Menutup Kelas Budi Pekerti dengan Cinta

Jurnalis : Rinah, Windy Riska Hariani, Albert Indra Gunawan (Tzu Chi Palembang), Fotografer : Albert Indra Gunawan, Windy Riska Hariani, Rinah (Tzu Chi Palembang)

Renawati, selaku Koordinator Bidang Misi Pendidikan, menyampaikan materi bertema “Perempuan Hebat” dengan mengangkat kisah inspiratif Master Cheng Yen sebagai teladan dalam menebarkan cinta kasih.

Zao an, Xiao Pu Sa (murid-murid). Zao an, mama papa,” sapaan hangat dari relawan Tzu Chi menyambut para orang tua dan anak-anak yang hadir dengan penuh keceriaan.

Pada Minggu, 12 April 2026, bertempat di Sekolah Kusuma Bangsa Palembang, Tzu Chi Palembang mengadakan kegiatan penutupan Kelas Budi Pekerti yang diikuti oleh 37 anak dari kelas QZB (Qing Zi Ban) kecil dan QZB (Qing Zi Ban) besar. Berbeda dari pertemuan sebelumnya, kegiatan ini menjadi momen istimewa sebagai penutup perjalanan pembelajaran pendidikan karakter selama satu tahun ajaran.

Bertepatan dengan bulan April dalam rangka menyambut Hari Kartini, Kelas Budi Pekerti kali ini mengangkat tema “Perempuan Hebat”. Dalam penyampaian materinya, Renawati Natalia selaku Koordinator Misi Pendidikan membagikan kisah tentang Semangat Celengan Bambu yang digagas oleh Master Cheng Yen bersama 30 ibu rumah tangga, yang kemudian menjadi awal mula berdirinya Tzu Chi. Kisah ini menjadi gambaran nyata tentang kegigihan dan ketulusan perempuan hebat pada masa itu dalam menebarkan kebaikan.

Dalam sesi interaktif, para orang tua dengan penuh semangat menjawab pertanyaan seputar keseharian dan karakter anak mereka.

Para murid dengan ekspresi polos dan hangat membenarkan jawaban yang disampaikan oleh orang tua, menciptakan suasana yang akrab dan penuh kehangatan.

Salah satu sesi yang menarik adalah penukaran kado, di mana orang tua murid diminta mengambil satu pertanyaan seputar anak mereka. Jika berhasil menjawab dengan benar, barulah kado dapat dipilih dan diambil secara bebas. Salah satu momen hangat terjadi ketika orang tua dari Reyniel Sutehjo mendapat pertanyaan tentang mata pelajaran yang tidak disukai anaknya. Dengan tersipu, Reyniel membenarkan jawaban sang ibu yang menyebutkan matematika. Sesi ini menjadi sarana untuk mempererat kedekatan emosional antara orang tua dan anak melalui pemahaman yang lebih dalam satu sama lain.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi menuliskan harapan dan pesan cinta kasih antara orang tua dan anak, yang kemudian ditempelkan pada sebuah bingkai harapan. Berbagai ungkapan penuh makna pun tertulis, salah satunya, “Semoga Jordan menjadi lebih baik dan tidak mudah putus asa,” harapan dari orang tuanya.

Di penghujung acara, momen yang paling dinantikan pun tiba, yaitu sesi wisuda berupa pengalungan selempang kelulusan dan pemberian sertifikat sebagai simbol berakhirnya Kelas Budi Pekerti Tahun Ajaran 2025–2026.

“Tujuan diadakannya Kelas Budi Pekerti adalah untuk menanamkan pentingnya pendidikan karakter. Kami berharap, bersama orang tua, kita dapat menumbuhkan rasa cinta kasih pada anak agar mereka memiliki akhlak yang baik,” ujar Renawati, selaku Koordinator Bidang Misi Pendidikan Tzu Chi Palembang.

Murid dengan sungguh-sungguh menuangkan ungkapan harapan dan rasa kasih sayang kepada orang tua melalui tulisan yang penuh makna.

Orang tua dan anak bersama-sama menempelkan harapan serta pesan cinta kasih pada bingkai harapan sebagai simbol kebersamaan dan doa.

Para orang tua juga menyadari betapa pentingnya pendidikan karakter bagi anak. “Di atas ilmu masih ada adab, dan adab itu didapatkan dari kelas seperti ini,” ujar Tian, orang tua dari Baverlie dan Varelino.

Dampak yang dirasakan oleh orang tua selama anaknya mengikuti Kelas Budi Pekerti selama satu tahun ini juga sangat nyata. “Saya merasa setelah mengikuti Kelas Budi Pekerti, anak kami mengalami perubahan yang besar, menjadi lebih mandiri, lebih sopan, dan memiliki inisiatif yang lebih baik,” kata Diana, orang tua dari Wilbert.

Melalui kegiatan ini, Tzu Chi berharap nilai-nilai cinta kasih, kepedulian, dan kebaikan yang telah dipelajari dapat terus diterapkan oleh anak-anak dalam kehidupan sehari-hari.

Editor: Metta Wulandari

Artikel Terkait

Belajar Menerapkan Cinta Kasih dan Berbakti Kepada Orang Tua

Belajar Menerapkan Cinta Kasih dan Berbakti Kepada Orang Tua

06 April 2023

Kelas Budi Pekerti Qin Zi Ban (1-6 SD) Tzu Chi Pekanbaru kali ini berbeda dengan biasanya. Kali ini kegiatan bertempat di Tresna Werdha Khusnul Khotimah, Pekanbaru.

Kelas Budi Pekerti: Asal Usul Tahun Baru Imlek

Kelas Budi Pekerti: Asal Usul Tahun Baru Imlek

23 Januari 2019

Pada Minggu, 20 Januari 2019, Tzu Chi Tanjung Balai Karimun melakukan kegiatan rutin setiap bulannya yaitu kelas budi pekerti. Pada pertemuan kali ini, para Xiao Tai Yang diberikan tema yang berkaitan dengan Tahun Baru Imlek yang akan jatuh pada bulan Februari 2019.


Pentingnya Mengendalikan Kemarahan

Pentingnya Mengendalikan Kemarahan

15 Januari 2016

Minggu, 10 Januari 2016 Kelas budi pekerti Xaio Tai Yang Tzu Chi Tanjung Balai Karimun kembali di gelar dengan tema “Tidak Marah-marah.” Sebanyak 42 anak kelas budi pekerti Xiao Tai Yang sangat antusias mengikuti kegiatan yang diadakan di kantor Tzu Chi Tanjung Balai Karimun ini.

Saat membantu orang lain, yang paling banyak memperoleh keuntungan abadi adalah diri kita sendiri.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -