Menyambut Para Bodhisatwa Cilik

Jurnalis : Meiliana, Mettayani (Tzu Chi Pekanbaru), Fotografer : Hoon Tai Peng (Tzu Chi PekanBaru)
 
 

foto
Anak-anak Er Dong Ban dengan serius mendengarkan shiqu shibo yang sedang menyampaikan materi.

Tzu Chi Pekanbaru, mengadakan kelas budi pekerti er dong jing jin ban pada tanggal 14 Juli 2013 dan Xiao Thai Yang beserta Tzu Shao Ban pada tanggal 28 Juli 2013. Untuk menampung banyaknya peminat kelas budi pekerti, Er Dong Ban dibagi menjadi dua sesi kelas, yakni sesi pagi (Er Dong Ban junior: kelas 3-4 SD) yang dimulai dari pukul 10 pagi hingga pukul 12.30 siang dengan jumlah murid yang terdaftar sebanyak 44 orang yang dibagi ke dalam 4 grup. Setiap grup didampingi oleh 2 orang Dui Fu Mama. Sedang sesi siang (Er Dong Ban senior: kelas 5-6 SD), dimulai pada pukul 13.30 dan berakhir pada pukul 16.00 sore.

Jumlah murid untuk kelas ini sebanyak 54 orang yang dibagi ke dalam 5 grup. Jumlah murid Xiao Thai Yang ada 38 anak yang dibagi ke dalam 4 group. Sedangkan untuk Tzu Shao Ban ada 64 anak yang dikelompokkan dalam 7 kelompok.

Untuk mengakomodasi minat orangtua untuk mengenalkan Budi Pekerti kepada anak sejak dini, tahun ajaran baru ini kelas budi pekerti Xiao Thai Yang dimulai dari kelas TK B – Kls II SD.

Semangat Belajar
Meskipun kelas baru akan dimulai pukul 10.00, sejak pukul 09.00 kantor Tzu Chi Pekanbaru sudah mulai ramai didatangi murid-murid kelas Budi Pekerti. Terlihatlah banyak wajah-wajah baru yang didampingi orangtua untuk mengikuti Pembelajaran Budi Pekerti. Semoga ini menjadi satu langkah awal  dan jalan membuka jalinan jodoh dengan Tzu Chi bagi xiao phu sha (bodhisatwa kecil) dan orang tuanya. Untuk kelas Xiao Thai Yang dan Er Dong Ban kita mewajibkan orang tua untuk mendampingi anak selama proses belajar dengan maksud secara tidak langsung orang tua juga ikut belajar dan bisa menjadi pengingat bagi anak di rumah untuk mempraktekkan apa yang sudah dipelajari di Tzu Chi yakni Pendidikan Kehidupan yang prakteknya ada dalam kehidupan kita sehari-hari.

foto   foto

Keterangan :

  • Douglas, salah satu xiao phu sha yang terbilang cukup aktif merespon pertanyaan-pertanyaan dari shiqu. Ia pun berani tampil ke depan walaupun baru pertama kali ikut kelas budi pekerti (kiri).
  • Fanny dan Cynthia Sabrina adalah yang turut mengemban tugas di misi pendidikan. Kali ini mereka mendapat lahan berkah untuk mengajak xiao phu sha belajar menghias celengan bambu (kanan).

Sebagai awal pertemuan, xiao phu sha disambut dengan lagu dan isyarat tangan yang diperagakan oleh para xiao phu sha senior dari Er Dong Ban. Mengawali kelas, tim pendidikan menyajikan beberapa materi yang terkait dengan pengenalan Tzu Chi. Antara lain Tata Cara Memberikan Penghormatan, Kisah Master Cheng Yen, Kisah Tzu Chi, Tata Krama di Tzu Chi, Keterampilan Menghias Celengan Bambu yang menjadi lambang berdirinya Tzu Chi, Games “Melangkah Ke Kiri Melangkah Ke Kanan” untuk saling berkenalan antara sesama teman. Dan tak lupa lagu Mars masing-masing kelas sebelum memulai proses belajar.

Seorang xiao phu sha bernama Douglas yang kini menduduki kelas 5 SD merupakan salah seorang xiao phu sha baru yang hadir pada kegiatan kelas budi pekerti Er Dong Ban. Hari ini Douglas didampingi oleh Papa dan kakak untuk mengikuti kelas Budi Pekerti. Douglas yang biasanya tidak betah duduk berlama-lama di kelas ternyata bisa asyik mengikuti kelas dengan tenang dan serius dengan didampingi dengan ramah dan penuh kasih oleh Liliana Shigu, sebagai salah seorang Dui Fu Mama di Group Hu Ai.

Untuk tahun ajaran baru ini kita mendapatkan tambahan barisan Bodhisatwa dari orang tua xiao phu sha yang bersedia bergabung di tim pendidikan sebagai dui fu. Beberapa teman-teman dari Tzu Shao Ban tahun lalu juga kita libatkan sebagai pendamping dui fu. Tahun ajaran baru ini mereka sudah tidak diikutkan di kelas Tzu Shao lagi dan memberikan kesempatan yang ada kepada teman-teman yang baru. Mereka umumnya adalah generasi pertama kelas Budi Pekerti kantor Penghubung Pekanbaru. Agar tetap mendapatkan Dharma dari Master, maka mereka tetap dilibatkan dalam kegiatan kelas Budi Pekerti. Semoga mereka bisa tumbuh menjadi Generasi Tzu Chi yang santun dan handal.

  
 

Artikel Terkait

Bertanggung Jawab Pada Diri Sendiri dan Lingkungan

Bertanggung Jawab Pada Diri Sendiri dan Lingkungan

03 Desember 2019

Sebanyak 473 murid SMP Tzu Chi Indonesia  bergiliran setiap minggunya untuk memilah sampah di Depo Pelestarian Lingkungan Tzu Chi Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara. Kegiatan ini salah satu cara menanamkan semangat melestarikan lingkungan dalam diri siswa.  

Stroberi dan Kakek Guru ( Bagian 1 )

Stroberi dan Kakek Guru ( Bagian 1 )

07 September 2012 Bila membicarakan buah stroberi semua orang tentu pasti mengetahuinya, buah berwarna kemerahan yang mempunyai rasa asam ini sangat disukai banyak orang terutama oleh kalangan anak-anak. Tetapi apakah hubungan antara Buah stroberi dengan Kakek guru?
Mari Stop Bullying!

Mari Stop Bullying!

12 Agustus 2022

Tzu Chi Batam mengadakan Gathering Anak Asuh yang bertemakan Stop Bullying dengan diisi oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KN) Provinsi Kepri.

Tak perlu khawatir bila kita belum memperoleh kemajuan, yang perlu dikhawatirkan adalah bila kita tidak pernah melangkah untuk meraihnya.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -