Menumbuhkan Rasa Kekeluargaan

Jurnalis : M. Galvan (Tzu Chi Bandung), Fotografer : M. Galvan & Rangga Setiadi (Tzu Chi Bandung)
 
 

fotoSalah satu warga penerima bantuan yaitu Teja Nengsih (72) warga Gg. Mukalmi RT05/RW10, dibantu oleh relawan Tzu Chi untuk mengambil beras.

Tanggal 18 Desember 2011, bertempat di Ruko Taman Senang, Jl. Pagarsih, Jamika, Bandung, Yayasan Buddha Tzu Chi Kantor Perwakilan Bandung mengadakan Bakti Sosial Pembagian Beras Cinta Kasih Tzu Chi yang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu. Kegiatan pembagian beras ini berlangsung sejak pukul 08.00 - 11.00 WIB, melibatkan 55 relawan Tzu Chi dan berhasil membagikan beras sebanyak 1.227 karung beras kepada warga yang membutuhkan.

Pembagian beras ini akan meringankan pengeluaran rutin warga penerima bantuan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, mengingat beras merupakan kebutuhan pokok mayoritas masyarakat Indonesia. Di samping itu, baksos pembagian beras ini pun menjadi ladang bagi para relawan Tzu Chi untuk mengetuk hati penerima bantuan agar menjadi bagian dari dunia Tzu Chi, untuk terus menyebarluaskan visi misi Tzu Chi agar terciptanya dunia aman, damai, dan terbebas dari bencana.

Menurut Ruchiyat Kurniadi selaku koordinator kegiatan pembagian beras kali ini, terpilihnya Kelurahan Jamika dikarenakan masih banyaknya warga yang kurang— mayoritas bekerja sebagai buruh lepas. Selain itu, pada pembagian beras tahun 2011 ini, Tzu Chi Bandung memfokuskan pembagian beras tersebut di lingkungan Kota Bandung, karena bertujuan untuk mengetuk hati para penerima bantuan agar meneruskan tradisi berbagi kasih bagi semua makhluk hidup dengan ikut menjadi relawan Tzu Chi.

”Tujuan kegiatan pembagian beras ini karena memang kita sudah beberapa taun tidak ada kegiatan ini sekaligus juga untuk membangkitkan semangat di daerah sini untuk tambahan para relawan dan donatur. Selain itu, melihat daerah sini memang masih kurang, ada sebagian yang bilang masih kurang beruntung jadi kita pilih daerah di sekitar Pagarsih dan Jamika,” kata Ruchiyat.

foto    foto

Keterangan :

  • Relawan muda-mudi Tzu Chi (Tzu Ching) Bandung memanfaatkan waktu luangnya dengan mengikuti baksos pembagian beras (kiri).
  • Para relawan Tzu Chi membantu dan membawakan beras bagi warga penerima bantuan. Wujud kebersamaan selalu ditunjukkan dengan penuh keikhlasan (kanan).

Ia pun menambahkan, ”Harapannya kita bisa merekrut lagi banyak relawan dan donatur yang untuk ikut merasakan pembagian beras cinta kasih ini, sekaligus menebarkan rasa cinta kasih universal dan mengenal keberadaan Tzu Chi, khususnya di Bandung,” lengkapnya.

Menyambung Jalinan Jodoh
Sesungguhnya ini bukanlah kali pertama Tzu Chi memberikan bantuan kepada Kelurahan Jamika. Di tahun 2008, Tzu Chi Bandung telah melakukan renovasi total bagi rumah-rumah warga yang memang sudah tidak layak huni dalam kegiatan Bebenah Kampung Tzu Chi Jamika.

Rupanya jalinan jodoh dan cinta kasih Tzu Chi dapat dirasakan kembali oleh warga setempat, dan kali ini pembagian beras cinta kasih bagi sebagian warga Kelurahan Jamika telah menyentuh hati para penerima bantuan dari Tzu Chi. Diharapkan tali persaudaraan antar sesama dapat terjalin terus tanpa membedakan agama, ras, dan suku bangsa. Selain itu, ketukan insan Tzu Chi dapat membuka hati para penerima bantuan untuk ikut dalam barisan Tzu Chi, dan tergerak hatinya untuk ikut menolong antar sesama mahluk hidup.

