Pembagian Beras Cinta Kasih Kepada Warga Yang Membutuhkan

Jurnalis : Elin Juwita (Tzu Chi Tebing Tinggi), Fotografer : Erik Wardi (Tzu Chi Tebing Tinggi)

Relawan Tzu Chi Tebing Tinggi membagikan 366 paket beras kepada para petugas kebersihan di Kantor Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Kebersihan.

Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri yang jatuh pada tanggal 13 Mei 2021, Relawan Tzu Chi Tebing Tinggi mengadakan baksos pembagian beras cinta kasih kepada beberapa komunitas yang merupakan warga kurang mampu di Tebing Tinggi. Dalam kegiatan ini yang diadakan pada hari Minggu, 9 Mei 2021 di Kantor Penghubung Tebing Tinggi ini, relawan membagikan 1.100 paket beras.

Adapun komunitas yang diberikan paket beras ini adalah petugas kebersihan yang terdiri dari penyapu jalan dan pasar, petugas beca sampah, petugas kebersihan masjid, petugas pengolah sampah di TPA, sopir dan pembantu sopir truk sampah, mekanik dan operator buldoser, perawat dan penjaga taman maupun Lapangan Merdeka, pembabat rumput, penjaga makam, petugas rumah susun, dan petugas keamanan.

Komunitas selanjutnya adalah pemulung di TPA, komunitas penyandang disabilitas yang berdomisili di Tebing Tinggi, pengurus Yayasan Panti Asuhan Athohiriah Bersaudara di Pagurawan, komunitas pekerja rumah tangga (PRT) seperti buruh cuci, tukang kebun, satpam, dan kuli bangunan.

Sebanyak 44 pemulung yang bekerja di TPA juga menerima paket beras cinta kasih.

Dampak pandemi covid-19 yang besar pada perekonomian terutama warga yang mempunyai penghasilan dibawah rata-rata membawa perasaan tidak tega sehingga mendorong relawan Tzu Chi terjun ke tengah-tengah mereka untuk memberikan bantuan moril dan materil. Sekarung beras mungkin akan habis dalam waktu yang singkat, akan tetapi kesan batin dari perhatian yang didapat penerima akan tetap melekat, apalagi menjelang Lebaran yang mana mereka sangat membutuhkannya.

“Kehadiran relawan Tzu Chi di tengah-tengah mereka memberi sedikit kelegaan ibarat setetes embun menghilangkan dahaga. Mereka sangat bahagia mendapat perhatian dan motivasi dari para relawan karena kita bukan hanya membawa beras saja, namun kehangatan dan cinta kasih. Banyak penerima bantuan yang terharu,” ucap Wardi, relawan Tzu Chi Tebing Tinggi.

Bagi masyarakat awam, TPA merupakan tempat yang kotor. Namun tidak demikian bagi para pemulung yang menggantungkan hidup mereka dari mengais rejeki di gunung sampah ini.

Perjalanan pertama relawan dimulai dengan menyerahkan paket beras secara langsung kepada 366 petugas kebersihan di Kantor Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Kebersihan. Bapak DR.H.M.Hasbi Asidiki, MM, Msi yang menyambut kedatangan relawan sangat mengapresiasi kegiatan ini, karena membantu para petugas kebersihan yang sehari-hari telah menjadi pahlawan dalam menjaga lingkungan tetap bersih.

“Pertama-tama kami mengucapkan terima kasih, rasa syukur dan rasa haru atas perhatian dan dukungan dari Yayasan Buddha Tzu Chi yang telah memberikan perhatian kepada petugas-petugas dan pahlawan kebersihan kami. Tentu ini akan menjadi dorongan spirit bagi kami semuanya. Semoga Yayasan Buddha Tzu Chi terus menjadi pemerhati di tengah masyarakat, terutama terhadap petugas kebersihan, dan bisa terus membangun sinergi kebaikan yang menjadi amal kebajikan dari pada Yayasan Buddha Tzu Chi itu sendiri,” kata DR.H.M.Hasbi Asidiki, MM, Msi, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Kebersihan.

 

Penyerahan 145 paket beras kepada para penyandang disabilitas yang tergabung dalam Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Tebing Tinggi yang terdiri dari tuna daksa, tuna rungu, tuna netra, dan sindrom.

Berikutnya, relawan mengunjungi komunitas pemulung di TPA (Tempat Pembuangan Akhir). Tampak beberapa pemulung dengan gigihnya sedang mengais rejeki di tengah gunung sampah yang menjulang. Dalam kesempatan ini relawan menyerahkan 44 paket beras kepada para pemulung yang berada di lokasi. Mungkin bagi orang awam, TPA adalah tempat yang kotor, akan tetapi tidak pada pemulung di tempat ini. Seperti salah satu pemulung yang bernama Asni Rosmawar Simanungkalit. Bagi dirinya dan teman-temannya, sampah itu adalah emas dan gunung sampah yang tinggi itu seperti taman Eden. Mereka merasakan berkat Tuhan yang telah memberi mereka berkah.

“Pekerjaan saya di sini dan juga teman-teman, sehari-harinya kami mengumpulkan barang-barang bekas yang sudah dibuang, dan puji Tuhan itu termasuk menjaga lingkungan hidup. Kerena bisa menjadi daur ulang dan menjadi berguna. Dari modal nol, hanya tenaga dan kemauan kami bisa berjuang menghidupi dan menyekolahkan anak-anak kami, bahkan ada yang sampai Sarjana. Dan yang awalnya dari menyewa rumah, sudah bisa mempunyai rumah sendiri,” tutur Asni. Ia juga merasa bersyukur hari itu bertemu dengan relawan dalam pembagian beras cinta kasih. Baginya, ini merupakan perpanjangan tangan Tuhan dalam membantu mereka di masa yang sulit ini.

 

Para Pekerja Rumah Tangga (PRT) seperti buruh cuci dengan pendapatan yang tidak seberapa merasa sangat bersyukur atas beras cinta kasih ini.

Menjelang tengah hari, relawan kembali melanjutkan pembagian beras sebanyak 145 paket kepada para penyandang disabilitas yang tergabung dalam Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Tebing Tinggi yang terdiri dari tuna daksa, tuna rungu, tuna netra, dan sindrom. Di tengah keterbatasan, mereka juga harus berjuang dalam bekerja untuk mencukupi kehidupan mereka sehari-hari. Melalui perkumpulan inilah, mereka dibekali ketrampilan seperti menjahit, membuat sandal, topi, tas, menyablon, beternak, dan pengolahan barang daur ulang.

Pembagian berlanjut kepada Pekerja Rumah Tangga (PRT), seperti buruh cuci, tukang kebun, satpam, dan kuli bangunan. Penyerahan secara langsung kepada para PRT memberikan sukacita mendalam bagi mereka, karena sebelumnya mereka belum pernah mendapat bantuan demikian. Mereka merasa sangat tersentuh masih ada yang mau memperhatikan mereka. Sebelumnya relawan melakukan pendataan dari rumah ke rumah warga untuk mendata berapa jumlah pekerja rumah tangga dan menyerahkan kupon secara langsung kepada mereka, sehingga apa yang diberikan dapat tepat sasaran.

 

Pembagian paket beras berakhir setelah mengunjungi Yayasan Panti Asuhan Athohiriah Bersaudara di Pagurawan, Kabupaten Batu Bara.

Pembagian paket beras berakhir dengan mengunjungi Yayasan Panti Asuhan Athohiriah Bersaudara di Pagurawan, Kabupaten Batu Bara. Perjalanan selama 1 jam membawa relawan memasuki sebuah bangunan sederhana yang menampung sekitar 40 anak dari berbagai usia. Relawan menyerahkan 20 paket beras secara langsung kepada pengurus panti.

Melalui kegiatan ini diharapkan dapat membuka ladang kebajikan. Dengan menabur benih kebajikan ke dalam batin setiap orang dan juga diri sendiri maka kekuatan karma baik akan menjadikan dunia lebih aman dan damai.

Editor: Erli Tan

Artikel Terkait

Berbagi Sukacita Sambut Idul Fitri Bersama Pencari Suaka

Berbagi Sukacita Sambut Idul Fitri Bersama Pencari Suaka

05 Juni 2018
Memasuki bulan Ramadan hari ke-15, relawan Tzu Chi Sinar Mas bergerak menuju Cisarua, Kabupaten Bogor. Relawan menyalurkan 340 paket lebaran bagi para pengungsi dan pencari suaka di dua lokasi, yaitu Refugee Learning Center dan Refugee Learning Nest.
Memasuki bulan Ramadan hari ke-15, relawan Tzu Chi Sinar Mas bergerak menuju Cisarua, Kabupaten Bogor. Relawan menyalurkan 340 paket lebaran bagi para pengungsi dan pencari suaka di dua lokasi, yaitu Refugee Learning Center dan Refugee Learning Nest.
Paket Lebaran 2019: Merawat Jalinan Jodoh di Cirumpak

Paket Lebaran 2019: Merawat Jalinan Jodoh di Cirumpak

28 Mei 2019

Relawan Tzu Chi membagikan 320 Paket Lebaran kepada warga Desa Gagunung, Cirumpak, Tangerang, Banten pada 20 Mei 2019. Jalinan jodoh terjalin cukup lama di desa ini, dimulai dari bantuan bagi korban banjir, pembangunan madrasah, hingga paket Lebaran.

Bingkisan Lebaran Bagi Pasien di Maruyung

Bingkisan Lebaran Bagi Pasien di Maruyung

12 Juni 2018
Relawan Tzu Chi Bandung meluangkan waktu untuk berbagi dengan anak-anak penyandang disabilitas di Desa Maruyung, Jl. Cagak, Kec. Pacet, Kab. Bandung, Minggu, 10 Juni 2018. Relawan membagikan paket lebaran yg terdiri dari beras, minyak, sirup, dan bermacam biskuit bagi 36 pasien penyandang disabilitas.
Hanya dengan mengenal puas dan tahu bersyukur, kehidupan manusia akan bisa berbahagia.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -