Pelatihan Relawan Abu Putih Ketiga Tzu Chi Medan di Tahun 2021

Jurnalis : Nuraina Ponidjan (Tzu Chi Medan), Fotografer : Amir Tan (Tzu Chi Medan)

Sebanyak 41 orang calon komite mengikuti pelatihan relawan abu putih secara tatap muka di kantor Tzu Chi Medan. Total ada 126 peserta yang mengikuti pelatihan ini 85 orang peserta mengikuti pelatihan secara online.

Semenjak adanya pandemi Covid 19, banyak kegiatan kemanusiaan Tzu Chi yang tertunda dilakukan namun, relawan mencari cara terbaik agar kegiatan Tzu Chi bisa dilakukan dan juga menjalankan protokol kesehatan secara ketat sesuai anjuran pemerintah demi keselamatan para relawan Tzu Chi.

Melihat tingkat vaksinasi Covid 19 yang mulai merata di Kota Medan dan angka penularan Covid 19 yang mulai menurun, relawan Yayasan Buddha Tzu Chi Cabang Medan memutuskan untuk mengadakan pelatihan relawan abu putih secara ofline dann online untuk yang ketiga kalinya di tahun 2021 pada Minggu, 28 November 2021.

Walaupun di peruntukkan pelatihan relawan abu putih namun, pelatihan ini juga diwajibkan untuk relawan calon komite. “Sebelumnya kita data terlebih dahulu, kira-kira berapa orang yang mau ikut pelatihan abu putih ini, dan ternyata yang daftar ada 126 orang, dengan perincian 85 orang relawan abu putih dan 41 orang relawan calon komite” ungkap Siu Huang koordinator pelatihan.

Banyaknya relawan yang mendaftar untuk pelatihan relawan abu putih sehingga, panitia pelatihan memutuskan untuk relawan abu putih mengikuti pelatihan secara online dari rumah dan relawan calon komite di wajibkan hadir di kantor Tzu Chi Medan” ungkap Siu Huang. Hal ini dilakukan untuk menjalankan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah.

Relawan Abu putih mengikuti pelatihan secara online. Hal ini dilakukan untuk menjalankan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah.

Pelatihan relawan dimulai pukul 07.30 Wib, relawan calon komite yang berjumlah 41 orang mulai berdatangan dengan penuh semangat. Panitia pelatihan mendampingi peserta untuk selalu mentaati protokol kesehatan dengan ketat.

Di lobby kantor panitia sudah mewajibkan para peserta untuk selalu menggunakan masker dengan benar, pengukuran suhu tubuh, penyemprotan hand sanitizer, menjaga jarak fisik dan yang terpenting selama pelatihan peserta dilarang untuk membuka masker.

Pelatihan relawan abu putih diawali dengan penghormatan kepada Sang Buddha dan Master Cheng Yen sebagai pendiri Yayasan Buddha Tzu Chi, dilanjutkan dengan menyayinyikan lagu Mars Tzu Chi. Hal ini dilakukan untuk menambah semangat para peserta pelatihan yang dilanjutkan dengan pembacaan 10 sila Tzu Chi.
 

Juliana salah satu relawan komite yang memberi materi pelatihan menceritakan kisah Master Cheng Yen yang sejak kecil hingga saat ini menjadi seorang yang mampu mengajak begitu banyak orang berjalan di jalan Bodhisatva kepada para peserta pelatihan.

Juliana, pembawa materi pertama menceritakan kisah perjalanan Master Cheng Yen yang sejak kecil hingga saat ini menjadi seorang yang mampu mengajak begitu banyak orang di seluruh dunia untuk berjalan di jalan Bodhisatva.

Erlina Khe pengisi materi berikutnya juga mengajak para peserta pelatihan untuk memahami Misi Pendidikan Tzu Chi. Master Cheng Yen mengatakan, pendidikan sangatlah penting, dengan mendapat pendidikan yang baik dan benar maka anak-anak kelak akan berjalan kearah yang benar. “Jadi kehidupan masyarakat yang damai sejahtera akan terwujud dengan adanya pendidikan yang benar”ucap Erlina.

Yanny pengisi materi pelatihan mengatakan bahwa Tzu Chi berdiri sejak 1966, sudah 55 tahun Tzu Chi bersumbangsih untuk masyarakat. Dan sekarang relawan Tzu Chi ada di seluruh dunia. “Bagaimana Tzu Chi bisa ada di berbagai negara di dunia?” tanya Yanny.

Yanny menjelaskan filosofi dan semangat Tzu Chi yang di ajarkan Master Cheng Yen yang menciptakan keharmonisan diantara relawan. Para relawan tetap melangkah di jalan Bodhisatva, saling menguatkan dan saling menghormati.

Desnita memberikan pesan cinta kasih agar para relawan yang datang dan bergabung ke Tzu Chi haruslah banyak belajar dan melatih diri sehingga bisa berjalan terus di jalan Bodhisatva.

