Menyayangi Orang Tua
Jurnalis : Teddy Lianto, Fotografer : Nandar (He Qi Barat)|
|
| ||
Ketika sampai di depan Rumah Sakit Khusus Bedah (RSKB) Cinta Kasih Tzu Chi yang bersebelahan dengan Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi, tampak rombongan relawan Tzu Chi yang mulai berdatangan dan memasuki gedung RSKB Cinta Kasih Tzu Chi. Ternyata para relawan Tzu Chi yang ingin melakukan kegiatan kunjungan kasih ke Panti Werdha III berkumpul di RSKB Cinta Kasih Tzu Chi. Yang membuat aku semakin kagum ialah, ternyata tidak hanya relawan Tzu Chi yang bersumbangsih menghibur opa dan oma, tetapi murid-murid dari Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi juga ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Menjalin Jodoh Baik Setelah opa dan oma berkumpul di taman, para relawan dan murid mengajak opa dan oma melakukan gerakan isyarat tangan. Lalu relawan juga mengajak opa dan oma untuk bernyanyi bersama dan memainkan beberapa permainan. Senyum bahagia dan gembira terukir jelas di wajah opa dan oma, ketika sedang memainkan permainan. Selain itu, relawan Tzu Chi, Ongko Shixiong tidak lupa membawakan batu baterai yang baru setiap bulannya untuk dipasangkan pada radio milik opa dan oma. Radio ini merupakan salah satu hiburan bagi mereka untuk mengusir rasa kesepian mereka.
Keterangan :
Pada saat menjelang makan siang, para opa dan oma mendapatkan sebuah makanan vegetarian yang dibuat oleh relawan Tzu Chi sendiri. Tidak lupa para murid Sekolah Tzu Chi juga membagikan makanan untuk opa dan oma yang tidak bergabung. Tindakan ini dilakukan mengingat di dalam Tzu Chi kita semua adalah satu keluarga dan harus menjalin jodoh yang baik dengan setiap makhluk di dunia, tanpa mengenal apakah ia miskin atau kaya, muda atau tua. Ketika acara akan berakhir, para relawan dan murid Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi membantu opa dan oma untuk kembali keruangan mereka masing-masing. Melihat sumbangsih relawan dan murid sekolah cinta kasih yang begitu tulus memberikan kebahagian kepada opa dan oma, seperti Bodhisatwa yang memberikan setetes embun cinta kasih di tengah panasnya dunia. Seperti perkataan Master Cheng Yen,” Mengapa Tzu Chi tidak membuka Panti Jompo? karena saya berharap rumah dari setiap orang merupakan panti jompo, sehingga ayah bunda dapat menikmati kasih sayang dan kebahagiaan keluarga di rumah masing-masing.” Master Cheng Yen juga mengingatkan jika ayah bunda merupakan Buddha hidup dalam keluarga, Jika kita dapat berbakti pada ayah bunda dengan kondisi hati memuja Triratna maka di dalam keluarga sudah ada dua sosok Buddha hidup. | |||
Artikel Terkait
Praktik Cinta Kasih di Panti Asuhan Putra Setia
22 Desember 2023Komunitas Tunas Tzu Chi di He Qi Pusat kembali berkunjung ke Panti Asuhan Putra Setia yang berlokasi di Jl. Kramat Sentiong No. 51, Jakarta Pusat. Tak hanya menghibur anak-anak di panti, relawan Tzu Chi juga memberikan bingkisan yang membuat anak-anak ini sangat senang.
Baksos Papua: Dari Tzu Chi untuk Manokwari
04 Juni 2012 Jumat, 1 Juni 2012, insan Tzu Chi kembali mengadakan bakti sosial kesehatan bagi masyarakat yang kurang mampu. Bakti Sosial Kesehatan Tzu Chi ke-84 ini di lakukan daerah yang terletak di pantai utara daerah Kepala Burung Pulau Papua, yaitu Manokwari, Papua Barat, tepatnya di RSUD Manokwari.
Energi Kebaikan yang Terus Menyebar
16 Januari 2019Bertempat di Hotel Aston Karimun, 13 Januari 2019, Tzu Chi Tanjung Balai Karimun mengadakan Pemberkahan Akhir Tahun 2018. Pemberkahan ini bertema “Hendaknya bersyukur, menghargai kehidupan dan mengasihi segala makhluk. Menjaga keharmonisan dengan saling menghormati, bebas dari konflik dan saling berbagi jalinan berkah."








Sitemap