Terpancar raut wajah para penerima bantuan setelah mendapatkan bantuan beras cinta kasih seberat 20 kg, mengingat kini harga kebutuhan pokok terus melonjak dan memberatkan bagi warga yang tidak mampu. Salah satunya adalah Teja Nengsih (72) warga Gg. Mukalmi RT05/RW10, ini harus berjuang dan ikhlas dalam menghadapi cobaan yang dialaminya.

foto  foto

Keterangan :

  • Relawan Tzu Chi, Ruchiyat Kurniadi selaku koordinator pembagian beras menandatangani berita acara penyerahan beras kepada aparat setempat (kiri).
  • Para relawan Tzu Chi membantu dan membawakan beras para warga penerima bantuan. Selain itu para relawan juga mengucapkan terima kasih kepada para warga penerima bantuan (kanan).

Ia pun harus rela untuk menjadi tulang punggung keluarganya, mengingat suami tercintanya kini sudah lagi tak berdaya ketika penyakit stroke menghampirinya. Nengsih begitu panggilan akrabnya, harus bekerja ekstra keras walaupun penyakit asam uratnya membebani dalam mencari kebutuhan hidup keluarganya. Menjadi buruh lepas bukanlah pekerjaan yang ia pilih, namun dengan keterbatasan yang Ia miliki terpaksa harus Nengsih jalani dengan penuh kesabaran. Rupanya, ketika relawan Tzu Chi memilih Nengsih menjadi warga penerima bantuan beras cinta kasih Tzu Chi, rasa bahagia menyelimuti Nengsih dan tak terbendung sudah tetesan air mata bahagia ketika relawan Tzu Chi membantu menggotong karung beras bagi Nengsih.

"Beribu-ribu terima kasih, ibu orang nggak punya, orang nggak mampu, suami ibu sakit nggak bisa apa-apa, terima kasih banyak. Ibu mengucapkan beribu-ribu terima kasih semoga yang ngasih ke ibu dipanjangkan umurnya, ada milik rezekinya," ucap Ningsih penuh haru.

Ucap syukur Ningsih terus dipanjatkan sehingga membuat para relawan semakin bersemangat untuk terus berada di jalan kebajikan dan menularkannya kepada seluruh insan manusia yang berada di bumi ini. ”Banyak-banyak terima kasih sama Tuhan semoga dibalas kebaikannya. Mudah-mudahan kalau ibu panjang umur dikasih lagi sama Tuhan, ibu mau ketemu lagi sama bapak-bapak ini (relawan Tzu Chi-red),” harapnya.

”Sebutir beras” yang dipersembahkan oleh Yayasan Buddha Tzu Chi, membangkitkan rasa cinta kasih bagi seluruh warga penerima bantuan. Tak hanya itu, bagi relawan Tzu Chi pun ini menjadi ajang pelatihan diri untuk terlibat dan merasakan penderitaan yang dirasakan oleh masyarakat yang kurang mampu. Semoga dengan uluran tangan dan keikhlasan hati para relawan Tzu Chi dapat menumbuhkan rasa cinta kasih yang sesuai dengan visi dan misi Tzu Chi.

  
 

Artikel Terkait

Banjir 2020: Korban Banjir di Teluk Naga Terima Bantuan Sembako

Banjir 2020: Korban Banjir di Teluk Naga Terima Bantuan Sembako

06 Januari 2020

Tzu Chi memberi bantuan kepada korban banjir di Desa Pangkalan, Kecamatan Teluk Naga, Tangerang. Bantuan tersebut berupa sembako yang terdiri dari 40 dus Mi DAAI, 5 dus air mineral, 5 dus minyak goreng, 470 makanan hangat, dan 20 kg beras.

Paket Lebaran Bagi Para Pekerja di RSUD Arifin Achmad

Paket Lebaran Bagi Para Pekerja di RSUD Arifin Achmad

05 Juni 2018
Perhatian bagi sesama terus ditunjukkan oleh Yayasan Buddha Tzu Chi Pekanbaru. Kali ini Tzu Chi Pekanbaru membagikan paket lebaran berupa 10 Kg beras, biskuit, minyak, sirup, dan DAAI Mi kepada para pekerja di RSUD Arifin Achmad, meliputi Cleaning Service, Security, Pest Control, Pramusaji, Perawat taman, dan petugas parkir.
Mempraktikkan “5 R”

Mempraktikkan “5 R”

16 September 2011 Ada suasana yang berbeda pada minggu ini,  alunan lagu-lagu Tzu Chi berkumandang indah menemani para relawan selama melakukan kegiatan. Hal yang baru ini mengundang banyak komentar positif dari para relawan daur ulang, salah satunya Amel Shijie yang beberapa waktu lalu pulang ke kampung halaman batin insan Tzu Chi di Hualien, Taiwan.
Luangkan sedikit ruang bagi diri sendiri dan orang lain, jangan selalu bersikukuh pada pendapat diri sendiri.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -