Menutup Kelas Budi Pekerti dengan Cinta
Jurnalis : Rinah, Windy Riska Hariani, Albert Indra Gunawan (Tzu Chi Palembang), Fotografer : Albert Indra Gunawan, Windy Riska Hariani, Rinah (Tzu Chi Palembang)
Renawati, selaku Koordinator Bidang Misi Pendidikan, menyampaikan materi bertema “Perempuan Hebat” dengan mengangkat kisah inspiratif Master Cheng Yen sebagai teladan dalam menebarkan cinta kasih.

Dalam sesi interaktif, para orang tua dengan penuh semangat menjawab pertanyaan seputar keseharian dan karakter anak mereka.

Para murid dengan ekspresi polos dan hangat membenarkan jawaban yang disampaikan oleh orang tua, menciptakan suasana yang akrab dan penuh kehangatan.

Murid dengan sungguh-sungguh menuangkan ungkapan harapan dan rasa kasih sayang kepada orang tua melalui tulisan yang penuh makna.

Orang tua dan anak bersama-sama menempelkan harapan serta pesan cinta kasih pada bingkai harapan sebagai simbol kebersamaan dan doa.
Artikel Terkait
Menanamkan Budi Pekerti Sejak Dini
28 November 2018Menyadari pentingnya penerapan budi pekerti, para orang tua mengikutsertakan anak-anak mereka di Kelas Kata Perenungan Master Cheng Yen atau biasa disebut Kelas Budi Pekerti. Di kelas ini anak-anak mendapatkan bimbingan dari para guru untuk bersikap humanis dan melaksanakan budi pekerti yang baik.
Menerapkan Pendidikan Melalui Kegiatan Sehari-hari
21 Oktober 2014 Yayasan Buddha Tzu Chi mengadakan kamp Ertongban (Kamp kelas budi pekerti) selama 2 hari satu malam. Adapun para peserta kamp adalah anak-anak usia 8 – 12 tahun. Acara diadakan di Aula Jing Si lantai 2, Ruang Fu Hui Ting, Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara (18-19 Oktober 2014). Sebanyak 288 anak datang untuk mengikuti kamp.
Kelas Budi Pekerti: Asal Usul Tahun Baru Imlek
23 Januari 2019Pada Minggu, 20 Januari 2019, Tzu Chi Tanjung Balai Karimun melakukan kegiatan rutin setiap bulannya yaitu kelas budi pekerti. Pada pertemuan kali ini, para Xiao Tai Yang diberikan tema yang berkaitan dengan Tahun Baru Imlek yang akan jatuh pada bulan Februari 2019.







Sitemap