Menyambut Mi Instan DAAI, Mi Sehat dan Vegan

Jurnalis : Metta Wulandari, Fotografer : Metta Wulandari

Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia bersama jajaran Direksi PT. DAAI Boga dan relawan Tzu Chi melakukan pemotongan pita sebagai tanda telah resminya Kantor PT. DAAI Boga sekaligus Official Launching Mi Instan DAAI.

Setelah terjual lebih dari 15 ribu kardus hanya dalam waktu kurang dari dua bulan, Mi Instan DAAI yang berada di bawah manajemen PT. DAAI Boga akhirnya meresmikan kantor operasionalnya di lt. 5 Gedung DAAI, Kompleks Tzu Chi Center, PIK. Jajaran Direksi PT. DAAI Boga, relawan Tzu Chi, dan staf Yayasan Buddha Tzu Chi serta DAAI TV turut hadir memeriahkan peresmian kantor PT. DAAI Boga pada Kamis, 26 Oktober 2017 tersebut.

Ungkapan bahagia dan syukur karena bisa menempati kantor baru dituturkan oleh Lukman Samsudin Direktur Utama PT. DAAI Boga. “Hari ini adalah hari yang luar biasa,” tuturnya mengawali sambutan dengan wajah yang gembira. “Saya bersyukur dalam Peresmian Kantor DAAI Boga sekaligus Official Launching Mi Instan DAAI ini. Kami juga berterima kasih kepada Master Cheng Yen yang memberikan petunjuk kepada kami untuk mandiri dan bisa berbuat lebih banyak lagi ke masyarakat yang perlu dibantu,” lanjut Lukman disambut tepuk tangan.

Sebelumnya, Mi Instan DAAI telah diperkenalkan kepada masyarakat sejak 28 Agustus 2017 lalu. Sambutannya pun luar biasa di pasaran karena permintaan datang terus menerus. Hingga saat ini Mi Instan DAAI menyediakan dua varian rasa: rasa soto dan rasa mi goreng.

Lukman Samsudin (ketiga dari kiri), Direktur Utama PT. DAAI Boga mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih dalam sambutan di Peresmian Kantor DAAI Boga yang dilakukan pada Kamis, 26 Oktober 2017 tersebut.

Liliawati Rahardjo Soetjipto (kanan, memegang flyer) mempromosikan Mi Instan DAAI dengan membuka satu kedai bernama Mi Hopeng di Summarecon Mal Serpong.

Berbeda dari mi instan lainnya, Mi Instan DAAI merupakan produk mi vegan yang masuk dalam kategori mi sehat. “Bumbunya tidak mengandung MSG, mi-nya tidak mengandung pengawet dan pewarna buatan, diproduksi dengan bahan natural yang alami, dan telah mendapatkan sertifikasi halal MUI serta sertifikasi Vegan Internasional,” jelas Hendra Wirawan, Product Manager PT. DAAI Boga.

Bekerja sama dengan PT. Indofood Sukses Makmur, Mi Instan DAAI diharapkan dapat menjadi mi instan vegan favorit di tengah masyarakat. Apalagi keuntungan dari penjualan Mi Instan DAAI ini akan digunakan untuk menyebarluaskan cinta kasih melalui DAAI TV dan juga dialokasikan untuk misi Amal Yayasan Buddha Tzu Chi. “Jadi pas beli sekaligus beramal,” kata Lukman.

Pada kesempatan itu pula, Lukman berterima kasih kepada relawan Tzu Chi di Jakarta maupun di kantor-kantor penghubung serta staf yang telah bekerja keras memperkenalkan Mi Instan DAAI ke khalayak luas.

Cara yang unik dalam mempromosikan Mi Instan DAAI juga dilakukan oleh Liliawati Rahardjo Soetjipto, relawan komite Tzu Chi. Sejak 13 Oktober 2017 lalu ia membuka kedai Mi Hopeng di Summarecon Mall Serpong. Kedai yang menjual varian Mi Instan DAAI siap santap itu menyajikan sekitar enam menu: Mi goreng jamur lada hitam, Mi goreng sayur original, Mi goreng sambal matah, Mi goreng tofu nanas asam manis, Mi soto kulit tahu, dan Mi soto sayur krecek kacang tolo. Harganya bervariasi dan hemat di kantong.

Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia Liu Su Mei memotong tumpeng dalam Peresmian Kantor DAAI Boga. Potongan tumpeng tersebut kemudian dibagikan kepada jajaran Direksi PT. DAAI Boga dan relawan yang hadir.

Relawan melakukan foto bersama dengan memegang Mi Instan DAAI di tangan mereka. Seluruh relawan berharap nantinya Mi Instan DAAI bisa menjadi favorit di masyarakat luas.

Kedai Mi Hopeng yang diambil dari kata hao pengyou dan berarti teman baik ini tiap harinya bisa menjual 40 porsi Mi Instant DAAI dan 50 hingga 60 porsi ketika akhir pekan. “Nah binatang kan teman baik manusia, jadi teman baik jangan dimakan. Kita makan yang veggie aja,” ucap Li Ying, panggilan akrab Liliawati sambil tersenyum. “Memang belum banyak (terjual), tapi saya sudah sangat happy karena masih dalam usaha mengenalkan mi ini,” imbuh Li Ying.

Hal lain yang membuat Li Ying amat senang adalah ketika ia mencoba sendiri varian Mi Instan DAAI rasa soto. “Ternyata enak banget loh, banget enaknya. Padahal saya cuma menambahkan sayur, telur, dan irisan cabe dengan air yang pas. Waaahh, ‘saya bisa ketagihan ini’ saya pikir,” tuturnya antusias.

Melihat antusias yang begitu besar dari berbagai pihak, Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Liu Su Mei berharap misi kemanusiaan yang terajut melalui Mi iInstan DAAI tersebut bisa berkelanjutan dalam jangka panjang. “Di mana PT. DAAI Boga menjaga kesehatan dan DAAI TV menjaga kejernihan dari batin kita semua,” ucap Liu Su Mei.

Tak jauh berbeda dari Liu Su Mei, Lukman berharap produk mi vegan ini bisa diterima masyarakat luas. “Karena kita tahu ini makanan sehat dan vegan. Semua bisa mengonsumsi, dari yang vegan, vegetarian, maupun yang tidak vegetarian. Ini juga merupakan satu program agar kita tidak membunuh hewan, otomatis juga bisa turut dalam aksi pelestarian lingkungan,” tegasnya disertai senyum.

Artikel Terkait

Menyambut Mi Instan DAAI, Mi Sehat dan Vegan

Menyambut Mi Instan DAAI, Mi Sehat dan Vegan

27 Oktober 2017

Setelah terjual lebih dari 15 ribu kardus hanya dalam waktu kurang dari dua bulan, Mi Instan DAAI yang berada di bawah manajemen PT. DAAI Boga akhirnya meresmikan kantor operasionalnya di lt. 5 Gedung DAAI, Kompleks Tzu Chi Center, Pantai Indah Kapuk, Jakarta.

Tiga faktor utama untuk menyehatkan batin adalah: bersikap optimis, penuh pengertian, dan memiliki cinta kasih.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -