chi Tanjung Balai Karimun mengadakan kegiatan Gong Xiu (pelatihan) pada Minggu, 22 April 2018. Sesuai dengan maknanya, Tzu Chi Tanjung Balai Karimun mengajak para relawan, anak asuh, dan penerima bantuan Tzu Chi untuk melatih diri dengan melaksanakan kebaktian Sutra Lotus dan pradaksina bersama-sama.


Cara untuk mengarahkan orang lain bukanlah dengan memberi perintah, namun bimbinglah dengan memberi teladan melalui perbuatan nyata.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -