Menyiapkan Makanan dengan Sukacita
Jurnalis : Rudi Santoso (He Qi Utara), Fotografer : Rudi Santoso (He Qi Utara)|
|
| ||
| Dari hari Senin sampai Sabtu, para seniman bangunan yang bekerja di Aula Jing Si ini disuguhkan hidangan Vegetarian yang sehat dan bersih (makan siang-red) hanya dengan membayar Rp 3,500. Sambil tersenyum seorang seniman bangunan berkata, “Makan di sini paling asyik, sudah masakannya beragam, rasanya enak, harga murah, boleh nambah lagi. Pokoknya saya suka sekali makan di sini.” Hampir semua seniman bangunan sependapat dengan komentar rekannya, namun ada lagi yang mengatakan bahwa, “Saya kerja di sini sudah 3 bulan. Saya merasa bekerja di sini sangat berbeda. Di sini saya sangat diperhatikan sekali, baik dari segi kesehatan maupun makanan. Selain mendapat makanan sehat dan murah, saya di sini juga dilarang merokok sehingga uang saya untuk membeli rokok bisa saya hemat dan saya kirim ke kampung di Cianjur untuk tambahan susu anak saya di sana,” ujar Jayan (27), ayah satu anak asal Cianjur. Memang mereka sangat merasakan perhatian dan rasa kekeluargaan dari relawan Tzu Chi yang sangat membekas di hati mereka. Ungkapan kepuasan dari seniman bangunan ini adalah hadiah terindah bagi relawan-relawan yang bekerja tanpa pamrih. Waktu itu Hu Ai Jelambar dari wilayah He Qi Utara, selama 2 hari (18 dan 19 April 2011) melakukan kegiatan memasak di dapur Aula Jing Si. Sejak jam 7 pagi relawan sudah berdatangan di dapur. Tanpa dikomando lagi, para relawan memulai pekerjaan mereka dengan mencuci sayuran, memetik sayur mayur, dan mengiris sayur.
Keterangan :
Selain di dapur ternyata di tempat makan pun relawan mulai terlihat membersihkan dan membereskan meja kursi. Sungguh sebuah pemandangan yang sangat luar biasa. Mereka bekerja bahu-membahu sambil sesekali diiringi oleh gelak canda dan tawa. Tidak tersirat sedikit pun rasa lelah di wajah mereka. Jam menunjukan pukul 11.30 WIB, semua menu masakan hari itu telah terhidang rapi di meja. Begitu juga minuman sudah tersedia dengan rapi di meja yang lain. Waktu tepat menunjukan pukul 12.00 saat para seniman bangunan mulai berdatangan. Dengan wajah berseri-seri para seniman bangunan mengantri dengan rapi. Dengan sigap dan cekatan para relawan mengambilkan sayur untuk para seniman bangunan.
Keterangan :
Setelah mengambil makanan para seniman bangunan pun makan dengan lahap dan penuh selera, banyak juga yang menambah makanannya. Ada sekitar 250 seniman bangunan yang makan di dapur Aula Jing Si siang itu. Setelah semua seniman bangunan selesai makan barulah relawan kemudian makan. Jam menunjukkan pukul 13.00 WIB. Para relawan pun membersihkan meja, merapikan kursi-kursi, membersihkan alat masak dan lain sebagainya. Setelah semua selesai, satu per satu relawan pulang ke rumah mereka dengan perasaan sukacita. Sukacita karena masakan mereka disenangi oleh para seniman bangunan dan sukacita karena mereka telah ikut mengurangi menyakiti mahluk hidup di sekitar kita. Cinta kasih Universal yang Master Cheng Yen ajarkan tetang menyayanggi dan menghargai semua mahluk hidup di praktikkan dalam bentuk tindakan nyata oleh para relawan Tzu Chi di dapur Aula Jing Si. | |||
Artikel Terkait
Survei di RSU Bethesda Serukam
10 Agustus 2012 Pihak RS sangat mendukung Misi Kesehatan Tzu Chi karena sebelumnya sudah ada beberapa pasien Tzu Chi yang dirawat di rumah sakit ini. Pada kunjungan kali ini, para relawanpun menyempatkan diri untuk menjenguk sejumlah pasien yang dibantu oleh Tzu Chi Singkawang.
Baksos NTT: Senyum Terukir di Bibirnya
17 April 2012 Masih dalam rangka baksos pembagian bantuan beras cinta kasih di Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur tahap ketiga. Pada hari ketiga (12/04/2012) relawan Tzu Chi dan tim masih tetap bersemangat dalam mengemban tugas menanam benih-benih cinta kasih di Pulau Sumba Timur.










Sitemap