Di masa pandemi Covid 19 ini, kita harus lebih menghargai kehidupan, introspeksi diri, apa yang sudah kita sumbangsihkan untuk alam demi kehidupan dan anak cucu kita. Dalam hal ini Uman salahsatu pengisi materi mengajak semua orang untuk melakukan pelestarian lingkungan. Mengajak pola hidup bervegetaris dan hidup sederhana.

Desnita relawan komite Tzu Chi berharap dengan mengikuti pelatihan Tzu Chi dan sudah berjalan di jalan Bodhisatva, relawan Tzu Chi harus tahu datang ke Tzu Chi untuk apa? “Sebenarnya kita datang ke Tzu Chi untuk belajar dari Master Cheng Yen, apa yang Master Cheng Yen anjurkan dan inginkan ke kita untuk bersumbangsih pada semua makhluk hidup” ucap Desnita. Jadi kepada semua relawan diharapkan agar datang dan bergabung ke Tzu Chi haruslah banyak belajar dan melatih diri sehingga bisa berjalan terus di jalan Bodhisatva.

Susanti, salah seorang relawan Abu Putih mengungkapkan manfaat dari pelatihan ini. Susanti bertambah wawasan dan pengetahuan yang selama ini tidak dia dapatkan. “Saya tertarik bergabung di Tzu Chi. Di Tzu Chi saya jadi banyak belajar, saya diajarkan tata krama dan belajar perduli terhadap semua makhluk hidup yang ada di dunia. Belajar bersyukur dengan kehidupan sekarang dimana masih banyak orang yang menderita. Perasaan seperti ini yang belum pernah saya dapatkan” tutur Susanti.

Dr Nany sudah 16 tahun mengenal Tzu Chi dan selama ini bergabung di TIMA Medan dan sekarang telah bergabung di barisan relawan Tzu Chi. Panitia pelatihan memutuskan untuk relawan abu putih mengikuti pelatihan secara online dari rumah.

Lain halnya dengan dr.Nany seorang peserta pelatihan relawan abu putih yang sudah mengenal Tzu Chi 16 tahun lalu, dr. Nany bergabung di TIMA Medan pada 2005 lalu dan tahun ini (2021) masuk ke barisan relawan Tzu Chi.

Di tengah kesibukannya sebagai dokter, dr. Nany menyempatkan diri untuk mengikuti pelatihan relawan.” Dengan mengikuti pelatihan, saya jadi lebih memahami Tzu Chi, mengetahui perjalanan hidup Master Cheng Yen yang banyak tantangan serta lebih tahu tentang misi Tzu Chi. Saya sangat tertarik dengan filosofi Tzu Chi, dimana dengan melakukan kebaikan bisa mewarnai dunia” tutur dr. Nany.

Siu Huang koordinator pelatihan diakhir acara mengharapkan relawan akan lebih memahami visi dan misi Tzu Chi serta melangkah sesuai dengan semangat dan filosofi Tzu Chi.

Editor: Anand Yahya

Artikel Terkait

Pelatihan 4 in 1: Yakin Bertekad Menjalankan

Pelatihan 4 in 1: Yakin Bertekad Menjalankan

31 Mei 2016
Tidak mudah bagi pasangan Surya Kheng (34) dan Suriyanti Bakri (32) tinggal selama dua tahun di negeri orang. Terlebih bagi Suriyanti, yang mesti menjalani pengobatan di RS Tzu Chi Hualien, Taiwan. Beruntung kedua muda-mudi Tzu Ching yang menikah ini dapat menerima cobaan ini dengan tabah. Sekembalinya ke tanah air, keduanya bersemangat untuk mengikuti Kamp Pelatihan 4 in 1.
Tanggung Jawab dan Kaderisasi

Tanggung Jawab dan Kaderisasi

06 November 2017

Untuk menumbuhkan kebijaksanaan para relawan, insan Tzu Chi selalu mengadakan pelatihan relawan. Pada Minggu 29 Oktober 2017 lalu, Tzu Chi Batam kembali mengadakan pelatihan relawan dari semua jenjang. Pelatihan kali ini dibawakan oleh tujuh insan Tzu Chi dari Jakarta yang sudah lama berkecimpung di berbagai misi humanis Tzu Chi.

Tulus Melatih Diri dan Menapak Jalan Boddhisatwa

Tulus Melatih Diri dan Menapak Jalan Boddhisatwa

25 Maret 2022

Pelatihan Komite dan Calon Komite Tzu Chi pada 12-13 Maret 2022 ini diikuti oleh 764 orang relawan (hari pertama) dari berbagai kota di Indonesia. Dalam pelatihan ini, Master Cheng Yen mengharapkan insan Tzu Chi bersungguh hati membangkitkan welas asih bagi semua makhluk.

Tiga faktor utama untuk menyehatkan batin adalah: bersikap optimis, penuh pengertian, dan memiliki cinta kasih.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -